[26-27 UEL Liga Eropa UEFA Fase liga] Analisis & Preview Ferencvárosi TC vs SCU Torreense Kick-off: 22 Oktober 23.45 WIB
Ferencvárosi TC akan menjamu SCU Torreense di Groupama Arena, Budapest, pada 22 Oktober pukul 23.45 WIB. Bagi tuan rumah yang sudah mengoleksi 2 kemenangan di fase liga Liga Eropa UEFA, laga ini menjadi kesempatan untuk terus bersaing memperebutkan tiket langsung ke babak 16 besar. Ini merupakan pertemuan perdana kedua tim di kompetisi Eropa. Ferencvárosi TC memang diunggulkan, tetapi margin kemenangannya akan sangat bergantung pada pendekatan permainan Torreense.
1. Ikhtisar Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Ferencvárosi TC saat ini menempati posisi ke-7 dengan 6 poin setelah menang 3-1 di kandang Celtic dan unggul 2-1 saat menjamu Viktoria Plzeň. Sementara itu, SCU Torreense berada di urutan ke-19 dengan 3 poin menyusul kemenangan tandang di markas Lillestrøm serta kekalahan kontra Sunderland. Delapan tim teratas di fase liga berhak lolos langsung ke babak 16 besar. Mengingat Ferencvárosi TC masih harus bertandang ke markas AC Milan dan menjamu Juventus, mengamankan poin penuh di kandang sendiri menjadi kebutuhan besar bagi mereka.
Fase Liga Liga Eropa Peringkat & Poin: Ferencvárosi TC peringkat ke-7 (6 poin) / SCU Torreense peringkat ke-19 (3 poin) Selisih Gol (2 laga): Ferencvárosi TC 5 memasukkan, kebobolan 2 / SCU Torreense 3 memasukkan, kebobolan 3 Laga Terakhir: Ferencvárosi TC 1-1 vs Kisvárda / SCU Torreense 1-2 vs Sunderland
Kedua tim sama-sama memperlihatkan kontras antara performa liga domestik dan hasil kompetisi Eropa. Ferencvárosi TC belum terkalahkan dengan rekor 8 menang dan 2 imbang di kualifikasi serta fase utama Liga Eropa, namun mereka tertahan di posisi ke-6 liga Hungaria akibat meraih 4 hasil imbang beruntun. Pelatih Balazs Borbely menerangkan bahwa timnya kesulitan membongkar lawan yang bermain bertahan sangat rendah seperti Nyíregyháza dan Kisvárda. Sebaliknya, saat tandang ke Celtic, mereka memanfaatkan celah yang terbuka saat lawan menyerang dan sukses melesakkan 3 gol. Karena hari ini untuk pertama kalinya mereka memegang peran sebagai tim unggulan di fase liga Eropa, mereka tidak bisa hanya mengandalkan serangan balik seperti kontra Celtic.
Torreense lolos ke Liga Eropa berkat gelar juara Piala Portugal musim lalu, namun di Liga 2 Portugal musim ini mereka terdampar di posisi ke-15 dari 18 tim hingga pekan ke-7. Di Eropa, mereka selalu mencetak gol dalam 2 pertandingan dengan penguasaan bola di kisaran 30% dan berhasil mengalahkan Lillestrøm. Kendati demikian, saat melawan Sunderland mereka hanya melepaskan 3 tembakan untuk menghasilkan 1 gol, dengan expected goals (xG) pertandingan tersebut cuma 0,04. Gol pembuka jarak jauh yang dicetak Volnei Feltes setelah menggiring bola dari wilayah sendiri membuktikan kapasitas mencetak gol Torreense, tetapi itu bukan bukti bahwa mereka mampu menciptakan peluang secara berkesinambungan di laga tersebut.
Pelatih Borbely memperkirakan Torreense akan bertahan lebih rendah ketimbang Plzeň. Di sisi lain, asisten pelatih Torreense, Carlos Simões, menyatakan ingin menguasai bola sebanyak mungkin. Dengan kata lain, Ferencvárosi TC bersiap membongkar pertahanan rapat, sementara Torreense menyusun rencana menyerang sembari meredam pressing lawan. Mengingat kedua tim belum pernah bertemu di laga resmi, rekor pertemuan tidak bisa dijadikan dasar untuk menentukan rencana siapa yang bakal berjalan.
Ferencvárosi TC biasanya turun dengan formasi dasar 4-2-3-1. Bermain di kandang, mereka menerapkan pressing dari lini depan, dan begitu merebut bola, Kristoffer Zachariassen akan merangsek dari lini kedua ke kotak penalti. Zachariassen selalu menjadi starter dalam 10 pertandingan kualifikasi dan fase utama Liga Eropa musim ini dengan torehan 6 gol dan 3 assist. Pada laga kontra Celtic, tusukan Yusuf Bamidele dari sisi kanan berujung pada terciptanya gol, sedangkan saat menghadapi Plzeň, Zachariassen mencetak gol pembuka tepat setelah lawan kehilangan bola di lini tengah. Namun, saat bersua Kisvárda, mereka kesulitan menembus pertahanan tengah yang rapat melalui operan sehingga baru sanggup menyamakan kedudukan pada menit ke-75.
Di lini tengah, Matúš Bero dan Bence Ötvös harus absen, tetapi Corbu dan Ádám Nagy sudah biasa mengisi posisi tersebut. Sektor ujung tombak justru membutuhkan perhatian ekstra. Reni Joseph, yang menyumbang 4 gol di babak kualifikasi, tidak masuk dalam catatan penampilan laga-laga terkini, sedangkan Franko Kovačević diragukan tampil. Krisztián Lisztes, yang belakangan dipasang sebagai ujung tombak, ditarik keluar pada menit ke-64 melawan Plzeň dan diganti saat turun minum kontra Kisvárda. Mengingat Ferencvárosi TC melepaskan banyak umpan silang pada babak pertama kontra Plzeň tanpa membuahkan gol, figur yang mampu menyelesaikan serangan sayap di dalam kotak penalti menjadi krusial. Kesiapan kiper Dénes Dibusz juga belum pasti; Dániel Radnóti yang mengawal gawang akhir-akhir ini sempat membuat blunder saat menguasai bola di lini belakang pada awal laga melawan Kisvárda hingga berujung penalti.
Di kubu Torreense, Nuha Jatta telah kembali ke skuad tandang setelah menuntaskan hukuman larangan bertanding di kompetisi Eropa. Volnei yang bermain sebagai bek tengah sempat mencetak gol lewat akselerasi membawa bola melawan Sunderland, tetapi operan ceroboh dan dribelnya di fase build-up lini belakang juga memicu momen berbahaya. Torreense sempat meredam serangan lawan di babak pertama kontra Sunderland lewat keunggulan jumlah pemain di area sayap, namun setelah sang lawan memasukkan 4 pemain pilar pada menit ke-58, mereka kebobolan pada menit ke-67 dan masa injury time.
Jadwal pertandingan lebih menguntungkan Torreense. Karena liga Portugal menggeser laga berikutnya ke hari Senin, Torreense mendapatkan waktu istirahat 6 hari setelah menghadapi Sunderland. Sebaliknya, Ferencvárosi TC harus kembali bertanding hanya berselang tiga hari usai melawat ke markas Kisvárda, dan tiga hari kemudian sudah ditunggu pertandingan liga melawan MTK. Kendati begitu, pelatih Borbely merotasi 4 starter antara duel kontra Plzeň dan Kisvárda. Mengingat pemain yang menit bermainnya diatur pada akhir pekan bisa kembali tampil, perbedaan waktu istirahat ini tidak bisa disamaratakan ke seluruh starter.
2. Analisis Matchup
Duel paling menentukan adalah build-up lini belakang Torreense melawan pressing Ferencvárosi TC. Jika Torreense mengandalkan penguasaan bola melalui operan pendek, Volnei bersama Amine Oudrhiri dan Alejandro Alfaro yang turun mendekati lini pertahanan akan langsung menghadapi pressing. Saat melawan Plzeň, Ferencvárosi TC sukses mencetak gol ketika lawan kehilangan bola di lini tengah dan Zachariassen menusuk ke belakang garis pertahanan. Jika Torreense kehilangan bola di area serupa, tim tuan rumah berpeluang memperoleh celah serangan yang sama. Inilah alasan Simões menegaskan perlunya antisipasi khusus terhadap pressing lawan.
Torreense sebenarnya tidak harus terus-menerus membangun serangan dari bawah secara pendek. Menghadapi Sunderland, mereka memadukan operan panjang dan penguasaan bola, dengan menempatkan Manuel Pozo tinggi di depan sebagai titik tolak transisi serangan. Apabila Pozo dapat menerima umpan panjang dan menahan bola, Oudrhiri serta Alfaro bisa maju membantu, sekaligus memberi waktu bagi bek sayap untuk mengirimkan umpan silang. Pada laga melawan Lillestrøm, umpan silang bek kanan David Bruno dan bek kiri Javi Vázquez masing-masing berbuah gol. Sebaliknya, bila Pozo kalah dalam duel perebutan bola, Torreense harus langsung kembali bertahan.
Di sektor sayap, pergerakan Javi Vázquez dan Bamidele akan saling beradu. Javi Vázquez aktif membantu penyerangan saat bersua Lillestrøm hingga membidani gol Pozo. Bamidele sendiri melakukan penetrasi di sisi kanan saat melawan Celtic untuk mengkreasikan gol Zachariassen. Ketika Javi Vázquez maju mengirim umpan silang, Bamidele dapat mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkannya. Namun bila Bamidele kurang disiplin membantu pertahanan, kesempatan Javi Vázquez untuk naik menyerang akan makin terbuka. Jika Torreense kembali menerapkan penjagaan 2 lawan 1 terhadap penyerang sayap seperti saat menghadapi Sunderland, Ferencvárosi TC tidak boleh hanya mengulang-ulang tusukan dari sayap, melainkan harus jeli mencari momentum bagi Zachariassen untuk menusuk dari tengah.
Pada fase awal pertandingan, Torreense juga bisa menerapkan pressing di garis tinggi. Dalam 5 menit pertama kontra Lillestrøm, Malik Abubakari sempat mendapatkan 2 peluang tembakan. Jika Dibusz berhalangan tampil dan Radnóti berdiri di bawah mistar gawang, Torreense berpeluang menekan build-up Ferencvárosi TC dari belakang demi memburu gol pembuka. Fakta bahwa Ferencvárosi TC selalu kebobolan dalam 5 laga terakhir juga patut diwaspadai. Namun, jika Torreense minim kreasi peluang seperti saat bersua Sunderland, catatan kebobolan tersebut saja belum cukup untuk menjamin lahirnya gol bagi mereka hari ini.
Apabila laga berjalan alot tanpa gol, skema pertahanan Torreense akan memegang peranan vital. Jika Torreense menutup celah sayap dan bertahan rapat dengan format 5-4-1, Ferencvárosi TC bakal kembali terbentur problem yang mereka alami di kancah domestik. Saat melawan Kisvárda, mereka terlalu lambat memutar bola di lini belakang sehingga tak mampu merangsek ke tengah, dan pada babak pertama kontra Plzeň serangkaian umpan silang mereka gagal berbuah gol. Dalam situasi tersebut, tusukan Zachariassen, perebutan bola di wilayah lawan, serta kejelian umpan dari pemain pengganti akan menjadi jalur serangan yang jauh lebih menentukan.
Di babak kedua, pergantian pemain dan stamina dapat memberi pengaruh. Torreense mengalami penurunan fisik pada paruh kedua laga melawan Lillestrøm hingga lebih banyak tertekan, dan dalam 3 laga musim ini yang tercatat waktunya, mereka selalu kebobolan gol di atas menit ke-65. Di sisi lain, Ferencvárosi TC memiliki amunisi seperti Daniel Arzani dan Callum O'Dowda yang sanggup mengubah alur serangan lewat pergantian pemain atau penyesuaian susunan starter. Kendati demikian, Torreense mengantongi waktu istirahat 6 hari menjelang partai ini, sedangkan lini belakang serta Corbu di kubu Ferencvárosi TC harus kembali bertanding hanya dalam tempo tiga hari. Menit kebobolan Torreense pada laga terdahulu tidak serta-merta memastikan mereka akan kebobolan dengan pola serupa hari ini.
3. Kesimpulan Akhir
Kami menilai Ferencvárosi TC memiliki peluang menang lebih besar. Rencana penguasaan bola yang disampaikan Torreense justru membuka ruang bagi pressing tuan rumah untuk menargetkan Volnei dan alur build-up di lini tengah. Serangan kilat lewat Zachariassen yang menerobos kotak penalti usai merebut bola sudah terbukti menghasilkan gol saat melawan Plzeň. Sekalipun Torreense berupaya lepas dari pressing lewat umpan panjang, bek sayap mereka akan sulit maju mengirim umpan silang selama Pozo tidak sanggup menahan bola di depan.
Kendati demikian, meraih kemenangan dan menang dengan selisih gol besar adalah dua hal yang berbeda. Pasaran memang condong mengunggulkan Ferencvárosi TC mengingat rekor kandang mereka yang tangguh serta jurang kualitas kedua liga, sehingga ekspektasi kemenangan dengan skor telak ikut meningkat. Kami sepakat dengan arah hasil pertandingan, tetapi memprediksi margin skor akan lebih ketat. Ketidakpastian komposisi ujung tombak Ferencvárosi TC belakangan ini membuat penyelesaian akhir dari umpan silang sulit dipastikan tajam. Pelatih Borbely juga meminta timnya lebih sadar menjaga keunggulan setelah kebobolan di pengujung laga kontra Plzeň, ditambah lagi jadwal liga yang menanti tiga hari berselang. Perlu diingat pula bahwa 2 gol yang bersarang ke gawang Torreense di babak kedua kontra Sunderland baru tercipta setelah sang lawan memasukkan 4 pemain pilar sekaligus.
Prediksi skor adalah Ferencvárosi TC 2-1 SCU Torreense. Kami memperkirakan tuan rumah akan mencetak gol pembuka lewat pressing terhadap build-up lini belakang Torreense, disusul gol kedua di babak kedua memanfaatkan kombinasi pemain pengganti atau celah ruang saat Torreense mulai keluar menyerang. Torreense tetap memiliki jalan memperkecil kedudukan lewat serangan transisi ke arah Pozo dan umpan silang dari sayap. Begitu Ferencvárosi TC unggul dan beralih menjaga ritme keunggulan, torehan gol tambahan kemungkinan akan tertahan. Perkiraan ini bisa berubah bila Torreense sejak menit awal konsisten melepas umpan panjang untuk menghindari pressing. Jika itu terjadi, jalur tuan rumah merebut bola untuk mencetak gol pembuka akan berkurang, dan duel sengit bisa berlangsung lebih lama.