Arah pertandingan ini akan banyak ditentukan oleh apa yang terjadi setelah umpan pertama dari sisi lapangan. FC Copenhagen punya beberapa cara untuk mengirim bola ke kotak penalti, sementara Midtjylland bisa mengubah sapuan menjadi serangan cepat lewat tengah. Kedua tim memiliki penyerang yang mampu memanfaatkan bola kedua. Laga ini juga akan dipengaruhi oleh cara lini belakang tuan rumah yang baru terbentuk menghadapi tekanan beruntun, serta kemampuan kedua lini tengah mengamankan bola liar.
Beijmo, Robert, dan Elyounoussi berkali-kali mengirim bola ke kotak penalti saat menghadapi Brøndby, sementara Cornelius menambah opsi udara setelah masuk. Clem dan Delaney bisa membantu Copenhagen mengamankan bola sapuan lalu mengirimkannya kembali ke area berbahaya. Midtjylland juga punya jalur serangan langsung: Billing dan Bravo bisa melepas Etim atau Iheanacho saat mereka memenangkan bola sapuan pertama.
Skuad Midtjylland untuk laga ini berbeda dari pertandingan kompetitif terakhir mereka. Bak dan kiper Olafsson tampil penuh saat itu, tetapi kini tidak masuk skuad; Kristensen dan Ndiaye menjalani skorsing. Diao dan Bech kembali ke skuad setelah hanya mendapat menit bermain terbatas dalam laga persahabatan, begitu pula Maxsø, sehingga Tullberg punya kombinasi bek tengah baru untuk ditata. Copenhagen kehilangan Madsen yang sedang sakit, tetapi Beijmo, Robert, Elyounoussi, Cornelius, dan Delaney tetap tersedia.
Duel lini tengah pada awal laga seharusnya memberi kedua tim kesempatan menguasai bola dan melancarkan serangan langsung. Seiring laga berjalan, umpan-umpan berulang Copenhagen dari sisi lapangan dan kemampuan mereka merebut bola kedua bisa terus menguji lini pertahanan baru itu, dengan Cornelius siap menyambut umpan di kotak penalti. Karena itu, kami menjagokan FC Copenhagen meski bermain tandang.