Penentuan juara grup Piala KOVO Wanita ini tampaknya jauh lebih ketat daripada yang terlihat dari nama kedua tim. Keduanya sama-sama punya rekor 1-1, dan dengan komposisi pemain saat ini, hasil mereka melawan dua lawan yang sama di turnamen ini nyaris identik. Pertandingan kemungkinan ditentukan oleh duel servis dan penerimaan bola di kedua sisi, tanpa pemain asing yang dominan. Pertemuan head-to-head yang berat sebelah musim lalu berlangsung dengan susunan pemain dan staf berbeda, jadi kurang mencerminkan laga kali ini.
Hasil melawan lawan yang sama menjadi gambaran utamanya. Saat menghadapi Hungkuk, IBK kalah dalam lima set dengan selisih poin tipis, sedangkan JKJ kalah dalam empat set, dua di antaranya hanya terpaut dua poin. Melawan SOOP, kedua tim menang straight set, bahkan margin kemenangan JKJ lebih besar.
IBK merebut set lewat tekanan servis. Park Eun-seo dipilih sebagai starter antara lain karena servisnya, dan pelatih Hungkuk mengakui para pemainnya sempat goyah menghadapinya. Choi Jeong-min, middle blocker yang dimainkan sebagai opposite, mencetak 25 poin melawan Hungkuk. Namun, serangan IBK dari penerimaan servis mandek di laga itu: Victoria hanya mencatat tingkat keberhasilan serangan 36 persen, IBK tertinggal dua set lebih dulu, dan pelatih Manabe harus mencadangkannya serta mengganti setter sebelum timnya bangkit. Jadi, IBK datang dengan dua opsi susunan pemain dan pilihan setter yang belum pasti.
JKJ menjalani seluruh turnamen ini tanpa opposite Bukilic, jadi absennya sudah tercermin dalam kedua hasil mereka dan bukan kehilangan baru. Mereka punya kedalaman servis, dengan ace dari empat server berbeda saat melawan Hungkuk serta keunggulan 8-2 dalam poin servis melawan SOOP. Mereka juga mengandalkan blok tengah Park Eun-jin dan Lee Ji-su, yang mencatat delapan blok melawan SOOP, serta Zhong Hui untuk menyelesaikan bola-bola tinggi. Titik lemah mereka, di bawah pelatih yang baru beberapa hari menangani tim, adalah rentetan kesalahan pada fase akhir set; itu terlihat di kedua pertandingan.
Kami memperkirakan set-set akan berjalan di kisaran 20-25 poin dan ditentukan oleh rentetan servis. Jika unit starter IBK kembali kesulitan di awal, JKJ bisa mencuri satu set saat Manabe mengubah susunan pemain, lalu unit kedua IBK yang lebih kuat dapat membalas. Karena itu, laga ini lebih mengarah ke empat atau lima set ketimbang sapu bersih.
Pasaran menilai laga ini berdasarkan sejarah dan nama besar, tetapi bukti dari komposisi pemain saat ini menunjukkan pertandingan yang ketat. Karena itu, kami memilih Daejeon JKJ untuk tetap memberi perlawanan dan merebut set dari IBK.