Perbedaan antara SoftBank dan DeNA lebih ditentukan oleh beberapa out terakhir ketimbang jurang kualitas sejak awal laga. Pitcher starter kedua tim membuka jalan menuju duel pembuka yang kompetitif, membuat kesabaran saat memukul dan pergantian relief pitcher menjadi kunci pertandingan. Laga Mito melawan Cerezo memiliki dinamika berbeda, di mana pressing terukur berhadapan dengan sejumlah cara Cerezo yang sudah teruji dalam mengirim bola ke kotak penalti.
Kontrol Maeda akhir-akhir ini memberi SoftBank fondasi yang solid, sementara Kondo, Kurihara, dan Yanagita menghadirkan ancaman batter kidal beruntun saat menghadapi Taira. Giliran memukul Kondo yang sabar sangat berarti karena SoftBank bisa terus menekan sepanjang performa awal sang starter dan memaksa lawan menurunkan pitcher berikutnya. Para pemain inti tampil di laga sebelumnya, dan keberadaan designated hitter memungkinkan Yanagita serta Yamakawa tetap masuk opsi batting.
Perbandingan di fase akhir laga ini sangat berguna. Osuna, Tsumori, Suzuki, dan Sugiyama masing-masing mencatatkan penampilan singkat tanpa kebobolan run pada laga sebelumnya, memberi SoftBank beberapa opsi yang sedang efektif. Peran closer DeNA sendiri sedang dievaluasi setelah beberapa kali gagal mempertahankan keunggulan. Saya memperkirakan duel para starter akan beralih ke pertandingan yang ditentukan oleh pilihan batting dan pitching di fase akhir, itulah alasan saya memilih SoftBank untuk menang.
Rotasi Cerezo di ajang piala telah memperlihatkan bagaimana distribusi bola Kagawa serta kombinasi Hernández–Sakata mampu mengatasi lawan yang menerapkan pressing. Hernández menyumbang pergerakan di tiang dekat maupun sundulan di tiang jauh, sementara Yokoyama dan Fernandes menghadirkan variasi serangan berbeda dari bangku cadangan. Alur serangan tersebut bertemu dengan masalah Mito baru-baru ini dalam mengantisipasi pergantian arah bola, umpan silang, dan serangan lanjutan setelah bola mati.
Masalah cedera pemain lama Mito sudah terlihat dari laga-laga terkini; sanksi larangan bermain Semba di liga tidak berlaku untuk laga piala ini. Para pemain pengganti Cerezo sendiri mampu menuntaskan serangan menjadi peluang matang, jadi keunggulan mereka terletak pada variasi peran yang bisa dimaksimalkan. Saat tekanan awal mulai direspons dengan pergantian pemain dan umpan-umpan berulang ke kotak penalti, Cerezo memiliki jalur yang lebih terbukti untuk mencetak gol penentu. Karena itulah saya memegang Cerezo di pertandingan kedua.