[Eredivisie 26-27] Pratinjau Analisis AFC Ajax vs AZ Alkmaar Kick-off: 1 November 03.00 WIB
Titik penentu pertandingan yang disoroti oleh kedua pelatih berada di area pertahanan AZ Alkmaar. Di saat AFC Ajax berencana menekan build-up dari lini belakang, AZ Alkmaar mengincar peluang menusuk ke depan sesaat setelah merebut bola.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
AFC Ajax berada di peringkat ke-2 (21 poin), sedangkan AZ Alkmaar di posisi ke-5 (20 poin). Pelatih Michel mengungkapkan rencananya untuk menekan sejak lini pertahanan terakhir AZ Alkmaar dan tidak akan bertahan terlalu dalam (Ajax Showtime, 30 Oktober · AZ Fanpage, 30 Oktober). Pada laga kontra Sparta Rotterdam yang digelar tepat setelah kompetisi Eropa, enam dari 11 pemain dengan menit bermain terbanyak diparkir dari susunan starter, namun kali ini tim mendapat istirahat selama satu pekan. Dalam prediksi starter, Aaron Bouwman dan Youri Baas, yang kerap diandalkan pelatih Michel di laga-laga besar, akan turun sebagai bek tengah (Soccernews, 30 Oktober).
Gol pembuka pada kemenangan 5-2 atas Groningen baru-baru ini berawal dari aksi Owen Wijndal yang merebut bola dari lawan lalu menyodorkannya ke Julian Brandt. Sebaliknya, saat menang 2-1 atas Sparta Rotterdam, tim gagal mengalirkan bola dengan optimal dari area pertahanan ke lini serang setelah unggul, hingga kiper harus melakukan penyelamatan atas sundulan lawan dan peluang emas di babak kedua (VoetbalPrimeur · AT5, 26 Oktober). Kemampuan menciptakan peluang lewat pressing serta pengelolaan permainan usai memimpin perlu dicermati bersamaan. Sisi kiri pertahanan yang ditinggalkan Caio Henrique akan diisi oleh Wijndal. Kemampuannya merebut bola dan melepaskan umpan ke depan memberi kontribusi bagi penyerangan, namun transisi bertahannya setelah maju juga menjadi krusial. Di lini depan, Tolu Arokodare, yang mampu bersaing memperebutkan umpan lambung, diperkirakan akan tampil menggantikan Kasper Dolberg yang absen. Steven Berghuis dan Daley Blind, yang kembali setelah lama menepi, kemungkinan besar akan memulai pertandingan dari bangku cadangan (FCUpdate, 30 Oktober).
Penurunan performa liga AZ Alkmaar akhir-akhir ini berkaitan dengan pertandingan di mana mereka gagal membongkar lawan yang bertahan rendah. Setelah kalah 0-2 dari Twente, Jordy Clasie mengatakan bahwa mereka kesulitan menemukan rekan yang bebas. Pelatih Leeroy Echteld menarik keluar bek dan menambah jumlah pemain menyerang demi mengejar gol, namun justru kebobolan lewat serangan balik dan bola lambung (VoetbalPrimeur, 26 Oktober). Mengingat hari ini AFC Ajax menyatakan tidak akan bertahan rendah, ruang serang yang terbuka akan berbeda. Hanya saja, untuk memanfaatkan ruang tersebut, mereka harus mampu melepaskan operan pertama di bawah tekanan pressing. Kees Smit memang tidak bisa bermain, namun AZ Alkmaar telah menjalani lima pertandingan resmi di bulan Oktober tanpa kehadirannya (VI, 30 Oktober). Opsi yang berkurang kini adalah rotasi di sektor sayap akibat skorsing Oufkir (AZ Fanpage, 25 Oktober). Kedua tim sama-sama memiliki waktu istirahat yang cukup setelah pertandingan resmi terakhir mereka, dan catatan 10 pertemuan tanpa kemenangan melawan AFC Ajax terjadi sebelum pelatih Michel menjabat, sehingga tidak relevan menjelaskan dinamika taktik hari ini.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah high pressing AFC Ajax melawan operan pertama AZ Alkmaar. Pelatih Michel berniat menekan alur bola yang bermula dari kiper Jari De Busser dan bek tengah menuju Clasie serta Peer Koopmeiners di lini tengah (Ajax Showtime, 30 Oktober). Jika mampu merebut bola di area pertahanan lawan seperti pada laga melawan Groningen, Brandt dan Abdellah Ouazane bisa langsung melepaskan tembakan sebelum formasi pertahanan lawan terbentuk rapi. Sebaliknya, apabila Clasie atau Koopmeiners mampu lolos dari pressing dan mengubah arah permainan, AZ Alkmaar bisa mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan para pemain AFC Ajax yang maju. Clasie sendiri bersaing dengan Dave Kwakman untuk memperebutkan posisi starter (AZ Fanpage, 30 Oktober). Jika operan pendek tertutup dan mereka memilih bola lambung, Mexx Meerdink harus memenangkan duel udara melawan Bouwman dan Baas.
Duel kedua terjadi antara Wijndal dan penyerang sayap kanan AZ Alkmaar, Weslley Patati. Patati bergerak masuk dari sisi kanan ke tengah untuk menuntaskan peluang dengan kaki kiri, serta kerap mengirimkan umpan silang kepada Meerdink dari sisi sayap. AFC Ajax kebobolan lewat sundulan dari umpan silang samping saat bersua Sparta Rotterdam, dan kiper sempat menggagalkan serangan serupa lewat penyelamatan gemilang (AT5, 26 Oktober). Kesiapan Ouazane dan Baas dalam menutup area di belakang Wijndal saat ia ikut melakukan pressing menjadi hal penting. Pelatih Echteld juga menyebutkan potensi celah pada formasi pertahanan AFC Ajax tepat saat bola berhasil direbut (Situs Resmi AZ Alkmaar, 30 Oktober).
Jika AFC Ajax memimpin, AZ Alkmaar berpotensi menambah kuota penyerang seperti saat menghadapi Twente. Saat situasi itu tiba, bola panjang menuju Arokodare dan penyerang pengganti AFC Ajax akan menjadi jalur gol tambahan. Pada laga kontra Atalanta BC, gol penentu kemenangan juga berawal dari perebutan bola atas oleh Arokodare, dan dua gol setelah menit ke-87 dicetak oleh pemain pengganti (Football Italia, 23 Oktober). Di fase mengejar ketertinggalan yang sama, AZ Alkmaar pun bisa mengincar gol melalui umpan silang Patati dan situasi bola mati.
3. Kesimpulan Akhir
Pasaran mengunggulkan AFC Ajax berdasarkan faktor laga kandang, posisi klasemen yang lebih baik, kembalinya pilar utama setelah istirahat, serta tren buruk AZ Alkmaar di liga baru-baru ini. Arah hasil laga sejalan dengan penilaian tersebut. Kendati demikian, performa buruk AZ Alkmaar tidak bisa ditelan mentah-mentah. Saat bersua Twente, mereka memang kesulitan membongkar lawan yang bermain bertahan rapat, namun lawan kali ini justru menyatakan akan menerapkan high pressing. Keunggulan AFC Ajax terletak pada rencana dan komposisi skuad yang siap memutus operan pertama AZ Alkmaar lewat pressing serta melancarkan serangan di dekat gawang lawan.
Perbedaan pandangan kami dengan pasaran terletak pada selisih skor saat AZ Alkmaar tertinggal. Pelatih Echteld menarik keluar bek tengah demi menambah lini serang bahkan saat kedudukan 0-0 melawan Twente, yang berujung kebobolan dua gol lewat serangan balik dan bola panjang. AFC Ajax memiliki Arokodare serta penyerang pengganti untuk mengeksploitasi ruang tersebut. Pada saat yang sama, peluang gol bagi AZ Alkmaar tetap terbuka lewat serangan sisi kanan Patati dan situasi bola mati. Namun, proyeksi ini bisa berubah jika Clasie tampil sebagai starter dan mampu mengalirkan operan pertama dengan tenang di bawah tekanan, serta Patati mampu berulang kali menembus area di belakang Wijndal.
Kami memperkirakan AFC Ajax akan unggul berkat pressing mereka, lalu memanfaatkan ruang di lini belakang AZ Alkmaar yang mengejar skor untuk menang dengan selisih dua gol atau lebih. Laga ini diprediksi menghasilkan banyak gol di mana AZ Alkmaar juga mencetak gol hiburan.
[Kesimpulan Akhir · Rekomendasi Pasaran] Hasil Akhir: Menang — High pressing AFC Ajax tanpa menurunkan garis pertahanan secara langsung mengincar kesalahan build-up AZ Alkmaar yang juga diakui oleh pelatih Echteld, didukung oleh kesiapan pilar utama yang bugar usai jeda sepekan serta kembalinya opsi dari bangku cadangan. Handicap -1: Menang — Gaya mengejar ketertinggalan dari pelatih Echteld yang menarik bek tengah bahkan saat skor 0-0, ditambah terbatasnya opsi rotasi akibat skorsing Oufkir, membuka celah bagi bola panjang dan penyerang pengganti AFC Ajax untuk memperlebar keunggulan hingga 2 gol atau lebih. Over/Under 3.5: Over — Rencana taktik kedua pelatih akan memperbanyak momen transisi, dan upaya AZ Alkmaar untuk mengejar defisit gol berpotensi berbuah gol balasan lewat umpan silang Patati serta situasi bola mati.