Spurs sepanjang musim ini menciptakan lebih banyak peluang daripada gol yang mereka cetak, sementara Coventry di laga liga terakhir mereka justru sebaliknya. Karena itu kami melihat pertandingan ini sebagai soal siapa yang akan mulai diuntungkan oleh keberuntungan di depan gawang, bukan soal siapa yang sedang "dalam form". Coventry menang 4-1 atas Newcastle dari 9 tembakan dan 1,43 xG menurut catatan kami, dengan sepertiga penguasaan bola. Tottenham belum menang dalam enam laga liga dan, menurut Sports Mole, berada 3,9 gol di bawah total expected goals mereka. Bagian yang menurut kami lebih berguna ada di lini tengah: De Zerbi baru saja kehilangan Bergvall dan Savio, ditambah Bentancur yang terkena skorsing, padahal ia masih menuntut jauh lebih banyak peluang daripada yang didapat timnya.
Tottenham dulu. Situs klub menyebut Bergvall absen sekitar dua pekan karena cedera lutut yang ia dapat pada peluang pertama di laga Old Trafford, Savio absen beberapa pekan, dan Porro paling cepat kembali saat melawan Chelsea. Sports Mole mencatat Bentancur terkena skorsing akibat kartu merahnya melawan United. Dengan begitu lini tengah bertumpu pada Tonali sebagai jangkar, dan Sports Mole memprediksi Maddison starter di liga untuk pertama kalinya. Dalam konferensi persnya De Zerbi mengatakan ia ingin 20 peluang per laga, bukan delapan atau sembilan, menurut dave.sport. Pada hasil 1-1 di markas United, data kami mencatat 1,62 xG berbanding 0,80, jadi peluangnya tercipta. Pertanyaannya, apakah itu tetap bisa terjadi tanpa tenaga yang baru saja hilang.
Sekarang sisi Coventry. Kemenangan 4-1 itu lebih efisien daripada dominan: penguasaan bola 33%, tembakan 9 berbanding 19, dan xG 1,43 berbanding 1,84 untuk Newcastle. Saat tandang gambarannya berbeda. Di tabel kami, mereka baru mencetak satu gol dan kebobolan empat dalam tiga laga liga tandang, dan tim asuhan Lampard meraih dua kemenangan beruntun setelah kalah di empat laga pertama. Sports Mole memperkirakan formasi tiga bek dengan Cherif di depan, sedangkan dave.sport memprediksi 5-4-1, jadi susunan pemainnya belum pasti. Melawan Spurs yang kemungkinan besar menguasai sebagian besar bola, lima bek yang bertahan rapat dan hanya melepas satu penyerang adalah tugas yang sangat berbeda dari 4-2-3-1 yang harus bertahan tinggi.
Jadi, yang akan kami perhatikan adalah ini: kalau Spurs melepas tembakan dari tengah dengan lini tengah tambal sulam, model Coventry yang minim penguasaan bola bisa jadi cocok untuk mereka, karena kemenangan mereka datang dari sedikit peluang yang dimanfaatkan dengan baik. Kalau Spurs justru melebar, lima pemain belakang punya cukup orang untuk memblok umpan silang. Susunan pemain resmi belum kami ketahui, jadi yang akan kami lihat adalah bagaimana duet gelandang Tottenham ditempatkan dan seberapa dalam posisi awal wing-back Coventry.