Dua tim B.League yang belum terkalahkan bertemu di sini, tetapi jalan mereka menuju catatan itu berbeda: Hiroshima membangun rekornya lewat pertahanan dan jadwal padat, sedangkan San-en lewat rangkaian singkat kemenangan tipis di bawah asuhan pelatih yang sempat absen. Hiroshima D. mencatat 7-0 setelah hanya membiarkan Chiba mencetak 71 poin. Pelatih kepala Asayama menyebut pertahanan yang baik menjadi awal dari serangan yang baik. San-en 5-0 dan datang dengan waktu istirahat jauh lebih panjang, tetapi dalam beberapa seri terakhir tim ditangani asisten pelatih. Pertanyaannya, apakah permainan cepat dan terbuka yang disukai San-en bisa diredam Hiroshima lewat permainan yang menguras tenaga?
Pertama, Hiroshima. Catatan kami menunjukkan 658 poin dicetak dan 555 poin kemasukan dalam tujuh laga. Artikel Chugoku Shimbun tentang kemenangan atas Chiba menyebut pertahanan yang sederhana, bukan para pemain impor, sebagai kunci awal musim mereka. Jadwal juga berpengaruh: mereka bermain di Chiba Sabtu sebelumnya dan hanya punya sekitar dua hari untuk beristirahat. Klub menyebut laga ini sebagai awal dari rangkaian tiga pertandingan kandang. Itu berarti banyak laga dalam waktu singkat bagi tim yang mengandalkan kerja keras di sisi pertahanan.
Berikutnya, San-en. Mereka mencetak 444 poin dan kemasukan 388 poin dalam lima laga. Dua kemenangan tandang terakhir mereka diraih dengan selisih tipis: 93-89 di Saga dan 83-81 di Shinshu. Laman resmi Hiroshima menyebut San-en sebagai salah satu tim dengan serangan tercepat dan paling eksplosif di liga. Klub mengumumkan bahwa pelatih kepala Atsushi Ohno absen saat menghadapi Shinshu karena sakit, dan asisten pelatih sekaligus penerjemah Mai Ayabe yang memimpin tim. Basketball King melaporkan pengaturan yang sama saat melawan Saga. Saya belum menemukan pengumuman apakah Ohno sudah kembali untuk laga ini, jadi statusnya masih belum jelas. Tatsumi Yu diumumkan akan absen sekitar tiga pekan pada tanggal 3, sementara di box score laga Shinshu, Terence Davis hanya bermain sekitar 14 menit. Saya belum tahu alasannya.
Yang akan menjawab pertanyaan saya adalah apakah San-en bisa melancarkan serangan awal lewat transisi atau harus menghadapi pertahanan Hiroshima yang sudah siap, serta siapa yang memimpin tim dari bangku cadangan. Jika Ohno kembali dan Davis mendapat menit bermain penuh, Hiroshima harus menghadapi tim yang lebih cepat. Jika tidak, kemungkinan besar Hiroshima yang akan menentukan tempo. Satu catatan soal lokasi: data terstruktur kami mencantumkan Hiroshima Sun Plaza, tetapi laman pertandingan klub mencantumkan Hiroshima Green Arena, jadi lokasi di laman klub yang lebih bisa dipercaya.