[Liga Champions AFC 2 2026/27] Preview dan analisis Al-Taawoun vs Al-Rayyan Kick-off: 14 Oktober pukul 23.00 WIB
Al-Taawoun dan Al-Rayyan akan bertemu pada laga kedua Grup C Piala AFC di Wolves Park, Buraidah. Al-Taawoun meraih 1 poin pada laga pertama dan memburu kemenangan pertamanya di kandang, sementara Al-Rayyan mengoleksi 3 poin dan ingin mempertahankan posisi teratas grup. Serangan Al-Rayyan bisa mengeksploitasi celah yang belakangan kerap membuat Al-Taawoun kebobolan, tetapi kemampuan tim tamu menjaga keunggulan juga akan menjadi faktor penentu.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Awal musim kedua tim di liga domestik sangat berbeda. Al-Taawoun baru meraih 3 poin dari 8 laga Liga Pro Saudi dan mencetak 3 gol, paling sedikit di liga. Di semua kompetisi musim ini, mereka mencatat 4 seri dan 5 kekalahan dalam 9 laga, dengan 4 gol dan 16 kali kebobolan. Al-Rayyan meraih 13 poin dari 5 laga Liga Bintang Qatar, berkat 4 kemenangan dan 1 hasil seri, dengan 10 gol dan 2 kali kebobolan. Pada laga pertama fase grup, Al-Taawoun bermain imbang 1-1 di kandang Al-Nahda, sedangkan Al-Rayyan menang 4-3 atas Al-Faisaly di kandang.
Ringkasan Liga domestik: Al-Taawoun, 3 poin dan 3 gol dari 8 laga / Al-Rayyan, 4 menang dan 1 seri serta 10 gol dan 2 kali kebobolan dari 5 laga Laga pertama Grup C: Al-Taawoun 1-1 di kandang Al-Nahda / Al-Rayyan 4-3 atas Al-Faisaly di kandang Laga terakhir: Al-Taawoun kalah 0-3 di kandang Al-Shabab / Al-Rayyan menang 3-0 di kandang Qatar SC Pelatih: Al-Taawoun, Vuk Rašović / Al-Rayyan, Vicente Moreno
Catatan tanpa kemenangan Al-Taawoun tak bisa begitu saja dibebankan kepada satu pelatih. Zarko Lazetic, yang mengawali musim, mundur setelah kekalahan 0-6 dari Al-Hilal pada September. Hussain memimpin tim sebagai pelatih sementara saat menghadapi Al-Nahda. Vuk Rašović, yang ditunjuk pada 21 September, baru memimpin satu laga resmi, yakni lawatan ke Al-Shabab. Sementara itu, Vicente Moreno menangani Al-Rayyan sejak akhir Maret. Dalam 11 laga yang hasilnya tercatat di bawah asuhannya, tim meraih 6 kemenangan dan 5 hasil seri. Masa kerja kedua pelatih pun berbeda.
Dua laga terakhir Al-Taawoun menunjukkan kualitas peluang yang berbeda. Saat bertandang ke Al-Nahda, mereka melepaskan 19 tembakan, 14 di antaranya dari dalam kotak penalti, dan menciptakan 5 peluang besar, tetapi hanya mencetak 1 gol. Peluang tersedia, penyelesaian akhirnya yang kurang. Setelah itu, mereka kalah 0-3 di kandang Al-Shabab meski lawan bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-33. Menghadapi Al-Shabab yang merapatkan barisan setelah kartu merah, Al-Taawoun mencatat 15 tembakan dengan xG 0,90. Dalam satu-satunya laga bersama Rašović, Al-Taawoun lebih banyak menguasai bola. Jadi, kita belum tahu bagaimana pendekatan yang mengutamakan pertahanan dan serangan balik akan berjalan di tim barunya.
Al-Rayyan baru saja menang 3-0 di kandang Qatar SC. Guedes Roger membuka skor lewat pergerakan ke belakang lini pertahanan, lalu Gabriel Pereira mencetak gol setelah melewati pemain bertahan. Setelah unggul jauh, Moreno mengganti sejumlah pemain untuk mengurangi menit bermain beberapa pemain inti. Pertahanan Al-Rayyan juga solid di liga domestik, dengan hanya 2 kali kebobolan dalam 5 laga. Namun, mereka sudah kebobolan 9 gol dalam 4 laga yang tercatat di Piala Qatar, Piala QSL, dan fase grup. Saat melawan Al-Faisaly, mereka sempat unggul 4-1 sebelum kebobolan 2 gol pada babak kedua. Catatan kebobolan di liga domestik saja belum cukup untuk menilai pertahanan mereka dalam lawatan ini.
Empat laga kandang Al-Taawoun di liga musim ini menghasilkan tiga skor 0-0 dan satu kekalahan 0-6 dari Al-Hilal. Mereka belum mencetak gol di kandang, tetapi tidak ada informasi mengenai bentuk pertahanan lawan dalam laga-laga tersebut. Al-Rayyan mencetak gol dalam 11 laga tandang terakhirnya, tetapi catatan itu mencampurkan pertandingan musim lalu dan laga sebelum Moreno datang. Kedua tim juga belum pernah bertemu secara resmi. Moreno dan Rašović pernah saling berhadapan sebagai pelatih tim berbeda pada 2023, tetapi skuad dan gaya bermain saat itu berbeda, sehingga laga tersebut sulit dijadikan acuan langsung.
Dari sisi pilihan pemain, Al-Rayyan sedikit lebih leluasa. Moreno mengatakan tidak ada pemain yang absen, dan ia bisa memasukkan Aleksandar Mitrović serta Hazem Ahmed pada babak kedua. Namun, pernyataan bahwa semua pemain tersedia bukan berarti susunan pemainnya akan sama seperti saat melawan Qatar SC. Di kubu Al-Taawoun, klub mengumumkan Saif Rajab mengalami cedera bahu dan harus menjalani operasi. Laga melawan Al-Shabab, yang berlangsung tanpa Rajab, sudah selesai; Abderrazak Hamdallah juga kembali ke susunan inti dalam pertandingan itu. Belum cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa absennya Rajab saja melemahkan daya serang.
Jadwal lebih padat bagi tuan rumah. Al-Taawoun bermain hanya 3 hari setelah bertandang ke Al-Shabab, lalu akan menghadapi lawatan ke Al Diri dan laga kandang melawan Al-Qadsiah. Mereka juga harus mempertimbangkan jadwal liga karena sedang berusaha keluar dari zona degradasi. Al-Rayyan punya waktu istirahat 5 hari setelah menghadapi Qatar SC, dan laga liga berikutnya adalah lawatan ke Al-Gharafa pada 18 Oktober waktu setempat. Prakiraan suhu di Buraidah saat kick-off sekitar 32°C. Selisih waktu istirahat berpotensi lebih berpengaruh pada transisi bertahan di babak kedua dan waktu pergantian pemain dibandingkan cuaca panas itu sendiri.
2. Analisis matchup
Al-Rayyan diperkirakan menguasai bola, sementara Al-Taawoun bertahan dengan banyak pemain lalu mencoba merebut bola dan bergerak maju. Rašović meraih hasil positif bersama tim sebelumnya lewat organisasi pertahanan dan serangan balik, tetapi pendekatan itu belum teruji di Al-Taawoun. Moreno mengatakan timnya sudah menyiapkan diri menghadapi Al-Taawoun dengan empat maupun lima pemain bertahan. Berapa pun jumlah pemain bertahannya, Al-Taawoun harus memotong umpan terobosan sekaligus menyisakan cukup pemain untuk menghubungkan bola ke Hamdallah setelah merebutnya.
Duel yang paling patut diperhatikan di lini serang Al-Rayyan adalah pergerakan Guedes Roger dan Pereira ke belakang lini pertahanan Al-Taawoun. Pada menit ke-18 melawan Al-Shabab, Al-Taawoun gagal memotong umpan di antara lini dan kebobolan lewat penyerang yang masuk ke belakang pertahanan. Gol pembuka Guedes Roger saat melawan Qatar SC juga berawal dari pergerakan seperti itu. Al-Taawoun bisa mempersempit ruang dengan menurunkan lima bek, tetapi Al-Rayyan masih punya suplai dari sisi sayap dan tembakan dari luar kotak penalti. Saat menghadapi Al-Faisaly, 9 dari 15 tembakan Al-Rayyan dilepaskan dari luar kotak.
Pemain yang mengantisipasi bola dari sisi sayap juga akan berpengaruh. Al-Rayyan mencetak 2 gol lewat sundulan saat melawan Al-Faisaly, termasuk dua assist Otávio pada babak pertama. Pada babak kedua, Hazem yang masuk sebagai pengganti menuntaskan umpan silang Al-Ghanem. Al-Taawoun kebobolan gol penyeimbang lewat sundulan dari umpan silang saat melawan Al-Nahda. Di laga itu, kiper Mailson juga gagal menangani umpan silang dengan baik dan sempat membuat timnya terancam kebobolan. Gol kedua Al-Shabab berawal dari tembakan dari sisi lapangan yang ditepis Mailson, sebelum lawan menyambar bola muntah. Saat menghadapi umpan silang dan tembakan dari sisi sayap Al-Rayyan, Al-Taawoun harus mengantisipasi bola muntah setelah kiper melakukan penyelamatan, selain tembakan pertama.
Al-Taawoun juga punya jalur untuk menyerang. Dalam laga melawan Al-Shabab, Mohammed Al Kuwaykibi merebut bola dan bergerak maju hingga bek terakhir lawan melakukan pelanggaran yang berujung kartu merah. Jika Jassem Gaber, bek sayap Al-Rayyan, sedang membantu membangun serangan saat timnya kehilangan bola, Al-Taawoun bisa mencoba menyerang lewat sisi itu. Al-Rayyan mencatat 64% penguasaan bola saat melawan Al-Faisaly, tetapi tetap membiarkan lawan melepaskan 7 tembakan dari dalam kotak penalti. Catatan itu menunjukkan bahwa penguasaan bola saja tak cukup untuk menghentikan serangan langsung Al-Taawoun.
Tantangannya ada pada penyelesaian serangan. Aksi individu Al Kuwaykibi melawan Al-Shabab tak berbuah gol, sementara Al-Taawoun hanya mencetak 1 gol dari banyak tembakan di dalam kotak saat menghadapi Al-Nahda. Gol itu dicetak Rakan Al-Tulayhi dari luar kotak penalti. Hamdallah memang sudah kembali, tetapi belum ada contoh dirinya menuntaskan serangan setelah berlari ke belakang pertahanan lawan di bawah asuhan Rašović. Itu sebabnya peluang memanfaatkan ruang di belakang bek sayap Al-Rayyan perlu dibedakan dari peluang nyata untuk mencetak gol.
Setelah gol pembuka, kedua tim akan menghadapi tugas yang berbeda. Jika Al-Rayyan unggul lebih dulu, Al-Taawoun mungkin akan mengirim lebih banyak pemain ke depan, sehingga ruang di belakang pertahanan bisa terbuka bagi Guedes Roger dan Pereira. Namun, Al-Taawoun tidak selalu kebobolan lagi dengan cara yang sama setiap kali tertinggal. Saat melawan Al-Kholood, mereka tertinggal 0-3 pada babak pertama lalu membalas dengan 2 gol di babak kedua. Al-Rayyan juga tidak selalu nyaman menjaga keunggulan. Mereka kebobolan gol penyama kedudukan setelah mencetak gol lebih dulu pada awal laga melawan Al-Duhail, dan gagal mencegah lawan menciptakan tembakan tepat sasaran yang berbahaya pada babak kedua melawan Al-Faisaly meski sudah unggul jauh.
Jika Al-Taawoun melewati awal laga tanpa kebobolan, kita akan punya lebih banyak waktu untuk melihat bagaimana pertahanan racikan Rašović bekerja dan bagaimana Al-Rayyan meresponsnya. Jika Al-Rayyan terus mendorong bek-beknya maju, Al-Taawoun bisa mendapat ruang untuk menyerang setelah merebut bola. Sebaliknya, jika Al-Rayyan mencetak gol lebih dulu lalu menguasai bola untuk waktu lama, Al-Taawoun bisa lebih jarang bergerak maju. Pada babak kedua, singkatnya waktu istirahat Al-Taawoun dan opsi penyerang pengganti Al-Rayyan sama-sama bisa berpengaruh. Jika Moreno merotasi pemain inti sekaligus mengganti bek, Al-Taawoun mungkin kembali mendapat peluang pada periode tersebut.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
Kami menilai Al-Rayyan lebih berpeluang mencetak gol lebih dulu dan menambah gol. Pergerakan Guedes Roger dan Pereira bisa menyerang ruang di belakang pertahanan Al-Taawoun yang terlihat saat melawan Al-Shabab. Suplai dari sisi sayap Otávio dan Al-Ghanem juga bisa kembali menguji masalah Al-Taawoun dalam mengantisipasi umpan silang yang tampak saat menghadapi Al-Nahda. Rašović memang dikenal mampu membangun pertahanan yang terorganisasi, tetapi belum ada pertandingan yang menunjukkan organisasi itu bekerja di Al-Taawoun. Al-Rayyan juga baru saja mengatur menit bermain pemain intinya dan punya waktu istirahat lebih panjang sebelum bisa menambah penyerang pada babak kedua.
Pasaran menilai kedua tim hampir seimbang, dengan mempertimbangkan status Al-Taawoun sebagai tuan rumah dan catatan clean sheet mereka di kandang. Penilaian itu punya dasar, tetapi kami lebih memperhitungkan kecocokan antara masalah Al-Taawoun dalam mengantisipasi pergerakan menembus lini dan umpan silang dengan jalur gol Al-Rayyan yang sebenarnya. Perbedaan level liga juga membuat kami tak bisa melebih-lebihkan keunggulan tim tamu, tetapi arah prediksi berdasarkan pola permainan tetap mengarah ke Al-Rayyan.
Prediksi skor: 1-3 atau 0-3 untuk tim tamu. Jika Al-Rayyan unggul sekitar menit ke-30, Al-Taawoun akan mencoba mengejar dengan bergerak maju, lalu Al-Rayyan bisa memanfaatkan ruang di belakang pertahanan dan penyerang pengganti pada babak kedua untuk memperlebar jarak. Al-Taawoun masih berpeluang mencetak 1 gol setelah merebut bola dan bergerak maju, atau menyerang pertahanan Al-Rayyan setelah tim tamu unggul. Faktor yang paling bisa mengubah prediksi ini adalah jika Al-Taawoun tak kebobolan pada awal laga, menjaga jarak antarlima bek, dan membatasi pergerakan Al-Rayyan menembus lini.