[26-27 UEL Liga Eropa UEFA Fase liga] Analisis & Preview AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva Kick-off: 15 Oktober, 23.45 WIB
AZ Alkmaar dan Hapoel Be'er Sheva akan saling berhadapan di AFAS Stadion, Alkmaar, pada matchday kedua fase liga Liga Eropa UEFA. Pada laga pembuka, AZ menelan kekalahan, sedangkan Hapoel Be'er Sheva bermain imbang. AZ yang membutuhkan kemenangan pertama di kandang mengisyaratkan adanya rotasi starter, sementara Hapoel Be'er Sheva melakoni laga tandang ini dengan kembalinya sejumlah pemain pilar.
1. Ikhtisar Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Data Tim Liga Domestik: AZ Alkmaar peringkat 3, 8 laga, 19 poin / Hapoel Be'er Sheva peringkat 3, 6 laga, 13 poin Laga Pertama Liga Eropa: AZ Alkmaar kalah tandang 0-1 dari Sunderland / Hapoel Be'er Sheva imbang 0-0 vs Dinamo Zagreb Kandang/Tandang Resmi Terakhir: AZ Alkmaar kandang 10 laga, 6 menang 4 imbang / Hapoel Be'er Sheva tandang 5 laga, 3 menang 2 kalah
Pelatih AZ Alkmaar, Leeroy Echteld, menyatakan bahwa timnya harus memenangkan laga ini mengingat jadwal berikutnya di fase liga mempertemukan mereka dengan Juventus, Sparta Praha, dan Benfica. Namun, setelah duel melawan Feyenoord, mereka dihadapkan pada jadwal padat 8 laga dalam 30 hari, sehingga ia mengisyaratkan akan mengubah beberapa posisi di susunan starter, meski nama-namanya belum diumumkan. Di sisi lain, pelatih Hapoel Be'er Sheva, Ran Kozuch, juga menginginkan hasil positif di kancah domestik maupun Liga Eropa. Kedua tim sama-sama memiliki jadwal liga pada 18 Oktober, tetapi Hapoel Be'er Sheva harus menempuh perjalanan pulang ke Israel setelah lawatan ke Belanda.
AZ Alkmaar tampil tajam dengan mencetak 16 gol dalam 5 laga awal Eredivisie. Umpan-umpan progresi dari Kees Smit, tusukan Ro-Zangelo Daal dari sisi kiri, penyelesaian akhir Mexx Meerdink, hingga kontribusi bek dalam menyerang menjadi tumpuan. Namun, dalam 4 laga resmi berikutnya, mereka hanya mengoleksi 2 gol dan gagal mencetak gol saat bertandang ke markas Sunderland maupun Feyenoord. Menghadapi tekanan lawan pada dua laga tandang tersebut membuat build-up mereka goyah, sementara saat bersua Willem II dan Telstar yang bermain bertahan, mereka kurang klinis kendati menciptakan banyak peluang tembakan. Penurunan ketajaman gol belakangan ini sulit dikaitkan hanya pada satu faktor.
Rekor kandang mereka tetap solid. Sejak kekalahan dari NEC pada Januari, AZ Alkmaar belum terkalahkan dalam 16 laga beruntun di AFAS Stadion dan mencetak 25 gol dalam 10 laga kandang resmi terakhir berdasarkan data center. Kendati demikian, sejumlah hasil imbang pada periode tersebut terjadi setelah mereka sempat memimpin. Melawan Willem II, saat unggul 1-0 pada menit ke-81, pemain pengganti kehilangan bola di lini tengah yang berujung kebobolan. Kemampuan menciptakan banyak peluang kandang dan kemampuan menjaga keunggulan adalah dua hal yang perlu dicermati secara terpisah.
Hapoel Be'er Sheva mencatat clean sheet dalam 3 kemenangan beruntun di liga domestik. Dari 10 laga resmi terakhir, 6 dari 7 kemenangan mereka diraih dengan clean sheet. Meski demikian, lawan-lawan dalam 3 kemenangan liga tersebut adalah Hapoel Petah Tikva, Ironi Kiryat Shmona, dan Ironi Tiberias. Di kompetisi Eropa musim ini, mereka memang mengalahkan Crvena Zvezda dua kali tanpa kebobolan, tetapi pada matchday pembuka Liga Eropa kontra Dinamo Zagreb, mereka ditahan 0-0 meski mendominasi penguasaan bola. Mengacu pada data center, dari 15 tembakan di laga tersebut, 8 di antaranya dilepaskan dari luar kotak penalti dengan expected goals (xG) hanya 0,81. Tingginya penguasaan bola belum tentu sejalan dengan kualitas peluang yang diciptakan.
Perubahan susunan starter juga menjadi sorotan penting. AZ Alkmaar dipastikan tampil tanpa Smit serta opsi penyerang pengganti, Jizz Hornkamp. Peran Smit sebagai pengatur serangan di lini kedua berpeluang diisi oleh Valdemar Andreasen. Andreasen sempat menyumbang assist untuk gol penentu kemenangan Meerdink saat menghadapi Telstar, namun laga itu merupakan satu-satunya kesempatan ia turun sebagai starter musim ini. Absennya Hornkamp membuat opsi rotasi di lini depan kian terbatas bagi Meerdink yang selalu tampil sejak menit pertama dalam 9 laga. Apakah rotasi pelatih hanya terfokus di lini serang kedua atau menyentuh sektor pertahanan dan tengah, belum dapat dipastikan sebelum laga dimulai.
Sementara itu di kubu Hapoel Be'er Sheva, Lucas Ventura, Itay Rotman, Eliel Peretz, dan Djibril Diop yang absen saat melawan Dinamo Zagreb telah kembali masuk dalam daftar skuad. Kendati belum tentu semuanya langsung tampil sebagai starter, kehadiran Peretz membuka variasi umpan progresi ke sisi sayap usai merebut bola. Ventura dan Diop masing-masing dapat memberikan opsi perubahan di lini tengah dan jantung pertahanan. Adapun Dan Biton yang absen karena masalah jantung belum pernah mencatatkan penampilan sebagai starter di laga resmi musim ini.
Data center tidak mencatat adanya riwayat pertemuan resmi antara kedua tim. Fakta bahwa Hapoel Be'er Sheva menelan kekalahan dalam 4 laga tandang Eropa terdahulu melawan klub-klub Belanda juga melibatkan pelatih dan skuad yang berbeda, sehingga kurang relevan untuk membaca taktik saat ini. Dari sisi atmosfer, suporter tandang Hapoel Be'er Sheva dilarang hadir di stadion. Kendati demikian, laga kandang Eropa mereka musim ini pun terpaksa dipindahkan ke luar Israel akibat alasan keamanan. Tidak adanya pendukung tandang diperkirakan tidak akan banyak mengubah pendekatan permainan mereka.
2. Analisis Matchup
Kedua kesebelasan sama-sama mengutamakan penguasaan bola yang dibangun dari lini belakang. AZ Alkmaar mengandalkan formasi dasar 4-2-3-1 dengan garis tekanan tinggi, sedangkan Hapoel Be'er Sheva menerapkan 4-3-3 dengan satu gelandang bertahan dalam skema build-up. Jika Hapoel Be'er Sheva mencoba mengalirkan bola lewat umpan-umpan pendek seperti kontra Dinamo Zagreb, para penyerang dan gelandang serang AZ Alkmaar berpotensi menekan alur bola antara bek tengah dan lini tengah lawan. Perebutan bola di area lawan akan memangkas jarak serang AZ Alkmaar menuju gawang.
Kendati demikian, belum ada jaminan tekanan lini depan Hapoel Be'er Sheva mampu merepotkan AZ Alkmaar sebesar yang dilakukan Sunderland atau Feyenoord. Kualitas utama yang diperlihatkan Hapoel Be'er Sheva saat bersua Dinamo Zagreb terletak pada kerapian struktur ketika menguasai bola. Sebaliknya, AZ Alkmaar pada babak kedua duel kontra Sunderland mampu keluar dari pressing lewat sirkulasi cepat dan rotasi posisi antarpemain. Jika Wouter Goes, Lewis Schouten, dan Peer Koopmeiners tetap turun sejak menit awal, koneksi lini belakang AZ akan tetap terjaga. Namun, bila rotasi menyentuh poros ini, kelancaran build-up awal perlu dinilai ulang.
Hapoel Be'er Sheva mungkin memilih menurunkan garis pertahanan untuk meminimalkan risiko dari pressing lawan. Skenario tersebut akan membuat AZ Alkmaar mendominasi penguasaan bola dan berusaha membongkar kotak penalti lawan, menyerupai situasi kontra Willem II dan Telstar. Dalam dua laga itu, AZ Alkmaar masing-masing melepaskan 22 dan 15 tembakan, namun hanya mampu mencetak 1 gol di tiap pertandingan. Tanpa Smit, frekuensi umpan terobosan Andreasen ke arah Meerdink akan menjadi kunci. Di sisi lain, pergerakan Meerdink saat menerima bola dengan membelakangi gawang memerlukan antisipasi kokoh dari Diop yang baru kembali. Sekalipun Hapoel Be'er Sheva bermain rapat ke belakang, masalah penyelesaian akhir AZ Alkmaar belakangan ini bisa membuat gol pembuka datang lebih lambat.
Di sektor sayap, naiknya full-back kedua tim berpotensi meninggalkan ruang terbuka di belakang yang bisa dieksploitasi penyerang sayap lawan. Bek kiri AZ Alkmaar, Mateo Chavez, aktif maju untuk mengirim umpan silang dan melepaskan tembakan. Ketika ia naik, penyerang sayap kanan Hapoel Be'er Sheva, Javon East, bisa bergerak menusuk ke ruang yang ditinggalkannya. East sebelumnya terlibat langsung dalam dua gol saat menang 2-0 di kandang Crvena Zvezda. Di sisi seberang, jika bek kanan Hapoel Be'er Sheva, Guy Mizrahi, naik membantu serangan, Ro-Zangelo Daal bisa memanfaatkannya untuk menyambut bola di area kosong. Dorongan ofensif full-back Hapoel Be'er Sheva guna menjaga penguasaan bola dapat membuka celah serangan balik cepat bagi AZ Alkmaar.
Peluang terbaik Hapoel Be'er Sheva untuk membobol gawang AZ Alkmaar terletak pada transisi kilat sesaat setelah merebut bola, bukan lewat build-up yang berlama-lama. AZ Alkmaar kebobolan saat menghadapi Willem II dan Sunderland akibat kegagalan menghentikan serangan balik cepat lawan usai kehilangan bola saat menyerang. Jika Peretz dan Forson Amankwah mampu melepaskan umpan terobosan cepat saat East bergerak di belakang Chavez, situasi serupa bisa kembali tercipta. Opsi lain adalah umpan silang Pedro Amador yang disambut sundulan Igor Zlatanović. Sebaliknya, jika Hapoel Be'er Sheva terlalu lama menguasai bola dan terpaksa melakukan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti seperti laga kontra Dinamo Zagreb, potensi gol mereka akan mengecil.
Alur pertandingan diperkirakan tidak serta-merta terkunci satu arah usai lahirnya gol pembuka. AZ Alkmaar biasanya terus menggempur guna mencari gol tambahan setelah unggul, namun pendekatan ini beberapa kali membuat mereka kehilangan bola di lini tengah. Sementara itu, Hapoel Be'er Sheva kerap bertahan rapat untuk mengamankan keunggulan, meski pelatih Kozuch sempat mengkritik ketidakmampuan timnya mengontrol tempo pada paruh kedua kontra Tiberias. Pada laga tandang melawan Sabah, mereka kebobolan gol penyama kedudukan agregat lewat situasi sepak pojok di waktu tambahan waktu normal, sebelum salah satu pemain mereka diganjar kartu merah. Artinya, seandainya Hapoel Be'er Sheva unggul lebih dulu, mereka tetap harus menghadapi gelombang serangan AZ Alkmaar pada babak kedua.
Keputusan substitusi Echteld juga menjadi variabel penting di babak kedua. Pada laga melawan Heerenveen, pergantian pemain di masa turun minum dan paruh kedua sukses membalikkan kedudukan dari tertinggal 1-2 menjadi menang 3-2. Pemain pilar yang tidak diturunkan sebagai starter pada laga ini bisa saja dimasukkan di babak kedua untuk memperbaiki kendala skema awal. Namun, mengingat beberapa gol yang bersarang ke gawang AZ Alkmaar musim ini bermula dari lepasnya bola oleh pemain pengganti, penguatan lini serang di paruh kedua wajib diimbangi dengan antisipasi transisi bertahan yang solid.
3. Kesimpulan dan Prediksi Skor
AZ Alkmaar diperkirakan akan mengintensifkan pressing di area lawan di hadapan pendukungnya sendiri, sementara Hapoel Be'er Sheva mencoba mengimbangi lewat build-up dari belakang serta transisi kilat. Jika Hapoel Be'er Sheva tetap memaksakan build-up pendek, AZ Alkmaar berpeluang merebut bola di area berbahaya. Meerdink dan Daal juga memiliki celah untuk memanfaatkan ruang di belakang bek lawan yang naik. Di sisi lain, Hapoel Be'er Sheva menyimpan ancaman balasan lewat East dan Peretz saat AZ menumpuk pemain di depan.
Kecenderungan laga ini mengarah ke keunggulan AZ Alkmaar. Penilaian pasar yang lebih mengunggulkan AZ Alkmaar berdasarkan kekuatan kandang dan disparitas materi pemain dinilai masuk akal. Namun, perlu dicatat bahwa kekalahan telak Hapoel Be'er Sheva di masa lalu kerap dipengaruhi kartu merah, sedangkan kemenangan-kemenangan besar AZ Alkmaar musim ini terkonsentrasi pada laga liga di bulan Agustus. Keberanian Hapoel Be'er Sheva membangun serangan dari belakang memang memperbesar peluang mencetak gol bagi AZ Alkmaar, namun dorongan menyerang AZ Alkmaar yang tak henti-hentinya juga membuka celah bagi gol transisi Hapoel Be'er Sheva. Atas dasar itulah, potensi Hapoel Be'er Sheva mencetak 1 gol dinilai cukup terbuka dibanding perkiraan pasaran umum.
Skor yang kami perkirakan adalah 3-1 atau 2-1, dengan peluang ke arah 3-1 lebih terbuka. Skenario yang paling mungkin adalah AZ Alkmaar unggul lebih awal lewat pressing tinggi, Hapoel Be'er Sheva membalas 1 gol melalui transisi cepat, sebelum akhirnya AZ Alkmaar memperlebar jarak gol di babak kedua lewat kontribusi pemain pengganti dan tekanan berkelanjutan. Skenario ini didasari oleh kecenderungan Hapoel Be'er Sheva yang tetap mencari penguasaan bola setelah tertinggal, keunggulan taktik AZ Alkmaar dalam merebut bola di area atas, serta efektivitas pergantian pemain pelatih Echteld di babak kedua. Akan tetapi, jika Hapoel Be'er Sheva memilih bertahan rapat sejak menit pertama dan rotasi lini serang AZ Alkmaar gagal mengalirkan bola ke kotak penalti, peluang transisi kedua kubu akan menyusut dan duel berpotensi berubah menjadi laga ketat dengan skor tipis.