[26-27 UEL Liga Eropa UEFA Fase liga] Preview Analisis Lech Poznań vs Bayer 04 Leverkusen Kick-off: 15 Oktober, 23.45 WIB
Lech Poznań akan menjamu Bayer 04 Leverkusen di Enea Stadion, Poznan, pada 15 Oktober pukul 23.45 WIB. Ini merupakan laga matchday 2 league phase UEFA Europa League sekaligus pertemuan resmi perdana bagi kedua tim. Bagi Lech Poznań yang kalah 0-4 pada laga pertama, laga kandang ini menjadi momen krusial untuk mendulang poin, sementara bagi Leverkusen yang mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-0, laga ini menjadi ujian bagi pertahanan mereka saat melakoni laga tandang.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Lech Poznań, yang berstatus juara bertahan Ekstraklasa Polandia dua musim beruntun, saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan rekor 7 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan dari 9 laga. Mereka terpaut 3 poin dari sang pemuncak klasemen, Górnik Zabrze, namun masih mengantongi tabungan 1 laga. Meski tetap kompetitif di kancah domestik, mereka takluk 0-4 dari Crystal Palace pada laga pembuka Europa League. Kala itu, mereka sempat menciptakan peluang sejak menit awal, tetapi kebobolan setelah lemparan ke dalam di samping kotak penalti sendiri berhasil direbut lawan, disusul gol dari situasi sepak pojok dan penalti. Oleh karena itu, kita perlu membedakan antara kemampuan mereka menjaga intensitas serangan di kandang dengan kemampuan mengelola kesalahan saat berjumpa lawan yang tangguh.
Leverkusen mengumpulkan 10 poin dari 5 laga awal Bundesliga. Di bawah asuhan pelatih Carles Martinez yang membawa perubahan pada skuad dan formasi dasar, mereka selalu mencetak 2 gol atau lebih dalam 7 laga resmi musim ini. Pada laga pertama Europa League, mereka mengalahkan NK Celje 2-0, dan pada laga tandang terakhir sukses menang 4-3 atas Mainz. Namun, saat menghadapi Mainz, mereka sempat membuang keunggulan 2-0 hingga disamakan, lalu kembali kebobolan menjelang laga bubar usai sempat unggul 2 gol lagi. Hasil tersebut memperlihatkan ketajaman lini serang sekaligus persoalan dalam mempertahankan keunggulan di laga tandang.
Poin Utama Laga pertama Europa League: Crystal Palace vs Lech Poznań (tandang) 4-0 / Bayer 04 Leverkusen vs NK Celje (kandang) 2-0 Laga resmi terakhir: Śląsk Wrocław vs Lech Poznań (tandang) 1-4 / Mainz vs Bayer 04 Leverkusen (tandang) 3-4 Absensi utama laga ini: Lech Poznań tanpa Murawski (skorsing), Sayyadmanesh dan Douglas cedera, serta kabar pencoretan Rodríguez dari starter / Bayer 04 Leverkusen tanpa Kofane dan Ben Seghir (cedera), Hofmann serta Boniface tidak masuk daftar skuad
Komposisi pemain Lech Poznań yang menghasilkan kemenangan 4-1 pada laga sebelumnya dipastikan tidak bisa dipertahankan. Radosław Murawski, pilar perebut bola di lini tengah, harus absen karena sanksi kartu merah dari laga melawan Crystal Palace. Di lini serang lapis kedua, Allahyar Sayyadmanesh menepi akibat cedera, sementara Pablo Rodríguez yang telah mengoleksi 6 gol dan 5 assist dalam 17 laga resmi musim ini dilaporkan akan ditepikan dari susunan starter atas keputusan pelatih. Rodríguez kemungkinan hanya akan duduk di bangku cadangan. Bek tengah Barry Douglas juga absen karena patah tulang rusuk, sehingga posisi tandem Antoni Mónka diperkirakan akan diisi oleh Bartosz Skrzypczak atau Alex Douglas Yegbe.
Pelatih Niels Frederiksen menyatakan bahwa timnya akan tetap mempertahankan gaya bermain berbasis penguasaan bola dan menyerang, namun ada kalanya mereka harus bertahan lebih dalam saat menghadapi Leverkusen. Terkait seberapa lama mereka akan menerapkan pressing tinggi, laporan konferensi pers menunjukkan kabar yang beragam. Di lini tengah, Filip Jagiełło, Gustav Berggren, dan Antoni Kozubal dilaporkan akan turun sejak awal. Kestabilan trio ini dalam melepaskan umpan pertama di tengah pressing ketat Leverkusen akan menjadi faktor penting pada awal pertandingan.
Di bawah kendali Martinez, Leverkusen beralih dari formasi tiga bek ke skema dasar 4-2-3-1. Salah satu bek sayap didorong maju, sementara Aleix García bertugas mengatur transisi ke sayap dan melepaskan umpan panjang dari lini tengah. Patrik Schick bergerak mencari celah di belakang garis pertahanan lawan dari posisi tengah, sedangkan Ibrahim Maza dan barisan penyerang sayap terlibat dalam pressing dan transisi cepat. Sebagian besar pemain yang belakangan menjadi starter di liga siap tampil. Sebaliknya, Kofane yang kerap merotasi Schick tengah cedera, dan Jonas Hofmann absen karena tidak didaftarkan untuk ajang Europa League. Jika pertandingan berjalan ketat hingga babak kedua, opsi Leverkusen untuk merotasi penyerang tengah guna menyegarkan serangan menjadi terbatas.
Lech Poznań memetik 7 kemenangan dari 9 laga kandang resmi musim ini, dan sekitar 40.000 suporter diprediksi memadati stadion. Kendati demikian, catatan kandang apik tersebut ditopang oleh kemenangan telak di kompetisi domestik dan kualifikasi Eropa. Pada babak utama Europa League, mereka justru menelan 4 kekalahan dari 6 laga kandang terakhir. Sebaliknya, Leverkusen mencatatkan clean sheet di tiga laga kandang musim ini, namun sudah kebobolan 8 gol dalam 3 laga tandang Bundesliga. Catatan kandang maupun tandang semata tidak lantas menjadi jaminan soliditas pertahanan kedua kubu pada laga ini.
Kedua tim belum pernah bertemu di kompetisi resmi. Lech Poznań mencatatkan 2 hasil imbang dan 3 kekalahan dari 5 laga melawan tim asal Jerman di kompetisi Eropa, sedangkan Leverkusen selalu menang dalam 4 laga menghadapi tim Polandia. Kendati begitu, catatan Leverkusen tersebut tercipta sebelum kedatangan Martinez dan perombakan taktiknya. Faktor jadwal laga lebih berpengaruh secara langsung terhadap penilaian saat ini. Kedua tim sama-sama memainkan laga terakhir pada 10 Oktober dan harus kembali turun ke liga domestik tiga hari setelah laga ini. Lawan Leverkusen berikutnya adalah sang pemuncak klasemen, SC Freiburg. Martinez menyatakan akan menurunkan susunan pemain terbaik yang tersedia, tetapi tetap menekankan pentingnya manajemen kebugaran pemain. Dampak jadwal padat ini kemungkinan lebih terlihat pada waktu pergantian pemain ketimbang susunan sebelas pertama.
2. Analisis Duel Antarlini
Celah yang akan dibidik Leverkusen adalah umpan pertama dari Lech Poznań. Saat melawan Crystal Palace, Lech Poznań berulang kali melepaskan umpan lambat ke tengah lapangan saat menerima tekanan lawan, dan satu kesalahan keputusan di lini belakang berujung kebobolan pertama. Leverkusen mengandalkan Schick dan Maza untuk menutup jalur umpan di area tinggi, dan begitu bola direbut di lini tengah, Diaby serta Moreira akan bergerak maju dengan cepat. Pada laga kontra Mainz, gol mereka juga lahir lewat serangan kedua pemain tersebut setelah sukses merebut bola di lini tengah. Jika lini tengah baru Lech Poznań tanpa Murawski gagal mempertahankan bola, tuan rumah bisa dipaksa bertahan di area sendiri bahkan sebelum sempat melancarkan serangan.
Frederiksen tentu memiliki opsi antisipasi. Alih-alih memaksakan umpan pendek di tengah, melepaskan umpan panjang ke arah Ishak untuk melompati garis pressing lawan dapat meminimalkan risiko kehilangan bola di area pertahanan sendiri. Pada fase ketika Lech Poznań memilih menerapkan pressing tinggi, situasi sebaliknya bisa saja terjadi. Saat bertandang ke markas Elversberg, Leverkusen sempat kelabakan menghadapi pressing depan hingga kebobolan 2 gol dalam tempo 61 detik, dengan salah satu gol berawal dari blunder umpan bek tengah Edmond Tapsoba. Meski demikian, belum ada indikasi kesalahan serupa terulang setelah laga tersebut. Seberapa kuat dan pada momen apa Lech Poznań akan menerapkan pressing juga belum dapat dipastikan.
Di sektor sayap, naiknya bek kiri Leverkusen, Alejandro Gutiérrez, membuka peluang bagi kedua kubu. Saat Gutiérrez naik membantu serangan, Leverkusen dapat melepaskan umpan silang dari area tersebut. Pada laga melawan RB Leipzig, umpan silang dari sisi kiri berhasil disambar Schick yang menyusup ke belakang bek tengah untuk mencetak gol pembuka. Namun, jika Leverkusen kehilangan bola, area yang ditinggalkan Gutiérrez akan menyisakan ruang terbuka. Bek kanan Lech Poznań, João Pereira, sudah mencatatkan 3 assist musim ini, dan pemain seperti Wålemark atau Daniel Håkans yang mungkin masuk di babak kedua dapat memanfaatkan celah tersebut dengan transisi cepat.
Strategi menyerang itu tentu menghadirkan konsekuensi defensif. Jika Pereira maju terlalu tinggi untuk mengeksploitasi ruang di belakang Gutiérrez lalu Lech Poznań kehilangan bola, penyerang sayap kiri Leverkusen bersama Gutiérrez dapat mengeksploitasi ruang kosong di belakang Pereira. Lech Poznań akan lebih mudah memaksimalkan sektor sayap ini saat merebut bola di area rendah lalu langsung mengalirkannya ke kanan, ketimbang saat membangun serangan lewat penguasaan bola yang panjang. Inilah alasan mengapa pendekatan bertahan lebih dalam yang diisyaratkan Frederiksen bisa terhubung langsung dengan peluang mencetak gol bagi Lech Poznań.
Situasi bola mati menjadi jalur serangan yang lebih menjanjikan bagi Leverkusen. Empat gol terakhir Leverkusen di babak utama kompetisi Eropa seluruhnya lahir dari skema sepak pojok, termasuk kedua gol saat mengalahkan NK Celje. Di sisi lain, Lech Poznań kebobolan lewat sundulan dari sepak pojok saat menghadapi Crystal Palace, dan saat berjumpa Górnik Zabrze, mereka kebobolan 2 gol beruntun di babak kedua dari situasi sepak pojok dan umpan silang. Skrzypczak dan Jagiełło, yang positioning-nya sempat disorot kala itu, berpeluang besar kembali menjadi starter pada laga ini. Absennya Murawski memang akan mengubah pembagian duel udara, namun tidak ada jaminan hal itu akan memperbaiki pertahanan mereka.
Lech Poznań pun berpeluang membongkar kelemahan pertahanan bola mati Leverkusen. Saat bertandang ke markas Augsburg, Leverkusen luput mengawal penyerang lawan dalam situasi sepak pojok, dan di kandang Mainz mereka kebobolan akibat bola liar usai sepak pojok. Ishak dapat menjadi tumpuan utama serangan Lech Poznań. Hanya saja, frekuensi gol bola mati Lech Poznań tidak sebanyak Leverkusen. Adanya kelemahan serupa pada kedua tim tidak serta-merta membuat peluang mencetak gol mereka berada pada level yang setara.
Respons setelah gol pembuka juga akan sangat menentukan. Jika Leverkusen unggul lebih dahulu, Lech Poznań yang membutuhkan poin akan terdorong untuk bermain lebih terbuka, dan situasi ini memberi ruang bagi Leverkusen untuk memburu gol tambahan melalui perebutan bola di lini tengah serta perpindahan bola ke sayap. Saat melawan Crystal Palace, Lech Poznań langsung tertinggal jauh di babak pertama lewat sepak pojok dan penalti setelah kebobolan gol pembuka. Di sisi lain, Leverkusen juga sempat gagal menjaga keunggulan 1-0 atas Augsburg dan 2-0 atas Mainz. Jika Lech Poznań mampu menjaga selisih hanya 1 gol hingga pertengahan babak kedua, serangan melalui Wålemark atau Håkans berpotensi kembali menguji pertahanan tandang Leverkusen.
3. Prediksi Akhir dan Kesimpulan
Skenario yang paling memungkinkan adalah Leverkusen memimpin lebih dulu dan Lech Poznań berusaha mengejar ketertinggalan. Skema sepak pojok Leverkusen mengincar kelemahan pertahanan Lech Poznań yang berulang kali kebobolan dari situasi tersebut musim ini. Selain itu, pressing tinggi Leverkusen akan menghadapi formasi lini tengah baru tuan rumah tanpa Murawski. Jika Lech Poznań bermain lebih terbuka usai tertinggal, umpan silang Gutiérrez serta serangan kilat pasca-rebutan bola di lini tengah bisa menjadi jalan lahirnya gol tambahan. Lech Poznań sejatinya memiliki kecepatan untuk memanfaatkan ruang di belakang bek kiri lawan, namun potensi dicadangkannya Rodríguez serta absennya Sayyadmanesh mengurangi variasi opsi mencetak gol dari lini kedua.
Pasaran lebih mengunggulkan Leverkusen berdasarkan catatan produktivitas gol mereka yang konsisten, kekalahan telak 0-4 Lech Poznań sebelumnya, serta daftar pemain yang absen. Kami sepakat dengan arah hasil pertandingan tersebut, namun ada perbedaan pada proyeksi jumlah gol. Pasaran cenderung memprediksi pertandingan dengan skor yang relatif ketat, tetapi efektivitas sepak pojok dan pressing Leverkusen akan langsung berhadapan dengan celah pada komposisi pertahanan dan lini tengah Lech Poznań saat ini. Di samping itu, Lech Poznań juga memiliki celah untuk mencetak gol balasan ke gawang Leverkusen yang rentan saat tandang. Jika Leverkusen memilih mengistirahatkan pemain pilar setelah unggul demi menatap laga liga tiga hari kemudian, Lech Poznań berpeluang memperkecil ketertinggalan di babak kedua.
Prediksi skor adalah 1-3 untuk keunggulan tim tamu. Leverkusen diperkirakan memimpin lebih dulu lewat situasi bola mati dan perebutan bola di lini tengah, lalu mencetak 3 gol dengan memanfaatkan ruang terbuka saat Lech Poznań terpaksa naik menyerang. Lech Poznań diprediksi mampu membalas 1 gol lewat serangan balik dari sisi sayap pada babak kedua, namun hal itu belum cukup untuk membalikkan keunggulan Leverkusen. Prediksi ini berdasar pada asumsi bahwa pressing Leverkusen akan membuahkan peluang di lini tengah Lech Poznań. Apabila Lech Poznań mampu menghindari jebakan pressing dengan bola-bola panjang serta bertahan disiplin menghadapi sepak pojok lawan, jumlah gol Leverkusen dan margin skor akhir bisa lebih tipis dari perkiraan.