Catatan lima laga terakhir Fluminense terlihat lebih bagus di papan skor ketimbang dari jumlah peluang yang mereka ciptakan, dan itulah poin yang saya soroti jelang laga kontra Palmeiras ini. Mereka mencetak 9 gol dari 6,35 xG dan kebobolan 7 gol dari 9,29 xG lawan, yang artinya mereka dinaungi keberuntungan sekaligus tampil klinis di kedua ujung lapangan secara bersamaan. Palmeiras justru sebaliknya: mencetak 9 gol dari 11,15 xG, dan hanya kebobolan 4 gol dari 4,54 xG. Menjelang leg pertama semifinal, pertanyaan saya adalah selisih mana yang akan tertutup lebih dulu, bukan siapa yang punya skuad lebih bagus.
Mari kita bedah Fluminense lebih dulu, mengacu pada rekor pertandingan di database kami (beberapa hasil masih bersifat sementara). Kemenangan 3-1 di markas Corinthians diraih hanya dengan 43% penguasaan bola, 10 tembakan berbanding 20, serta catatan xG yang kalah tipis (2,38 berbanding 2,44). Kemenangan 4-0 atas Coritiba menjadi satu-satunya laga yang bersih, dengan 22 tembakan dan 10 tepat sasaran, tetapi di laga itu pun xG mereka hanya 1,76 berbanding 1,51. Dua kekalahan yang mereka derita memiliki pola berbeda: Flamengo melepaskan 17 tembakan berbanding 12 tembakan mereka saat menang 1-0, dan saat bertandang ke Atletico-MG mereka kalah 1-3 dengan xG 0,55 berbanding 1,90. Lini serang mereka juga lebih tipis daripada yang terlihat dari tren tersebut, mengingat Cano dan John Kennedy sama-sama absen, bersama Alisson dan Matheus Reis.
Palmeiras sendiri rajin menciptakan peluang dari berbagai situasi pertandingan. Melawan Corinthians, mereka melepaskan 22 tembakan berbanding 12 dan mengumpulkan 2,66 xG untuk menang 4-1. Lalu saat menghadapi Bahia, meski hanya menguasai bola 41%, mereka membuat 26 tembakan demi kemenangan 1-0. Satu hasil yang melenceng adalah kekalahan tandang 2-3 dari LDU Quito pada laga Copa Libertadores sebelumnya, di mana mereka hanya menguasai bola 31% tetapi tetap mencatatkan xG lebih baik (1,66 berbanding 1,12). Laga itulah yang menurut saya patut dicermati: mereka bisa kalah dalam pertandingan saat mereka menciptakan peluang lebih banyak jika lawan mampu memaksimalkan segelintir momen menjadi gol—persis seperti yang belakangan ini dilakukan Fluminense.
Kabar dari luar lapangan juga patut diperhatikan. Gazeta Esportiva (terbit 13 Oktober) melaporkan bahwa Abel Ferreira terkena skorsing dari pinggir lapangan untuk laga ini, sehingga asistennya yang akan memimpin, sementara Jefté dan Vitor Roque dipastikan absen. Saya tidak terlalu memusingkan ketiadaan pelatih di bangku cadangan, karena susunan pemain inti dan formasi tampaknya tidak berubah, tetapi ini adalah laga leg pertama di kandang lawan dengan instruksi yang disampaikan oleh figur berbeda. Hal yang patut saya cermati adalah apakah gaya main Fluminense yang minim penguasaan bola dan sedikit tembakan akan terus menghasilkan gol ketika Palmeiras melancarkan 20 lebih tembakan seperti biasanya, atau justru regresi statistik akan terjadi di laga ini.
Sumber: rekor pertandingan dan angka xG kedua tim dari kami (DB); Gazeta Esportiva, "Fluminense x Palmeiras: saiba onde assistir ao jogo de ida da semifinal da Libertadores", 13 Oktober 2026.