[Serie A Italia 2026/27] Bologna vs Internazionale Milano: Analisis dan Pratinjau Kick-off: 17 Oktober pukul 23.00 WIB
Bologna dan Internazionale Milano akan bertanding pada giornata ke-7 Serie A Italia di Stadion Renato Dall'Ara pada 17 Oktober pukul 23.00 WIB. Inter yang berada di puncak klasemen ingin mempertahankan rekor tak terkalahkan di liga setelah kalah di Liga Champions, sementara Bologna di posisi ke-14 berusaha meraih kemenangan pertama di bawah pelatih baru sekaligus menang di kandang.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Inter mengoleksi 16 poin dari 6 pertandingan liga, dengan 5 kemenangan dan 1 hasil imbang, serta mencetak 18 gol dan kebobolan 8 gol. Bologna mencatat 1 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan, dengan 5 gol dan kebobolan 7 gol, sehingga mengumpulkan 5 poin. Jarak posisi kedua tim cukup jauh, tetapi Bologna punya waktu persiapan lebih panjang. Bologna menang 2-1 saat bertandang ke Lecce, lalu beristirahat selama 6 hari. Inter akan bertandang sekitar 4 hari setelah kalah 3-4 dari Club Brugge di kandang pada laga Liga Champions, 14 Oktober. Pekan depan mereka juga harus menghadapi Shakhtar Donetsk di tengah pekan.
Hasil terbaru Bologna turut dipengaruhi pergantian pelatih. Dalam 4 pertandingan pertama di bawah Domenico Tedesco, mereka hanya meraih 1 poin. Bologna cukup lama menguasai bola, tetapi kesulitan menciptakan penyelesaian berbahaya di kotak penalti. Raffaele Palladino, yang mulai bertugas pada pertengahan September, mengubah formasi dari empat bek menjadi tiga bek. Bologna meraih 4 poin dalam 2 pertandingan, yakni hasil imbang 1-1 melawan Torino dan kemenangan 2-1 atas Lecce. Dalam periode itu, mereka mencetak 3 gol lewat perebutan bola di wilayah lawan serta serangan dari sisi kiri yang melibatkan Nicolò Cambiaghi dan Juan Miranda. Formasi baru itu mulai menunjukkan hasil, meski sejauh ini baru diuji dalam 2 pertandingan.
Inter tetap tak terkalahkan di liga, tetapi performa mereka berbeda-beda dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Melawan Napoli, Udinese, dan AS Roma, mereka selalu kebobolan 2 gol lebih dulu sebelum membalikkan keadaan atau menyamakan skor. Ketajaman di babak kedua mengubah hasil, tetapi mereka juga berulang kali kehilangan bola di lini belakang atau tengah sehingga lawan bisa mencetak gol pembuka. Di Liga Champions, mereka kalah dari Real Madrid dan Club Brugge. Saat melawan Club Brugge, Inter kebobolan setelah serangan mereka dipatahkan dan lawan melancarkan serangan balik, serta akibat kegagalan kiper menguasai bola. Di sisi lain, mereka menang 3-0 atas Parma setelah mencetak 3 gol di babak pertama, meski melakukan 5 pergantian dalam susunan pemain inti. Ini menunjukkan bahwa pilihan pemain di lini serang Inter masih melimpah.
Serie A musim ini Posisi dan poin: Bologna di posisi ke-14 dengan 5 poin / Internazionale Milano di posisi pertama dengan 16 poin Gol dan kebobolan: Bologna 5 gol dan kebobolan 7 / Internazionale Milano 18 gol dan kebobolan 8 Tembakan tepat sasaran: Bologna 21 / Internazionale Milano 43
Posisi Bologna yang rendah tak bisa dijelaskan hanya oleh masalah pertahanan. Expected goals conceded mereka sebesar 5,8, angka terendah kedua, tetapi 21 tembakan tepat sasaran menempatkan mereka di urutan keempat terbawah. Ada 5 pemain berbeda yang masing-masing baru mencetak 1 gol. Mereka relatif sedikit memberi lawan peluang, tetapi belum memiliki pemain yang konsisten menjadi ujung tombak penyelesaian. Inter mencatat 43 tembakan tepat sasaran, terbanyak di liga, dan mencetak 11 dari 18 gol mereka di babak kedua. Namun, sebagian gol di babak kedua itu lahir dalam pertandingan ketika mereka lebih dulu kebobolan dan harus meningkatkan tekanan.
Absennya beberapa pemain akan langsung memengaruhi pola serangan dan pilihan pergantian pemain kedua tim. Riccardo Orsolini, yang mencetak gol dan mengirim umpan progresif yang mengawali gol kemenangan saat melawan Lecce, absen untuk Bologna. Emil Holm dan Jens Odgaard juga tak bisa bermain, sehingga pilihan di sisi kanan dan untuk pergantian pemain menyerang pada babak kedua berkurang. Inter kehilangan pencetak gol terbanyak mereka di liga, Lautaro Martínez, yang absen akibat cedera paha. Benjamin Pavard dan John Stones juga absen, sehingga Yann Bisseck, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni memiliki lebih sedikit pelapis di posisi bek tengah. Francesco Pio Esposito atau Ange-Yoan Bonny diperkirakan akan berduet dengan Marcus Thuram untuk menggantikan Lautaro Martínez.
Rekor pertemuan di Dall'Ara bisa menambah kepercayaan diri Bologna. Dalam 5 laga kandang liga terakhir melawan Inter, Bologna mencatat 3 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan. Namun, dalam 10 laga kandang resmi terakhir, Bologna hanya menang 1 kali, imbang 5 kali, dan kalah 4 kali. Pertemuan terakhir mereka di Dall'Ara pada Mei lalu berakhir 3-3, tetapi saat itu Bologna masih memakai formasi empat bek di bawah Vincenzo Italiano dan beberapa pemain yang tampil kini sudah pergi atau absen. Hasil pertemuan kandang sebelumnya sulit dijadikan patokan langsung untuk formasi tiga bek Palladino. Hujan dan angin diperkirakan tidak akan banyak berpengaruh saat kick-off, jadi cuaca juga tak tampak akan mengubah gaya permainan secara signifikan.
2. Analisis duel
Hal pertama yang akan coba diuji Bologna adalah permainan Inter dalam membangun serangan dari belakang. Dalam laga pertama di bawah Palladino, melawan Torino, Cambiaghi merebut bola dari bek sayap lawan. Umpan silang Miranda kemudian disambut tembakan Federico Bernardeschi yang menghasilkan gol pembuka. Inter kebobolan setelah kehilangan bola di bawah tekanan saat melawan AS Roma dan Real Madrid. Jika Bologna bisa memotong umpan progresif Inter, Cambiaghi dan Miranda dapat menciptakan peluang umpan silang dari kiri tanpa perlu membangun serangan panjang.
Namun, tekanan seperti itu juga berisiko. Tiga pemain depan Bologna bisa menghadapi tiga bek Inter satu lawan satu, tetapi 2 gelandang Bologna harus berhadapan dengan 3 pemain tengah Inter. Jika bek Bologna tidak maju untuk mengikuti gelandang lawan, pemain Inter yang bebas bisa menerima bola. Sebaliknya, jika bek maju ke lini tengah, Thuram bisa menyerang ruang di belakang mereka. Itulah sebabnya status Hakan Çalhanoğlu menjadi penting. Jika ia menjadi starter dan mampu melewati tekanan pertama dengan umpan dari depan lini belakang, peluang Bologna merebut bola di posisi tinggi akan berkurang. Palladino pernah memilih bertahan lebih dalam pada babak pertama saat menghadapi Inter, jadi belum tentu Bologna akan terus menekan tinggi sepanjang pertandingan.
Di sisi sayap, serangan kiri Bologna akan berhadapan dengan bek sayap kanan Inter dan Bisseck. Ketiga gol Bologna di bawah Palladino bermula dari sisi kiri, tempat Cambiaghi aktif bergerak. Bek sayap kanan Inter, Andy Diouf, mampu membantu serangan, tetapi dalam laga melawan Udinese ia membuat kesalahan menguasai bola di area berbahaya yang berujung pada gol lawan. Bologna bisa mengandalkan Cambiaghi untuk merebut bola di sisi ini dan Miranda untuk mengirim umpan silang. Namun, setelah Miranda maju, Diouf dapat menyerang ruang yang ditinggalkannya. Dalam pertemuan Mei lalu, Diouf juga bergerak ke area pertahanan kiri Bologna dan terlibat dalam gol balasan Inter pada babak kedua.
Di sisi seberang, posisi Federico Dimarco juga akan memengaruhi serangan kedua tim. Dimarco sudah mengirim 23 umpan silang dari permainan terbuka di liga musim ini dan menjadi salah satu pemasok utama Inter. Jika ia maju atau bergerak ke tengah, pilihan untuk mengirim bola kepada Thuram akan bertambah. Bologna juga bisa mencoba menyerang area yang harus ditutup Dimarco saat ia kembali bertahan, dengan mengalirkan bola kepada Nadir Zortea dan Bernardeschi setelah merebut penguasaan. Namun, Orsolini, yang mengirim bola akurat ke sisi seberang dan mengawali gol kemenangan melawan Lecce, kali ini absen. Kita perlu melihat apakah Bologna bisa menjalankan transisi itu dengan kualitas yang sama.
Cara Inter mengakhiri serangan juga akan berubah. Lautaro Martínez mencetak masing-masing 2 gol saat melawan Napoli dan AS Roma, menjadi penyelesai akhir dalam kebangkitan Inter di kedua laga. Khususnya saat melawan AS Roma, ia menghubungkan permainan dengan Thuram setelah lawan kehilangan bola, lalu berlari kembali ke tengah untuk mencetak gol. Francesco Pio Esposito menunjukkan kemampuannya melindungi bola dan menghubungkan permainan dengan rekan setim, sementara Bonny pernah masuk sebagai pemain pengganti dan menyelesaikan bola muntah di kotak penalti. Keduanya bisa dimainkan, tetapi belum ada cukup bukti bahwa mereka bisa menggantikan pergerakan menusuk dan penyelesaian akhir seperti yang biasa dilakukan Lautaro Martínez.
Bola mati menjadi jalur serangan lain yang masih bisa dimanfaatkan Inter tanpa Lautaro Martínez. Dimarco dan Çalhanoğlu bisa mengambil tendangan, sementara Thuram dan para bek bisa bersaing di kotak penalti. Dalam 3 pertemuan terakhir melawan Bologna di bawah Chivu, 3 dari 7 gol Inter berasal dari bola mati. Bologna kini memakai 3 bek tengah untuk menjaga kotak penalti, berbeda dari pertemuan-pertemuan tersebut, tetapi mereka kebobolan setelah kiper gagal menguasai bola dalam laga melawan Torino dan setelah salah mengambil keputusan saat menghadapi Lecce musim ini. Bologna juga bisa mengandalkan sepak pojok Miranda serta sundulan Roberto Piccoli dan Arthur Theate, atau memanfaatkan bola muntah di kotak penalti. Kiper Inter, Josep Martínez, juga pernah gagal menguasai bola dalam laga Eropa baru-baru ini.
Perbedaan pilihan pergantian pemain akan terasa pada babak kedua. Cristian Chivu biasanya mempertahankan formasi 3-5-2, lalu mengganti beberapa pemain sekitar menit ke-55 hingga ke-60 untuk mengubah susunan serangan. Bologna kebobolan 6 dari total 7 gol di liga musim ini pada babak kedua. Penyebabnya berbeda-beda di setiap laga: saat melawan Torino, mereka kebobolan gol penyama setelah kesulitan menghadapi lawan yang maju usai pergantian pemain; saat melawan Lecce, mereka juga kebobolan gol penyama setelah tekanan lawan meningkat. Inter bisa memanfaatkan fase itu dengan memasukkan penyerang dan gelandang. Namun, sulit bagi mereka untuk mengganti 3 bek yang menjadi starter hanya 4 hari sebelumnya di Liga Champions. Jika Inter menambah pemain menyerang lalu memberi Bologna kesempatan melakukan serangan balik atau mengirim umpan silang di menit-menit akhir, lini belakang yang sama harus kembali menghadapinya.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
Prediksi skor kami: Bologna 1-2 Internazionale Milano. Kami lebih memperkirakan Inter mencetak 2 gol lewat bola mati atau serangan setelah pergantian pemain di babak kedua, sementara Bologna membalas 1 gol lewat kemelut di kotak penalti setelah umpan silang dari kiri atau bola mati Miranda. Bologna juga berpeluang memotong umpan Inter dan mencetak gol lebih dulu pada babak pertama, tetapi Inter masih punya tendangan Dimarco, pergerakan Thuram, dan pilihan pemain menyerang dari bangku cadangan untuk babak kedua.
Pilihan jalur serangan Inter lebih beragam daripada Bologna, dan Chivu punya opsi untuk merombak lini depan pada babak kedua. Itu menjadi dasar kami memperkirakan Inter menang. Bologna bisa mengurangi peluang tembakan berbahaya lawan dengan formasi tiga bek baru, tetapi mereka kebobolan gol penyama pada babak kedua dalam 2 laga terakhir. Setelah Inter unggul, mereka mungkin akan kesulitan memperlebar jarak. Lautaro Martínez, yang biasa menyelesaikan peluang untuk mencetak gol tambahan, absen, sementara Bologna masih bisa membalas lewat bola mati dan kemelut di kotak penalti.
Pasaran juga mengunggulkan Inter berkat posisi klasemen dan jumlah tembakan yang mereka hasilkan, dan kami sependapat soal arah hasil pertandingan. Perbedaannya ada pada margin kemenangan. Pasaran menilai Inter punya peluang menang besar, tetapi dengan Lautaro Martínez absen dan pilihan pengganti di lini belakang terbatas, kemenangan dengan selisih 1 gol lebih mungkin. Prediksi ini bisa berubah jika Bologna mampu menjaga jarak antarpemain di lini belakang pada babak kedua dan menahan serangan Inter setelah pergantian pemain Chivu. Dalam skenario itu, Inter mungkin gagal mencetak gol kedua dan hasil imbang bisa terjadi.