[26-27 Serie A (Italia)] Analisis & Preview ACF Fiorentina vs Como 1907 Kick-off: 18 Oktober, 20.00 WIB
ACF Fiorentina dan Como 1907 akan bertanding pada pekan ke-7 Serie A di Stadio Artemio Franchi, Firenze, pada 18 Oktober pukul 20.00 WIB. Bagi Fiorentina yang berada di posisi ke-19, laga ini menjadi pertaruhan untuk meraih kemenangan kandang pertama mereka di liga musim ini. Sementara itu, Como 1907 di posisi ke-8 harus kembali melakoni laga tandang hanya sekitar tiga setengah hari setelah lawatan tengah pekan ke Rotterdam.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Selisih poin kedua tim memang berjarak 7 poin, namun posisi Fiorentina di klasemen masih mencakup catatan laga sebelum pergantian pelatih. Di bawah asuhan Fabio Grosso, mereka menelan kekalahan dalam 3 pertandingan pembuka liga dan kebobolan 9 gol. Setelah Paolo Vanoli kembali pada bulan September, catatan mereka di liga membaik menjadi 1 kemenangan, 1 hasil imbang, 1 kekalahan, dan kebobolan 5 gol dari 3 laga. Dari catatan kandang musim ini (1 imbang, 2 kalah), 2 kekalahan terjadi di era Grosso. Satu-satunya laga kandang liga di bawah Vanoli berakhir imbang 1-1 kontra Napoli.
Como 1907 sempat merangsek ke papan atas lewat 3 kemenangan beruntun di liga. Namun, laju tersebut tertahan oleh kekalahan tandang di Frosinone dan hasil imbang kontra AS Roma, disusul kekalahan 2-3 dalam laga tandang Liga Champions melawan Feyenoord pada 15 Oktober. Menghadapi Frosinone, mereka melepaskan 27 tembakan dengan xG 2,12, tetapi digagalkan oleh penyelamatan kiper lawan dan sapuan di garis gawang. Saat bersua AS Roma, Como kesulitan mengalirkan bola ke depan lewat area tengah akibat penjagaan man-to-man yang ketat. Melihat hasil terkini, bukan berarti kemampuan mereka menciptakan peluang telah hilang, tetapi kombinasi pemain yang memproduksi peluang tersebut akan berbeda hari ini.
Statistik 6 laga liga: ACF Fiorentina 1 menang, 1 imbang, 4 kalah (4 poin) / Como 1907 3 menang, 2 imbang, 1 kalah (11 poin) Gol & kebobolan: ACF Fiorentina 7-14 / Como 1907 9-6 Rata-rata penguasaan bola & tembakan per laga: ACF Fiorentina 45,7% (16,2 tembakan) / Como 1907 62,2% (22,7 tembakan) Waktu istirahat setelah laga terakhir: ACF Fiorentina 8 hari / Como 1907 sekitar 3,5 hari
Posisi dan poin mengacu pada data pusat per 17 Oktober, sementara selisih gol, penguasaan bola, serta tembakan merupakan catatan dari La Viola hingga pekan ke-6 liga pada tanggal yang sama. Fiorentina tidak banyak menguasai bola tetapi mampu lekas mengalirkan serangan hingga melepaskan tembakan. Di sisi lain, Como 1907 mengandalkan rangkaian umpan untuk membongkar pertahanan lawan. Kendati demikian, Fiorentina sudah kebobolan 14 gol meski hanya membiarkan lawan melepaskan rata-rata 11,5 tembakan per laga. Sebaliknya, Como 1907 hanya mencetak 9 gol dari rata-rata 22,7 tembakan per laga. Itulah sebabnya jumlah tembakan saja belum cukup untuk memprediksi torehan gol hari ini.
Vanoli menyebutkan bahwa 10 dari 14 gol yang bersarang ke gawang Fiorentina terjadi saat formasi bertahan mereka sebenarnya sudah terbentuk (Viola News, 16 Oktober). Melawan Napoli, mereka kehilangan kawalan pemain lawan dari situasi sepak pojok. Sementara saat menghadapi Genoa, kegagalan mengantisipasi bola muntah tepisan kiper serta umpan silang membuat mereka kebobolan 2 gol dalam 20 menit pertama. Sejak Vanoli kembali, jumlah kebobolan memang menurun, tetapi mereka belum pernah mencatatkan clean sheet di liga. Sisi positifnya, mereka mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal lebih dulu dari Napoli, dan pada babak kedua kontra Genoa, Fiorentina menaikkan posisi serang hingga hampir mengamankan hasil imbang. Tim ini sanggup bereaksi setelah kebobolan, tetapi respons di awal pertandingan serta sesaat usai mencetak gol masih menyisakan masalah.
Komposisi pemain juga menjadi faktor penting. Di kubu Fiorentina, Atta dilaporkan absen karena masalah perut, sedangkan bek tengah Ranieri diragukan tampil akibat kompresi saraf di kaki. Jika Atta absen, pemain lain harus mengambil alih peran menusuk dari lini tengah ke depan kotak penalti. Ndour dan Brescianini diperkirakan akan menemani Fagioli, dan apabila Ranieri tidak bisa turun, Pongračić berpeluang mendampingi Drăguşin di jantung pertahanan. Mastantuono yang menjalani operasi tangan dikabarkan bisa tampil memakai pelindung, tetapi kepastiannya baru ditentukan lewat susunan pemain resmi.
Como 1907 kehilangan Kean dan Diao. Kean baru bermain 158 menit musim ini, tetapi Diao sudah mencatatkan 4 gol dan 1 assist dalam 536 menit penampilan. Diao mampu melepaskan diri dari tekanan lewat dribel di sisi sayap saat melawan AS Roma, dan mencetak gol lewat tusukan di belakang garis pertahanan lawan setelah menerima umpan panjang ketika bersua Feyenoord. Absennya Diao membuat Como kehilangan opsi utama untuk menusuk lewat situasi satu lawan satu di sayap maupun mengeksploitasi ruang di belakang bek via umpan jauh. Douvikas diperkirakan mengisi lini depan. Nico Paz sempat disebut berpeluang diistirahatkan setelah perjalanan jauh bersama tim nasional dan tampil 90 menit penuh di 2 laga beruntun, tetapi sebagian besar prediksi susunan pemain lokal tetap menempatkannya sebagai starter.
Dalam 3 pertemuan terakhir kedua tim di Artemio Franchi, Como 1907 selalu keluar sebagai pemenang. Namun, pada 2 di antaranya, Fiorentina mencetak gol lebih dulu dalam kurun 10 menit sebelum akhirnya terkena comeback. Pelatih dan susunan pemain kedua kubu saat itu juga sudah berbeda. Rekor ini bukan sekadar menunjukkan dominasi awal Como, melainkan menjadi gambaran bagaimana cara Fiorentina mengelola sisa waktu pertandingan setelah memimpin.
2. Analisis Matchup
Pada awal laga, Como 1907 kemungkinan besar akan memegang penguasaan bola lebih lama, sementara Fiorentina mempersempit jarak antara lini tengah dan lini belakang. Vanoli dilaporkan menyiapkan skema 4-3-3 agar Nico Paz tidak leluasa menerima bola di antara lini. Jika skema ini berubah mendekati 4-5-1 saat bertahan, Como harus menemukan ruang untuk mengalirkan bola kepada Nico Paz dan Baturina di area tengah. Menghadapi AS Roma, para pemain tengah Como yang mendapat penjagaan ketat terpaksa mengarahkan bola ke bek sayap atau melepaskan umpan panjang kepada Douvikas, yang membuat mereka hanya menghasilkan 5 tembakan dan xG 0,32 di babak pertama.
Fiorentina hari ini tidak bisa dipastikan akan menerapkan pressing seperti yang dilakukan AS Roma. Vanoli sendiri mengkritik pertahanan timnya yang dinilai terlalu pasif. Apabila Fagioli dan para gelandang di sisinya hanya menjaga jarak tanpa lekas mendekati pembawa bola, Como dapat terus mengalirkan umpan untuk membuka ruang bagi Nico Paz. Jika Nico Paz memulai dari bangku cadangan, peran tersebut di babak pertama akan lebih banyak diemban oleh Baturina dan Caqueret. Dalam skenario itu pun, masuknya Nico Paz pada babak kedua akan memaksa lini tengah Fiorentina kembali menyesuaikan jarak antarposisi.
Sekalipun Como 1907 kesulitan menciptakan tembakan terbuka dari tengah, ancaman kebobolan bagi Fiorentina tetap ada. Como mencatatkan rata-rata 22,7 tembakan per laga di liga musim ini dan mengemas 2 gol lewat situasi bola mati. Di sisi lain, Fiorentina salah membagi penugasan pemain saat bertahan dari sepak pojok kontra Napoli, serta kecolongan bola muntah tepisan De Gea yang disambar lawan ketika bersua Genoa. Pada situasi tembakan Como dari depan kotak penalti menghasilkan bola liar di muka gawang atau berbuah sepak pojok, Fiorentina wajib lebih dulu mengamankan bola. Evaluasi Vanoli soal kebobolan timnya meski formasi bertahan telah terbentuk akan diuji langsung hari ini.
Serangan Fiorentina kemungkinan besar akan langsung mengarah ke sisi kiri Como sesaat setelah merebut bola. Bek kiri Como, Valle, kerap bergerak ke tengah menyerupai gelandang saat timnya menyerang. Pada laga kontra Frosinone, Valle dan Baturina terlambat turun saat transisi kilat lawan ke depan gawang seusai sepak pojok Como, yang berujung kebobolan. Jika Fagioli berhasil menguasai bola sambil menghadap ke depan di lini tengah lalu mengirimkannya kepada Mastantuono, Mastantuono dapat menyisir sisi kiri pertahanan Como yang ditinggalkan Valle. Fiorentina pernah memperlihatkan skema serangan kilat ini saat mengalahkan Venezia di laga tandang lewat gelontoran 4 gol meski hanya mencatat 37% penguasaan bola.
Namun jalur ini juga bergantung pada beberapa syarat. Tiga gol Mastantuono di liga musim ini seluruhnya tercipta pada laga kontra Venezia, dan di luar laga itu Fiorentina minim mencetak gol dari open play secara langsung. Keberhasilan serangan ini akan ditentukan oleh kemampuan Mastantuono membawa bola secara normal dengan pelindung tangan, serta kesigapan Da Cunha dan Perrone dalam menutup umpan progresif pertama. Saat Mastantuono bergerak ke dalam dan bek kanan Jimenez ikut naik, Fiorentina pun meninggalkan ruang kosong di belakang sisi kanan. Jika Como mengalirkan bola ke area itu lewat Baturina, bek tengah Fiorentina harus membagi fokus antara menutup sisi sayap dan mengawal Douvikas.
Di sisi seberang, Couto dan Jesús Rodriguez dari Como berpeluang mengancam bek kiri Fiorentina. Napoli sebelumnya mengeksploitasi sisi kiri Fiorentina lewat Politano dan Di Lorenzo saat Viery berdiri terlalu rapat ke dalam. Jika Viery kembali menempati posisi tersebut hari ini, Como bisa memanfaatkan naiknya Couto serta penempatan posisi winger untuk mengirim umpan silang. Como memang belum mencetak gol lewat sundulan dari total 9 gol di liga, namun pada pertemuan Februari lalu, umpan silang Jesús Rodriguez berbuah gol bunuh diri. Fiorentina tidak hanya perlu mewaspadai tembakan Douvikas, tetapi juga harus sigap menyapu bola muntah hasil umpan silang.
Memasuki babak kedua, komposisi starter dan pergantian pemain dapat mengubah daya dobrak kedua kubu. Vanoli selalu melakukan pergantian pemain saat turun minum dalam 2 laga liga terakhir. Sementara itu, Fabregas memasukkan 3 pemain sekaligus saat turun minum kontra Frosinone serta pada menit ke-60 melawan Feyenoord. Jadwal Como yang akan menjamu Manchester United di Liga Champions tiga hari berselang turut menjadi pertimbangan rotasi menit bermain. Meski demikian, Douvikas, Da Cunha, dan Couto baru masuk pada menit ke-60 di laga kontra Feyenoord, sehingga faktor kelelahan tidak berdampak setara ke semua pemain Como.
Jika Nico Paz baru tampil di babak kedua, jumlah tembakan dari depan kotak penalti dan umpan akhir Como berpeluang meningkat pada periode tersebut. Fiorentina pun bisa memasukkan Beto guna menambah pemain yang berlari ke belakang garis pertahanan apabila Como menaikkan garis bek sayap dan menambah personel demi mengejar gol. Efektivitas pergantian kedua pelatih akan bergantung pada pendekatan tim yang sedang unggul: apakah memilih terus menekan demi gol tambahan, atau mengamankan penguasaan bola untuk membatasi frekuensi serangan lawan.
3. Kesimpulan Akhir
Meski Como 1907 diprediksi unggul dalam penguasaan bola dan tembakan, laga ini kami perkirakan berakhir tanpa pemenang. Fiorentina wajib waspada terhadap situasi bola mati serta bola muntah Como, sedangkan Como harus menutup celah di belakang sisi Valle sesaat setelah kehilangan penguasaan bola. Siapa pun yang mencetak gol lebih dulu, pihak lawan memiliki instrumen untuk menyamakan kedudukan.
Prediksi skor kami adalah ACF Fiorentina 2-2 Como 1907. Jika Como memimpin lewat bola mati atau bola muntah, Fiorentina diperkirakan mampu membalas lewat penyesuaian saat turun minum dan tusukan dari sisi kanan. Andaikan Fiorentina kemudian berbalik unggul, Como masih menyimpan tembakan luar kotak penalti Nico Paz serta opsi segar dari bangku cadangan di babak kedua untuk kembali menyamakan angka. Absennya Diao mengurangi ketajaman Como dalam memperlebar keunggulan lewat skema serangan balik. Di sisi lain, pertahanan Fiorentina masih rentan kebobolan di bawah Vanoli dan perlu memperbaiki pengelolaan tempo tepat setelah mencetak gol. Keunggulan fisik tuan rumah yang beristirahat 8 hari berbanding Como yang kembali melakoni laga tandang dalam tempo sekitar 3,5 hari juga dapat memengaruhi kesigapan bertahan Como pada babak kedua.
Pasaran lebih mengunggulkan kemenangan Como 1907 dengan mempertimbangkan posisi klasemen, statistik tembakan, rapuhnya pertahanan Fiorentina, serta catatan 3 kemenangan beruntun Como di Artemio Franchi. Penilaian bahwa Como akan menciptakan lebih banyak peluang memang beralasan, tetapi defisit poin Fiorentina sebagian besar dipengaruhi oleh 3 kekalahan beruntun di awal musim bersama pelatih sebelumnya. Kemampuan Como menjaga keunggulan tanpa Diao juga belum teruji sepenuhnya jika hanya berkaca pada rapor semusim ini. Namun, skenario imbang ini sulit terwujud apabila Fiorentina kembali kebobolan beruntun lewat bola mati dan bola muntah dalam 20 menit pertama, yang memungkinkan Como mengendalikan ritme laga lewat penguasaan bola.