[UEL Eropa 2026/27] Analisis dan preview Sturm Graz vs Olympique de Marseille Kick-off: 22 Oktober pukul 23.45 WIB
Sturm Graz dan Olympique de Marseille akan bertemu di Merkur-Arena, Graz, Austria, pada 23 Oktober pukul 01.45 waktu setempat dalam matchday ketiga fase liga Liga Eropa UEFA 2026/27. Setelah 2 laga, kedua tim belum meraih kemenangan. Tuan rumah mengincar kemenangan pertama tanpa kiper utama, sementara tim tamu perlu membawa kembali ketajaman yang mereka tunjukkan di liga ke kompetisi Eropa.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Sturm Graz bermain imbang 0-0 di kandang melawan Rennes, lalu kalah 0-3 saat bertandang ke Bournemouth. Mereka mengoleksi 1 poin dan berada di posisi ke-26. Marseille kalah 1-4 di kandang Besiktas, kemudian tumbang 0-1 saat menjamu Olympiacos. Mereka belum mengumpulkan poin dan berada di posisi ke-32. Pelatih Sturm Graz, Fabio Ingolitsch, mengatakan timnya membidik kemenangan karena perlu meraih 3 poin, terutama di kandang, agar bisa lolos ke fase berikutnya. Pelatih Marseille, Bruno Genesio, juga menyebut perlunya poin, tetapi tidak mengatakan bahwa timnya wajib menang dalam laga ini.
Fase liga, setelah 2 laga Rekor: Sturm Graz 1 imbang, 1 kalah / Olympique de Marseille 2 kalah Gol dan kebobolan: Sturm Graz 0-3 / Olympique de Marseille 1-5 Poin: Sturm Graz 1 / Olympique de Marseille 0
Hasil terbaru memberi kedua tim alasan untuk bangkit. Pada 19 Oktober, Sturm Graz menang 6-1 atas Grazer AK di derby kandang setelah kebobolan lebih dulu. Oumar Diakité mencetak hat-trick, sementara Simon Seidl terlibat dalam 3 gol babak kedua lewat tendangan bebas, umpan silang, dan sepak pojok. Diakité juga mencetak 2 gol saat bertandang ke Austria Vienna sebelumnya. Namun, ia memulai dari bangku cadangan dalam laga Liga Eropa melawan Rennes dan Bournemouth, dan Sturm Graz belum mencetak gol dalam 2 pertandingan tersebut. Agar serangan mereka di derby kembali terlihat, Diakité yang diperkirakan menjadi starter dan suplai bola dari Seidl harus menghasilkan peluang nyata.
Marseille mengakhiri rentetan 5 kekalahan di semua kompetisi dengan menang 2-0 di kandang Troyes dan 5-2 saat bertandang ke Angers. Nouhoum Kamissoko dan Himad Abdelli masuk starting XI pilihan Genesio sejak laga melawan Troyes, lalu Tadjidine Mmadi bergabung dengan mereka saat menghadapi Angers. Menurut Genesio, Kamissoko bertugas bertahan, Abdelli mengatur serangan, dan Mmadi merebut bola serta membawa tim maju. Namun, baru satu kali ketiganya menjadi starter bersama, yakni saat melawan Angers. Marseille hanya melepaskan 5 tembakan dan menghadapi 15 tembakan Troyes. Melawan Angers, data center mencatat expected goals Marseille 2,71 dan Angers 2,21. Dua kemenangan beruntun itu nyata, tetapi belum cukup menjadi bukti bahwa pertahanan mereka sudah stabil.
Sturm Graz mencatat 5 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 9 laga kandang terakhir di semua kompetisi, dengan 17 gol dan 5 kali kebobolan. Namun, di antara tim Eropa yang mereka jamu, mereka kalah 0-1 dari Fenerbahçe dan imbang 0-0 dengan Rennes. Dalam laga melawan Rennes, Daniil Khudyakov menepis semua 5 tembakan tepat sasaran lawan. Khudyakov ditarik keluar saat melawan Grazer AK karena patah tulang kering, dan Ammar Helac diperkirakan akan menjaga gawang kali ini. Musim ini, Helac bermain 3 kali di liga dengan total 242 menit. Catatan kebobolan kandang Sturm Graz mencakup penyelamatan Khudyakov, jadi angka itu tidak bisa langsung dijadikan patokan untuk laga dengan Helac di bawah mistar.
Sturm Graz juga kehilangan Otar Kiteishvili, Gizo Mamageishvili, dan Filip Rózga karena cedera di lini tengah. Absennya Mamageishvili dan Rózga, yang ikut menyerang pada babak kedua melawan Rennes, membatasi pilihan pemain pengganti. Seedy Jatta dan Nelson Weiper juga absen, sehingga serangan lebih bergantung pada suplai Seidl dan penyelesaian Diakité. Di kubu Marseille, bek tengah Derek Cornelius tidak bisa bermain. Pierre-Emile Højbjerg mengikuti latihan terakhir, tetapi Genesio akan memutuskan pada hari pertandingan apakah ia menjadi starter.
Sturm Graz bermain di liga pada 19 Oktober, sedangkan Marseille bertanding pada 18 Oktober. Setelah laga ini, kedua tim sama-sama akan kembali bermain di kandang dalam liga hanya berselang 3 hari. Karena banyak pemain absen, Sturm Graz diperkirakan kembali menurunkan sebagian besar starter derby. Genesio mengatakan susunan pemain Marseille akan berbeda dari laga melawan Angers, dan musim ini ia beberapa kali merotasi sejumlah posisi antara liga dan Liga Eropa. Sturm Graz memiliki waktu istirahat sehari lebih singkat sejak laga liga terakhir serta pilihan pemain pengganti yang lebih terbatas, tetapi bisa unggul dalam kekompakan susunan starter.
Kedua tim pernah bertemu di Liga Champions pada 1999 dan masing-masing meraih 1 kemenangan. Skuad, pelatih, dan format kompetisi saat itu sudah berbeda, sehingga hasil tersebut sulit dijadikan acuan untuk laga ini. Rennes adalah lawan yang sama bagi kedua tim musim ini. Marseille kalah 0-1 setelah mencoba menekan tinggi pada babak pertama laga tandang, sedangkan Sturm Graz bermain imbang 0-0 di kandang dengan mempertahankan pemain di belakang dan mengandalkan penyelamatan Khudyakov. Karena tempat pertandingan dan susunan starter lawan berbeda, pendekatan kedua tim lebih berguna untuk diperhatikan daripada membandingkan hasilnya.
2. Analisis duel
Menjelang laga melawan Marseille, Ingolitsch menyampaikan rencana untuk menekan tinggi dan melakukan transisi cepat. Namun, dalam 2 laga Liga Eropa sebelumnya melawan lawan kuat, ia menaruh Diakité di bangku cadangan dan lebih dulu memastikan lini pertahanan terisi. Kali ini Diakité diperkirakan menjadi starter. Jika Sturm Graz benar-benar menekan lebih tinggi, mereka bisa mendapat kesempatan menyerang saat Marseille membangun serangan melalui bek tengah dan gelandang bertahan.
Marseille kesulitan membawa bola keluar dari belakang saat mendapat tekanan awal di kandang Besiktas. Angel Gomes kehilangan bola di tengah dalam proses terjadinya gol pertama. Jika Sturm Graz merebut bola di area serupa dan segera mengarahkannya kepada Seidl atau Diakité, mereka bisa menembak sebelum pertahanan Marseille kembali ke posisinya. Namun, satu kejadian melawan Besiktas saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa Gomes selalu kesulitan menghadapi tekanan. Kombinasi gelandang Marseille juga belum pasti. Jika Mmadi merebut bola dan bergerak maju seperti saat melawan Angers, sementara Kamissoko menjaga posisinya, peluang Sturm Graz untuk merebut bola seperti yang mereka harapkan akan berkurang.
Setelah berhasil melewati tekanan, serangan dari sayap Marseille akan berperan penting. Bek sayap kanan Sturm Graz, Jurgen Heil, aktif membantu tekanan dan menyerang. Saat Heil berada di posisi tinggi, Marseille bisa mengalirkan bola ke kiri agar Emerson Palmieri dan Igor Paixão mengirim umpan silang. Gol pembuka melawan Troyes bermula dari bola yang cepat dialirkan dari sisi Paixão kepada Emerson, lalu umpan silangnya dituntaskan Amine Harit. Di sisi seberang, umpan silang Timothy Weah saat melawan Angers bisa menguji bek sayap kiri Sturm Graz, Luís Balbo. Semakin tinggi Sturm Graz menekan, semakin penting pula bagi kedua bek sayap untuk menghentikan suplai bola dari sisi lawan sekaligus cepat kembali bertahan.
Sturm Graz mungkin tidak mampu terus menekan dan memilih tetap menyisakan pemain di belakang, seperti saat melawan Rennes. Rennes mencatat penguasaan bola 64% dan melepaskan 17 tembakan dari dalam kotak penalti saat menghadapi Sturm Graz, dengan berulang kali mengirim umpan silang dari sisi lapangan. Hari itu Khudyakov menepis semua tembakan tepat sasaran, tetapi kali ini Helac yang akan bermain. Meski begitu, penguasaan bola saja belum cukup untuk memastikan Marseille bakal mencetak gol. Marseille tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama melawan Troyes, dan gagal mencetak gol meski menguasai bola 56% serta mendapat 9 sepak pojok saat melawan Olympiacos. Jika Sturm Graz mempertahankan pemain di belakang, Marseille perlu akurat mengubah umpan silang menjadi tembakan di kotak penalti, bukan sekadar menambah jumlah umpan silang.
Bola mati tidak menjadi keunggulan mutlak bagi salah satu tim. Seidl menciptakan gol lewat tendangan bebas dan sepak pojok saat melawan Grazer AK, sementara Diakité menyelesaikan peluang dari bola udara dan bola muntah di depan gawang. Marseille kebobolan lewat sundulan setelah sepak pojok dalam laga melawan Besiktas dan Olympiacos. Sebaliknya, sepak pojok Emerson berujung pada gol Kamissoko yang membawa Marseille berbalik unggul atas Angers, sedangkan Sturm Graz kebobolan setelah gagal mengamankan bola dari sepak pojok saat melawan Bournemouth. Kedua tim punya pengirim bola yang mampu membuat peluang, jadi hal yang menentukan adalah siapa yang lebih dulu menjangkau bola di kotak penalti.
Perbedaan komposisi pemain bisa makin terasa seiring berjalannya laga. Diakité diganti pada menit ke-59 dan ke-64 dalam 2 laga liga terakhir saat menjadi starter, dan ia belum pernah bermain penuh. Sturm Graz juga minim pilihan untuk pergantian di lini tengah. Jika Marseille merotasi starter, mereka bisa memasukkan pemain menyerang seperti Amine Gouiri atau Harit pada babak kedua. Genesio pernah mengganti 3 pemain sekaligus pada menit ke-62 melawan Olympiacos untuk menambah daya serang. Meski demikian, lini belakang Marseille juga goyah setelah kebobolan melawan Besiktas, dan saat menghadapi Troyes mereka mundur setelah mencetak gol pembuka hingga memberi lawan peluang menyamakan skor di menit akhir. Beban fisik Sturm Graz tidak otomatis berarti Marseille akan mampu mengelola babak kedua dengan stabil.
3. Penilaian akhir dan kesimpulan
Kami menilai Sturm Graz lebih berpeluang mencetak gol lebih dulu. Ingolitsch membidik kemenangan kandang dan sudah menjanjikan tekanan tinggi, sementara Diakité dan Seidl baru-baru ini menunjukkan bahwa mereka bisa mengubah tekanan serta bola mati menjadi gol di liga. Marseille mungkin kembali mengubah susunan starter di lini tengah, dan kebobolan dari sepak pojok dalam 2 laga Liga Eropa mereka. Jika Sturm Graz unggul lebih dulu lalu menyisakan pemain di belakang, Marseille diperkirakan akan mencoba menyerang gawang Helac lewat umpan silang dan pemain pengganti pada babak kedua.
Pasar lebih mengunggulkan kemenangan tim tamu, dengan mempertimbangkan banyaknya pemain Sturm Graz yang absen, komposisi pemain Marseille, serta 2 kemenangan tandang mereka di liga baru-baru ini. Pergantian kiper dan minimnya pilihan pemain pengganti tuan rumah memang menguntungkan Marseille. Perbedaan penilaian kami terletak pada seberapa besar catatan Sturm Graz yang belum mencetak gol di Liga Eropa akan mencerminkan kemampuan menyerang mereka kali ini. Dalam 2 laga sebelumnya, Diakité tidak menjadi starter dan Sturm Graz lebih mengutamakan menambah pemain bertahan. Susunan starter yang diperkirakan kali ini dan rencana menekan yang sudah diumumkan berbeda dari laga-laga tersebut, sehingga kami menilai peluang tuan rumah mencetak gol lebih awal lebih besar.
Prediksi skor adalah 2-1 atau 1-1 untuk Sturm Graz, dengan kemenangan kandang 2-1 lebih mungkin. Kami memperkirakan Sturm Graz unggul lewat tekanan awal atau bola mati Seidl, lalu menambah gol saat Marseille memperbanyak pemain menyerang. Marseille bisa membalas 1 gol dengan memanfaatkan suplai dari sisi Emerson dan Weah serta pemain pengganti pada babak kedua. Tekanan Sturm Graz menyasar masalah Marseille saat membangun serangan dari belakang di kandang Besiktas. Suplai Seidl juga berkaitan dengan kebobolan Marseille dari sepak pojok yang berulang di Liga Eropa. Pilihan pemain pengganti Sturm Graz terbatas, tetapi Marseille juga pernah kesulitan menjaga organisasi pertahanan setelah unggul maupun kebobolan. Jika Marseille mempertahankan kombinasi lini tengah saat melawan Angers atau Højbjerg menjadi starter dan membantu mereka melewati tekanan awal, peluang Sturm Graz mencetak gol lebih dulu akan menurun dan skor 1-1 menjadi lebih mungkin.