Pada akhirnya, penentunya adalah siapa yang kakinya masih lebih segar setelah menempuh lebih banyak menit bermain. Arab Saudi harus menjalani 120 menit dan adu penalti untuk menyingkirkan Qatar, bahkan pelatih mereka menyebutnya melelahkan. Uni Emirat Arab bermain 90 menit melawan Oman dan datang dengan catatan gol yang lebih tajam. Perbedaan beban itu menjadi dasar penilaian saya.
Pertahanan Arab Saudi memang kekuatan utama mereka. Mereka belum kebobolan dalam empat pertandingan, dan perkiraan susunan pemain mempertahankan empat bek yang menjalankan sebagian besar tugas itu. Namun, semifinal memperlihatkan sisi lainnya: mereka melepaskan banyak tembakan ke gawang Qatar yang bertahan dalam, tetapi tetap gagal mencetak gol. Jadi, catatan nirbobol itu tidak berarti mereka mudah menemukan jalan untuk mencetak gol.
Uni Emirat Arab mencetak gol di keempat pertandingan mereka. Sebagian besar gol itu datang saat menghadapi tim-tim grup yang lebih lemah, sementara mereka hanya mencetak satu gol melawan Qatar dan satu gol melawan Oman. Jadi, saya tidak menganggap catatan itu sebagai jaminan. Yang penting adalah cara mereka mencetak gol. Camara tajam dalam duel udara dan mencetak gol sundulan saat melawan Oman. Umpan silang yang mengarah kepadanya bisa sulit diantisipasi barisan belakang yang mulai kelelahan, terutama di menit-menit akhir. Mereka juga gagal mengeksekusi penalti di semifinal, yang menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan peluang melawan Oman, bukan sekadar bertahan setelah unggul.
Kedua tim mendapat waktu istirahat yang sama sejak semifinal, jadi selisihnya terletak pada tambahan 30 menit dan adu penalti yang harus dijalani Arab Saudi. Dua tim yang terorganisasi, sebuah final, dan serangan Uni Emirat Arab yang hanya membutuhkan satu celah untuk menembus lini belakang yang sudah terkuras: itulah gambaran yang saya jadikan pegangan.
Dukungan suporter tuan rumah dan catatan nirbobol Arab Saudi sudah dikenal luas dan turut membentuk pandangan terhadap pertandingan ini. Saya bertumpu pada perbedaan beban dan cara Uni Emirat Arab mencetak gol, bukan pada pergerakan pasaran.