Permainan direct Tai Po akan beradu dengan aliran umpan Pathum yang lebih kuat di lini tengah. Bola liar pertama setelah sapuan bisa menentukan apakah Tai Po mampu mengubah pertahanan menjadi peluang tembak. Di Shanghai, umpan dari sisi sayap dan perebutan bola hasil sapuan akan membentuk peluang kedua tim. Kedua laga sama-sama akan ditentukan oleh tim mana yang bisa menciptakan peluang penyelesaian baru setelah serangan pertama dihentikan atau dibalas.
Pathum bisa mengalirkan bola dari Sarach dan Kritsada kepada Chanathip atau Andersen, lalu mencari Gustavsson atau Jurina di kotak penalti. Tai Po punya jalur berbeda: Wallisson bisa memenangi bola direct pertama, Marquinhos mengembalikannya, lalu Fernando menyambar bola pantul untuk menembak. Chang Hei Yin dan Paulinho juga mencetak gol pada fase berikutnya di laga-laga lokal, sementara serangan Pathum di laga tandang kontinental mampu masuk ke area berbahaya, tetapi belum konsisten menghasilkan gol tambahan.
Raniel tidak ikut bepergian bersama Pathum, sehingga mereka kehilangan target sundulan di menit-menit akhir yang sudah terbukti bisa diandalkan. Cedera lutut Yanagi terjadi setelah penampilannya melawan Adelaide. Rigo dan Philip Chan dari Tai Po absen pada laga terakhir, tetapi sudah kembali berlatih dengan program hati-hati; pilihan starter belum dipastikan. Saya memperkirakan Pathum akan lebih sering menguasai umpan pertama, tetapi umpan ke depan Tai Po dan pemain yang menyambut bola berikutnya memberi mereka cara untuk membalas. Karena itu, saya memilih Tai Po untuk menjaga laga tetap ketat.
Shenhua bisa mengirim bola kepada Asué dan Ratão lewat peran Teixeira di tengah serta umpan silang dan sepak pojok Gao Tianyi. Machida bisa menekan umpan pertama itu, mengirim Ogawa atau Nishimura ke belakang bek sayap, lalu mengamankan bola hasil sapuan lewat Lavi dan Mae. Shenhua melepaskan banyak percobaan di laga terakhir, tetapi hanya sedikit yang tepat sasaran. Machida menciptakan peluang bersih melawan Kobe dan membangun keunggulan atas Shimizu lewat kombinasi lari langsung dan bola kedua.
Patah tulang Zhu Chenjie membuatnya absen di laga terakhir Shenhua, sehingga bek tengah pengganti harus menghadapi pergerakan tersebut. Wu Xi meninggalkan laga itu lebih awal dan masih diragukan tampil. Sementara itu, Asué, Ratão, dan Teixeira semuanya bermain; para pemain utama Machida yang biasa menyambut bola juga mendapat menit bermain cukup banyak melawan Kobe. Saya memperkirakan tekanan tim tamu dan perebutan bola kedua berulang kali akan menguji pertahanan tengah Shenhua sepanjang laga. Karena itu, saya memilih Machida untuk menang.