[Serie A Italia 2026/27] Analisis dan preview Como 1907 vs AS Roma Kick-off: 11 Oktober pukul 19.30 waktu Korea
Como 1907 dan AS Roma akan bertanding pada pekan ke-6 Serie A di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 11 Oktober pukul 19.30 waktu Korea. Como 1907 tertinggal 3 poin dari pemuncak klasemen AS Roma dan bisa menyamai poin mereka jika menang di kandang. Kedua tim sama-sama dijadwalkan bermain di Liga Champions tiga hari lagi, jadi komposisi starter dan pergantian pemain di babak kedua juga bisa memengaruhi hasil.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
AS Roma mengumpulkan 13 poin dari 5 laga liga, dengan catatan 4 menang dan 1 imbang serta 14 gol dan 3 kebobolan. Como 1907 meraih 10 poin dari 3 menang, 1 imbang, dan 1 kalah, dengan 9 gol dan 6 kebobolan. AS Roma memang unggul di klasemen, tetapi musim ini masing-masing baru sekali menghadapi tim yang berada di 6 besar. AS Roma bermain imbang 2-2 dengan Inter Milan, sementara Como 1907 kalah 0-2 dari Frosinone. Karena itu, selisih gol saat ini belum cukup untuk langsung dijadikan ukuran perbedaan kekuatan kedua tim di laga ini.
Catatan 5 laga liga: Como 1907 3 menang, 1 imbang, 1 kalah, 10 poin / AS Roma 4 menang, 1 imbang, 13 poin Gol dan kebobolan: Como 1907 9 gol dan 6 kebobolan / AS Roma 14 gol dan 3 kebobolan Pemain absen utama: Como 1907, Moise Kean / AS Roma, Mile Svilar dan Bryan Cristante
Como 1907 kalah saat bertandang ke Frosinone pada laga terakhir, tetapi mencatat 25 tembakan dan xG 2,13. Peluang mencetak gol sempat tercipta, termasuk sundulan Douvikas di awal laga yang ditepis dan tembakan Baturina yang dihalau tepat di garis gawang. Namun, Frosinone juga melepaskan 21 tembakan dan mencatat xG 1,93. Gol kedua mereka berawal dari serangan balik setelah Como 1907 kehilangan bola tak lama usai sepak pojok. Como harus bisa menghentikan lawan yang bergerak cepat ke depan setelah mereka mengirim banyak pemain untuk menyerang. Masalah itu bisa kembali muncul di laga ini. Como 1907 selalu kebobolan dalam 6 pertandingan resmi musim ini.
AS Roma belum terkalahkan dalam 10 laga resmi terakhir, dengan 8 kemenangan dan 2 hasil imbang. Saat melawan Torino, Gianluca Mancini merebut bola di posisi tinggi dan Paulo Dybala mengirim umpan kepada Malen untuk membuka skor. Namun, pengelolaan babak kedua melawan lawan kuat masih menimbulkan tanda tanya. AS Roma unggul 1-0 saat turun minum melawan Fenerbahçe SK, tetapi laga berakhir 1-1. Mereka juga sempat memimpin 2-0 di babak pertama melawan Inter Milan sebelum akhirnya bermain imbang 2-2. Gol Inter tak lama setelah babak kedua dimulai berawal dari Mancini yang kehilangan bola saat maju. Setelah tiga pergantian pemain pada menit ke-60, aliran bola ke depan dan umpan ke sisi seberang juga melemah.
Kedua tim punya pola permainan yang jelas. Como 1907 asuhan Cesc Fabregas membangun serangan lewat umpan pendek dari belakang, lalu mencari Anastásios Douvikas di lini depan melalui Nico Paz, Assane Diao, dan Martin Baturina. AS Roma asuhan Gian Piero Gasperini mengandalkan formasi 3-4-2-1 untuk menekan pemain lawan di posisi tinggi. Begitu merebut bola, Dybala mencari pergerakan Malen. AS Roma tercatat 29 kali merebut bola di sepertiga akhir lapangan lawan, sesuai dengan pola serangan tersebut (Forza Roma, 10 Oktober).
Absennya pemain berdampak berbeda bagi kedua tim. Kean tidak masuk dalam daftar pemain Como 1907, tetapi Douvikas yang lebih sering menjadi starter di lini depan belakangan ini. Jadi, dampak utamanya adalah berkurangnya pilihan penyerang untuk dimasukkan jika tim tertinggal. Di AS Roma, Pierluigi Gollini akan tampil menggantikan Svilar. Penampilan terakhir Gollini di Serie A terjadi pada Oktober 2024, dan dalam satu setengah tahun terakhir ia hanya sekali bermain di laga resmi bersama AS Roma (Forza Roma, 10 Oktober). Di lini tengah, Marten de Roon kemungkinan akan bermain bersama Manu Koné menggantikan Cristante. De Roon sudah lama menjalankan pola pressing Gasperini, tetapi baru bermain 47 menit untuk AS Roma dan belum pernah menjadi starter.
Empat pertemuan terakhir kedua tim semuanya dimenangi tuan rumah. Namun, gol penentu kemenangan Como 1907 dalam kemenangan kandang 2-1 pada Maret lalu tercipta setelah Wesley mendapat kartu merah dan Roma bermain dengan 10 pemain. Hasil itu tidak bisa dianggap sebagai gambaran keunggulan yang pasti terulang hari ini. Yang lebih relevan adalah cara Como 1907 melewati man-marking AS Roma lewat umpan pendek dan menciptakan peluang, bahkan sebelum kartu merah. Sebaliknya, saat bertandang ke AS Roma pada Desember tahun lalu, upaya Como untuk membangun serangan tertahan pressing. Kali ini mereka bermain di stadion yang sama seperti pada Maret, tetapi Como 1907 diperkirakan memakai empat bek, bukan tiga bek seperti saat itu.
Kedua tim sama-sama tidak bermain di laga resmi sejak 20 September, jadi tidak ada perbedaan waktu istirahat. Laga berikutnya adalah tandang Como 1907 ke Feyenoord dan kandang AS Roma melawan Real Madrid. Kedua pelatih sudah menyinggung jadwal beruntun dan rotasi. Menit bermain bisa memengaruhi pergantian di babak kedua, tetapi kita tidak bisa memastikan siapa yang akan ditarik lebih awal hanya karena laga berikutnya.
2. Analisis matchup
Duel utama akan terjadi antara umpan pertama Como 1907 dan pressing lini depan AS Roma. Jika Como mampu mengalirkan bola dari kiper Jean Butez dan bek tengah ke lini tengah, Paz bisa menerima bola di antara gelandang dan bek AS Roma. Jika Mancini maju untuk mengikutinya, Douvikas atau Diao bisa menyerang ruang di belakangnya. Saat melawan RB Leipzig, Como 1907 berhasil melewati pressing tinggi lawan dengan umpan dari belakang, lalu bergerak maju. Umpan Baturina ke belakang lini pertahanan kemudian diselesaikan Douvikas menjadi gol.
Jika AS Roma berhasil memotong umpan pertama itu, situasinya bisa berbalik. Malen dapat memulai serangan dari posisi dekat gawang Como 1907, sementara Dybala bisa mengirim umpan terobosan sebelum pertahanan lawan kembali ke posisinya. Gol pembuka melawan Torino tercipta melalui skema ini. Ada penilaian bahwa pressing man-marking Frosinone juga memperlambat pembangunan serangan Como 1907 (Forza Roma, 10 Oktober). Namun, Como tetap menciptakan xG 2,13 di laga tersebut. Kita tidak bisa menyimpulkan bahwa pressing yang memperlambat serangan juga sepenuhnya menghentikan mereka menciptakan peluang.
Pilihan formasi Fabregas akan langsung memengaruhi duel ini. Dalam pertemuan kandang bulan Maret, Jacobo Naveros maju dari posisi di tiga bek dan memaksa pertahanan AS Roma menyesuaikan pemain yang mereka jaga. Jika Como memakai empat bek dan menurunkan Douvikas sebagai starter seperti perkiraan hari ini, mereka akan sulit mengulangi pergerakan yang sama. Sebagai gantinya, Paz perlu turun untuk menambah opsi umpan di lini tengah, atau Douvikas harus menahan bola lalu menghubungkan serangan dengan pemain di belakangnya. De Roon dan Koné perlu menentukan siapa yang mengikuti pergerakan Paz dan siapa yang tetap menjaga ruang. Pengalaman De Roon menjadi nilai plus, tetapi belum ada sampel ketika kedua pemain itu bersama-sama menjadi starter dan menjalankan pressing untuk AS Roma.
Setelah Como 1907 melewati pressing pertama, keputusan Gollini juga akan diuji. Saat melawan Torino, Svilar lebih dulu mengamankan bola yang mengarah ke belakang pertahanan dan maju untuk menepis tembakan penyerang yang sudah melewati bek. Tidak ada dasar untuk memperkirakan kebobolan akan bertambah hanya karena Gollini mengambil alih peran yang sama. Namun, jika AS Roma mempertahankan garis pertahanan tinggi, Gollini harus menghadapi umpan ke ruang di belakangnya. Jika garis pertahanan diturunkan, Paz bisa mendapat lebih banyak ruang untuk menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan.
Di sisi sebaliknya, posisi bek sayap Como 1907 akan menentukan peluang serangan Malen. Jika Jayden Addai dan Álex Valle maju, Como bisa memperlebar serangan. Namun, saat kehilangan bola, pemain lain harus segera menutup ruang di belakang mereka. Gol yang tercipta setelah sepak pojok melawan Frosinone menunjukkan serangan seperti apa yang bisa terjadi jika proses itu terlambat. Dybala berulang kali mengirim Malen ke celah antarpemain bertahan dan ke ruang di belakang mereka saat melawan Torino. Bek sayap AS Roma, Wesley, juga pernah masuk ke kotak penalti dari sisi seberang dan mencetak gol. Jika Como mengurangi frekuensi bek sayapnya maju, ruang bagi Malen akan berkurang, tetapi serangan Como dari sisi lapangan juga akan terdampak.
Respons setelah gol pertama juga penting. Como 1907 mampu mempertahankan kemenangan dalam beberapa laga terakhir ketika unggul saat turun minum, tetapi musim ini mereka juga pernah kebobolan setelah berada di depan. AS Roma pun gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi Inter Milan. Pada laga Como 1907 melawan AS Roma Maret lalu, Fabregas memasukkan Diao dan Douvikas saat turun minum ketika timnya tertinggal, dan mereka berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Kemungkinan besar keduanya menjadi starter hari ini, sementara Kean juga absen, sehingga sulit untuk mengubah serangan lewat pergantian yang sama. Jika AS Roma lebih dulu unggul, Como 1907 kemungkinan harus mengejar lewat posisi penyerang yang ada dan pergerakan bek sayapnya. Dalam situasi itu, serangan balik yang mengarah kepada Malen juga akan lebih berbahaya.
Gasperini pernah menarik pemain depan atau mengganti bek yang mulai kehabisan tenaga pada babak kedua. Saat melawan Torino, ia mengganti Malen dan Matías Soulé pada menit ke-57 ketika skor masih 1-0. Melawan Inter Milan, ia melakukan tiga pergantian pada menit ke-60. Hasil kedua laga berbeda, jadi pergantian itu sendiri tidak bisa disebut sebagai penyebab kebobolan. Namun, dalam laga melawan Inter, aliran bola ke depan melemah setelah pergantian. Jika De Roon menjadi starter sesuai perkiraan untuk menggantikan Cristante, pilihan untuk memperkuat lini tengah pada babak kedua juga akan berbeda. Jika Como 1907 terus menguasai bola, perubahan tersebut bisa memengaruhi kendali permainan di babak kedua.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
Kami memperkirakan laga ketat: Como 1907 akan lebih lama menguasai bola dan menciptakan peluang, sementara AS Roma membalas lewat perebutan bola di posisi tinggi dan serangan cepat Malen. Como tetap mampu menciptakan peluang saat kalah dari Frosinone dan pernah melewati man-marking AS Roma dengan umpan pendek di Sinigaglia. Hari ini, AS Roma juga akan memainkan pemain baru di gawang dan lini tengah. Di sisi lain, Como harus mencegah pergerakan Malen di belakang bek sayap yang maju, jadi kami sulit mengandalkan clean sheet.
Perbedaan utama antara pasaran dan penilaian kami terletak pada peluang AS Roma untuk menang. Pasaran menilai kedua tim hampir seimbang, dengan mempertimbangkan posisi AS Roma sebagai pemuncak klasemen, 5 kemenangan tandang beruntun di liga, dan kemampuan mencetak gol Malen. Namun, dibandingkan laga-laga yang membentuk catatan tersebut, Svilar dan Cristante absen hari ini. Perubahan ini lebih dari sekadar jumlah pemain yang tidak tersedia: Gollini harus menjaga ruang di belakang garis pertahanan tinggi, sedangkan De Roon dan Koné perlu mengatur pressing di lini tengah. Dengan mempertimbangkan juga pengelolaan pemain pada babak kedua menjelang laga melawan Real Madrid tiga hari lagi, AS Roma bisa kesulitan mempertahankan keunggulan sekalipun lebih dulu mencetak gol.
Prediksi skor kami adalah 2-1 atau 3-1 untuk tuan rumah Como 1907. Dalam skenario ini, Como melewati pressing pertama AS Roma, menciptakan peluang melalui Paz dan Douvikas, lalu melanjutkan serangan pada babak kedua dan mencetak setidaknya 2 gol. AS Roma bisa mencetak gol dengan mengirim Malen ke ruang di belakang bek sayap Como, tetapi kami memperkirakan Como akan lebih sering menekan pertahanan AS Roma yang mengalami perubahan di gawang dan lini tengah. Prediksi ini bisa meleset jika pressing awal AS Roma terus efektif seperti dalam pertemuan Desember lalu, sehingga Como kehilangan bola di wilayah sendiri. Dalam situasi itu, gol cepat Malen bisa membuat Como harus mengejar dengan tekanan lebih besar.