Monza vs Cagliari bukan soal siapa yang menang, melainkan apakah setiap serangan bisa menemukan celah dari lini belakang lawan, dan keduanya mampu melakukannya. Di London, Tottenham punya penguasaan bola dan tembakan, tetapi tidak punya gol, dan kelompok kreatif mereka baru saja menipis. Coventry datang dengan duet bek tengah yang sudah mapan dan sudah menahan tekanan berat tanpa kebobolan. Dua pertandingan berbeda, satu tema yang sama: angka di atas kertas bukan yang menentukan skor akhir.
Monza sudah mencetak gol di keenam laga liga dan menciptakan banyak peluang di setiap laga yang datanya kami punya, bahkan tanpa banyak menguasai bola. Clean sheet Cagliari datang saat melawan serangan yang nyaris tidak menciptakan apa-apa, atau berkat satu penampilan kiper yang luar biasa di markas Udinese. Para penyerang Monza semuanya tersedia, jadi jalur itu tetap terbuka.
Sisi lain ceritanya adalah lini belakang Monza. Mereka kebobolan di keenam laga liga, dan unit yang kebobolan itu justru paling terpukul: Lucchesi terkena skorsing, sementara Maye dan Ziolkowski absen, sehingga di bangku cadangan tidak ada bek tengah murni. Trio depan Cagliari, Maldini, Mendy, dan Nzola, lengkap, dan Maldini sudah mencetak gol di empat laga liga beruntun. Melawan tim yang tidak menguasai bola, Cagliari mendapat lebih banyak bola dan lebih banyak tembakan dibanding saat menghadapi tim yang dominan penguasaan bola belakangan ini.
Siapa pun yang mencetak gol lebih dulu, pertandingan seharusnya makin terbuka, bukan makin tertutup. Jika Cagliari unggul, Monza mengejar dan meninggalkan ruang di belakang. Jika Monza unggul, Cagliari harus maju menghadapi lini belakang yang dirombak. Karena itu kami mendukung kedua tim sama-sama mencetak gol di laga ini.
Tottenham di bawah De Zerbi baru mencetak tiga gol liga dalam enam laga, dan hanya sekali menang dengan selisih dua gol atau lebih dalam dua puluh laga terakhir. Peluangnya ada, tetapi penyelesaian akhirnya belum. Kini Bergvall dan Savio absen, Bentancur terkena skorsing, dan Porro tidak ada, ditambah para kreator yang sudah lebih dulu absen, sehingga kendali lini tengah bertumpu besar pada Tonali.
Duet bek tengah Coventry, Thomas dan Pinnock, bermain penuh saat menang atas Newcastle, dan duet yang sama menahan dua puluh empat tembakan di Forest tanpa kebobolan. Absennya pemain bertahan Coventry sudah terjadi di kedua kemenangan itu, jadi tidak ada celah baru bagi Spurs. Coventry juga punya ancaman sendiri: lemparan jauh, penalti, dan bangku cadangan yang lebih dalam dengan Simms dan Awoniyi.
Kami perkirakan Spurs akan menumpuk penguasaan bola dan tembakan yang terblok melawan blok pertahanan rendah, dengan rasa gugup yang bertambah jika skor tetap imbang. Kemenangan telak di kandang butuh gol cepat dan penyelesaian akhir jauh di atas apa pun yang pernah ditunjukkan tim ini. Karena itu kami berpihak pada Coventry untuk menjaga laga ini tetap ketat.