[Eredivisie Belanda 26-27] Preview Analisis SC Telstar vs Feyenoord Kick-off: 18 Oktober, 01.00 WIB
Pemuncak klasemen Eredivisie, Feyenoord, akan bertandang ke markas SC Telstar di BUKO Stadion, Velsen-Zuid, pada pekan ke-9, 18 Oktober pukul 01.00 WIB. Feyenoord hanya unggul 1 poin atas PSV di posisi kedua, sedangkan Telstar yang berada di peringkat ke-15 harus menjauh dari zona degradasi. Pertanyaannya adalah bagaimana susunan pemain dan pendekatan taktik yang akan dipilih sang pemuncak klasemen, yang harus kembali bertanding setelah jeda tiga hari, saat menghadapi tuan rumah yang memiliki waktu istirahat enam hari.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Feyenoord mengoleksi 20 poin dari 8 laga liga lewat 6 kemenangan dan 2 hasil imbang, mencetak 27 gol dan kebobolan 7 gol. PSV dan AZ membayangi di belakangnya dengan 19 poin. Telstar berada di peringkat ke-15 dengan 6 poin, hasil dari 1 kemenangan, 3 kali imbang, dan 4 kekalahan, mencetak 7 gol serta kebobolan 14 gol. Musim ini di liga, Feyenoord menyapu bersih 4 laga tandang dengan kemenangan, sedangkan Telstar hanya mencatatkan 2 hasil imbang dan 2 kekalahan dari 4 laga kandang. Seluruh 4 laga kandang Telstar menghasilkan total 4 gol dari kedua tim. Namun, di antaranya ada laga kontra SC Cambuur di mana mereka mencetak 2 gol penalti, serta laga melawan ADO Den Haag ketika lawan bermain dengan 10 orang sejak menit ke-13. Jumlah total gol di laga kandang saja belum cukup menjadi dasar untuk memperkirakan pertandingan ini akan banjir gol.
Liga Musim Ini Peringkat · Poin: Telstar peringkat ke-15 · 6 / Feyenoord peringkat ke-1 · 20 Gol · Kebobolan: Telstar 7 · 14 / Feyenoord 27 · 7 Rekor di Tempat Terkait: Telstar kandang 0 menang 2 imbang 2 kalah / Feyenoord tandang 4 menang 0 imbang 0 kalah
Telstar belum pernah menang dalam 7 laga beruntun sejak kemenangan tandang atas NEC Nijmegen pada laga pembuka. Baru-baru ini dalam laga tandang kontra Twente, SC Heerenveen, dan AZ, mereka menurunkan garis pertahanan sehingga mampu membatasi kebobolan maksimal 1 gol di setiap laga, namun gagal mencetak gol di ketiga pertandingan tersebut. Saat melawan AZ, mereka menghadapi 17 tembakan lawan, dan kiper Ronald Koeman Jr menggagalkan 7 dari 8 tembakan tepat sasaran. Sedikitnya gol yang bersarang saat mereka bertahan rendah sangat dipengaruhi oleh penyelamatan kiper.
Situasi sebaliknya terjadi pada laga kandang terakhir kontra ADO Den Haag. Telstar hanya bermain imbang 2-2 kendati unggul jumlah pemain sejak menit ke-13. Tyrone Owusu mencetak 2 gol melalui tendangan bebas langsung dan tembakan jarak jauh, tetapi gawang mereka tetap kebobolan 2 gol setelah lawan bermain dengan 10 orang. Dari 30 percobaan tembakan, hanya 4 yang tepat sasaran. Pelatih Brugge menggunakan formasi 3-4-2-1 pada 4 dari 5 laga terakhir, sebelum berganti ke 4-3-3 pada laga tersebut. Belum dipastikan apakah mereka akan mempertahankan skema empat bek saat menghadapi Feyenoord atau kembali ke formasi tiga bek tengah.
Feyenoord telah mencetak 17 gol dan hanya kebobolan 1 gol dalam 4 laga liga sejak Nacho Ferri pertama kali tampil sebagai starter pada laga kontra NEC Nijmegen, 5 September. Setelah Ayase Ueda hengkang, torehan gol terbagi rata dengan Gjivai Zechiël, Anis Hadj Moussa, dan Ferri yang masing-masing mengemas 5 gol di liga. Kendati demikian, hasil kemenangan 7-0 atas PEC Zwolle dan 5-0 atas FC Utrecht tidak bisa dijadikan patokan langsung untuk produktivitas gol kontra Telstar. Pada laga liga kontra AZ, Ferri mencetak gol pembuka memanfaatkan kesalahan sapuan bek lawan, disusul gol tambahan Javi López dari situasi sepak pojok. Saat menang 3-2 atas Como di Liga Champions, catatan expected goals menunjukkan angka 0,54 untuk Feyenoord berbanding 1,24 milik Como. Proses gol dan jalannya pertandingan pada deretan kemenangan terakhir mereka bervariasi tergantung lawan yang dihadapi.
Jadwal kedua tim juga berbeda. Feyenoord baru saja bertanding melawan Como pada 14 Oktober waktu setempat sebelum melakoni laga tandang berselang tiga hari, dan pekan depan mereka harus melawat secara beruntun ke kandang Real Betis dan PSV. Pelatih Giovanni van Bronckhorst menyatakan bahwa dirinya perlu melakukan rotasi susunan pemain karena beban fisik para pemain, tetapi tetap mengutamakan hasil akhir (Feyenoordpings, 16 Oktober). Sebaliknya, Telstar beristirahat enam hari setelah laga kontra ADO Den Haag dan laga berikutnya baru digelar pada tanggal 24. Pelatih Brugge memiliki sedikit alasan dari segi jadwal untuk mengistirahatkan pilar utamanya.
Feyenoord kehilangan bek Jordan Bos, Thomas Beelen, Bart Nieuwkoop, dan Gijs Smal. Opsi rotasi di posisi bek sayap terbilang minim, sehingga Givairo Read di sisi kanan dan López di sisi kiri kemungkinan besar harus kembali bermain setelah laga kontra Como. Luciano Valente, yang ditarik keluar saat turun minum kontra Como karena keluhan hamstring, tidak menunjukkan adanya cedera berdasarkan hasil pemeriksaan dan sudah mengikuti latihan pada hari Jumat. Dalam perkiraan susunan pemain, Gaoussou Diarra diprediksi menggantikan Valente, Sem Steijn menggantikan Oussama Targhalline, dan Tsuyoshi Watanabe menggantikan Bart Schenkeveld. Ini belum menjadi susunan pemain resmi. Kapten Telstar, Jeff Hardeveld, juga duduk di bangku cadangan pada laga sebelumnya karena alasan taktik, sehingga kepastian dirinya tampil sejak awal masih menjadi tanda tanya.
Pada dua pertemuan musim lalu, Feyenoord selalu menang dengan skor 2-1. Fakta bahwa Hadj Moussa mencetak 3 dari 4 gol Feyenoord saat itu menjadi alasan dirinya patut diwaspadai hari ini. Namun, saat itu kedua tim ditangani oleh pelatih yang berbeda, dan Ueda dari Feyenoord serta para pencetak gol Telstar saat itu kini tidak lagi bermain. Rekor pertemuan tersebut tidak bisa dijadikan dasar bahwa skor serupa akan terulang kembali.
2. Analisis Duel Antarlini
Duel paling langsung akan terjadi antara sisi kanan Feyenoord dan sisi kiri Telstar. Hadj Moussa kerap bergerak dari sisi kanan ke area tengah untuk melepaskan tembakan, sementara Read aktif membantu serangan dari flank. Jika Telstar memakai empat bek, bek kiri Marvin Peersman dan Patrick Brouwer di depannya harus meredam kedua pemain tersebut. Apabila Brouwer turun membantu menutup pergerakan Read, Telstar akan kekurangan pemain di area tersebut untuk menginisiasi serangan balik. Sebaliknya, jika Brouwer tetap berada di depan, Peersman harus menghadapi pergerakan Hadj Moussa dan Read sendirian. Peersman sempat melakukan blunder saat sundulan backpass lemahnya direbut lawan pada laga kontra ADO Den Haag yang berujung gol pembalik keadaan. Satu momen tersebut memang tidak mewakili seluruh gol yang bersarang ke gawang mereka, tetapi menunjukkan pentingnya memperhatikan penguasaan bola di area yang berhadapan langsung dengan Hadj Moussa.
Jika Telstar menurunkan garis pertahanan dengan formasi 3-4-2-1 yang belakangan sering dipakai, bek tengah kiri dan wingback dapat bersama-sama mengawal sektor Hadj Moussa. Ruang di belakang garis pertahanan Telstar yang bisa dieksploitasi Feyenoord pun akan menyempit. Sebagai gantinya, Telstar memikul tugas berat mengalirkan bola ke Jelani Seedorf di lini depan setelah merebutnya. Saat bertandang ke markas AZ, Telstar bertahan dengan skema ini dan hanya mencatatkan 3 tembakan. Menambah pemain bertahan untuk meredam Hadj Moussa tidak serta-merta menambah peluang mencetak gol bagi Telstar.
Ujung tombak Feyenoord, Ferri, juga akan mendapatkan peluang yang berbeda tergantung pendekatan Telstar. Jika Telstar menguasai bola dari belakang lewat umpan-umpan pendek seperti saat melawan ADO Den Haag, Ferri dan Zechiël dapat memberikan tekanan tinggi di wilayah pertahanan lawan. Gol pembuka Ferri kontra AZ juga tercipta berkat kegigihannya mengejar bola saat pemain lawan berusaha melakukan sapuan. Apabila Telstar menghindari pressing lewat umpan-umpan panjang dari kiper Koeman Jr, risiko tersebut bisa berkurang, tetapi jika mereka gagal memenangi bola di depan, mereka harus kembali bertahan di wilayah sendiri. Skema apa pun yang dipilih, proses menyalurkan bola hingga ke Seedorf setelah Telstar merebut penguasaan bola akan sangat menentukan.
Potensi perubahan starter di kubu Feyenoord membuat duel ini kian dinamis. Valente biasanya berperan menerima bola di sisi kiri untuk menghubungkannya ke lini serang tengah, sedangkan Diarra kerap diturunkan untuk menusuk ke ruang di belakang pertahanan lawan. Jika bek sayap Telstar maju, ruang akan terbuka bagi Diarra. Jika Telstar memilih bertahan dalam, ruang itu akan menyempit dan peran penghubung yang biasa dijalankan Valente menjadi krusial. Apabila Steijn tampil sebagai starter, ia belum pernah mengawali laga bersama Hlynsson dan Zechiël, sehingga intensitas pressing serta alur umpan lini tengah patut dicermati. Di sisi lain, jika Valente dan Targhalline memulai laga dari bangku cadangan, Feyenoord memiliki pemain inti yang bisa dimasukkan pada babak kedua.
Telstar tetap memiliki celah untuk membongkar pertahanan Feyenoord. Seedorf sempat menusuk ke belakang garis pertahanan pada menit ke-13 kontra ADO Den Haag yang memaksa lawan terkena kartu merah. Jika Telstar berhasil merebut bola saat Read sedang maju menyerang lalu menyodorkannya ke Seedorf, transisi bertahan Feyenoord akan diuji. Feyenoord sendiri kebobolan 2 gol melalui skema serangan balik cepat pada laga kandang kontra ADO Den Haag. Kendati demikian, Telstar belakangan ini tidak mampu mencetak gol saat menerapkan strategi bertahan di markas tim-tim kuat. Memiliki jalur serangan balik adalah satu hal, tetapi menilai peluang mereka mencetak gol ke gawang Feyenoord melalui jalur tersebut adalah pertimbangan lain.
Senjata serangan Telstar lainnya adalah tendangan bebas langsung serta tembakan jarak jauh dari Owusu. Jika Hardeveld bermain, lemparan ke dalam jarak jauhnya juga bisa dimanfaatkan, sebagaimana yang membuahkan gol pada laga pembuka kontra NEC Nijmegen. Saat Feyenoord unggul lalu menurunkan blok pertahanan mereka, Telstar akan memiliki waktu untuk menguasai bola di wilayah lawan dan melepaskan tembakan. Feyenoord sempat membuang keunggulan 2-0 hingga laga berakhir 2-2 kontra Go Ahead Eagles, dan saat melawan Como mereka kebobolan pada masa injury time akibat gagal mengantisipasi bola panjang setelah sempat unggul 3-1. Saat melawan AZ, mereka menerapkan cara bertahan serupa dan berhasil mempertahankan clean sheet. Menyerahkan penguasaan bola setelah unggul memang tidak selalu berujung kebobolan, tetapi hal itu memberi kesempatan bagi Telstar untuk memperkecil ketertinggalan.
Pada fase tersebut, respons kedua tim akan kembali menentukan. Telstar terbiasa menambah penyerang saat berada dalam posisi tertinggal, namun pergantian tersebut tidak menghasilkan gol pada laga kontra AZ dan ADO Den Haag. Menaikkan jumlah pemain untuk menyerang justru membuka ruang di lini belakang yang bisa dieksploitasi pemain pengganti Feyenoord pada babak kedua. Telstar pernah mengalami situasi serupa di kandang kontra Ajax, di mana mereka kebobolan beruntun pada menit ke-56 dan ke-60 setelah mencoba keluar menyerang pasca kebobolan gol pertama. Sekalipun Feyenoord mencetak gol lebih dulu, urutan lahirnya gol tambahan maupun gol balasan Telstar akan sangat bergantung pada bagaimana kedua tim mengelola laga dan melakukan pergantian pemain setelah salah satu tim memimpin.
3. Prediksi dan Kesimpulan
Skor yang kami perkirakan adalah 1-3 untuk keunggulan tim tamu (Telstar 1-3 Feyenoord). Feyenoord berpeluang lebih besar membuka keunggulan pada babak pertama melalui serangan sisi kanan yang dimotori Hadj Moussa dan Read, lalu menggandakan keunggulan saat Telstar terpaksa keluar menyerang untuk menyamakan kedudukan. Setelah itu, jika Feyenoord menurunkan intensitas dan garis pertahanan mereka, Telstar bisa mencuri satu gol balasan lewat bola mati Owusu atau sepakan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, ketika Telstar terus menambah penyerang demi mengejar skor, pemain pengganti Feyenoord di babak kedua kami perkirakan mampu memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah untuk kembali memperlebar margin.
Perkiraan ini tidak semata-mata didasarkan pada jurang peringkat antara pemuncak klasemen dan tim peringkat ke-15. Rotasi Feyenoord diperkirakan berpusat di lini tengah dan sisi kiri, sehingga kombinasi Hadj Moussa dan Read di sektor kanan kemungkinan besar tetap dipertahankan. Jika Telstar mencoba membangun serangan dengan umpan-umpan pendek, mereka akan berhadapan dengan pressing ketat Ferri dan Zechiël; jika mereka memilih bertahan dalam, problem minim gol saat melawat ke markas tim-tim kuat belakangan ini harus mampu mereka atasi. Pada babak kedua, kecenderungan Telstar menumpuk pemain depan serta keunggulan kedalaman materi bangku cadangan Feyenoord memperkuat proyeksi lahirnya gol tambahan.
Pasaran saat ini condong memperhitungkan selisih gol yang lebar, berkaca pada rekor sempurna laga tandang Feyenoord serta deretan kemenangan telak mereka baru-baru ini. Kendati demikian, Feyenoord punya kecenderungan mengendurkan penguasaan bola dan fokus bertahan setelah unggul, ditambah agenda padat menantang Real Betis dan PSV di laga tandang pekan depan. Itulah sebabnya kami menilai kemenangan Feyenoord tetap berpeluang besar, namun Telstar memiliki ruang waktu untuk mencetak gol balasan dan memangkas jarak. Jika Telstar memilih formasi 3-4-2-1 untuk meredam Hadj Moussa dan aksi penyelamatan Koeman Jr mampu menunda gol pembuka Feyenoord hingga melewati menit ke-60, waktu bagi terciptanya gol-gol tambahan akan semakin sempit. Pada situasi tersebut, keunggulan tipis Feyenoord dan satu peluang bola mati Telstar dapat menentukan jalannya laga hingga menit-menit akhir.