Lens–Sporting berakhir 0–2, tetapi skor itu menyisakan pertanyaan yang sulit dijawab bagi siapa pun yang menyaksikan laga: di mana tekanan Lens mulai gagal? Lens melepaskan lebih banyak tembakan dan catatan xG-nya sedikit lebih tinggi, sementara Sporting mencetak gol sekali di tiap babak. Jumlah tembakan saja tak bisa menjelaskan apakah Sporting berhasil menutup peluang-peluang terbaik atau Lens gagal menuntaskannya. Apakah Sporting mengubah bentuk permainannya setelah unggul, atau Lens terus menemukan celah yang sama?
Catatan sementara pertandingan menunjukkan Lens mencatat 21 tembakan dan 1.72 xG, sedangkan Sporting 11 tembakan dan 1.67 xG. xG Lens tercatat lebih tinggi sebelum turun minum dibandingkan setelahnya; Sporting justru sebaliknya. Pembagian ini layak dicocokkan dengan jalannya pertandingan, tetapi belum cukup untuk menjelaskan semuanya.