[Liga Champions UEFA 2026/27] Shakhtar Donetsk vs AEK Athens: Analisis dan Pratinjau Kick-off: 15 Oktober 2026, 02.00 WIB
Shakhtar Donetsk dan AEK Athens akan bertemu pada matchday kedua fase liga Liga Champions UEFA, Kamis, 15 Oktober pukul 02.00 WIB, di Stamford Bridge, London. Shakhtar berstatus sebagai tuan rumah, tetapi kedua tim harus bermain di stadion yang asing bagi mereka. Laga Liga Champions berikutnya akan membawa Shakhtar bertandang ke Inter dan AEK ke Manchester City, sehingga keduanya mengincar poin dari pertandingan ini.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Shakhtar Donetsk bermain imbang 1-1 dengan PSV Eindhoven pada laga pertama, sementara AEK Athens mengalahkan LASK 1-0. Shakhtar memimpin liga Ukraina dengan 7 kemenangan dan 1 kekalahan dari 8 laga, sedangkan AEK berada di posisi kedua liga Yunani. Hasil terbaru saja belum cukup untuk menentukan siapa yang lebih unggul. Dalam 20 laga resmi terakhir menurut pusat data, Shakhtar mencatat 9 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 4 kekalahan; AEK meraih 12 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 2 kekalahan. Namun, 18 dari laga Shakhtar adalah pertandingan kompetisi Eropa, sementara 13 laga AEK berlangsung di liga Yunani.
Ringkasan Laga pertama Liga Champions: Shakhtar Donetsk imbang 1-1 saat bertandang ke PSV Eindhoven / AEK Athens menang 1-0 di kandang atas LASK 20 laga resmi terakhir: Shakhtar Donetsk 9 menang, 7 imbang, 4 kalah, 32 gol dan 18 kebobolan / AEK Athens 12 menang, 6 imbang, 2 kalah, 37 gol dan 14 kebobolan Laga Liga Champions berikutnya: Shakhtar Donetsk tandang ke Inter / AEK Athens tandang ke Manchester City
Empat kemenangan beruntun Shakhtar perlu dilihat bersama kualitas lawan dan bagaimana gol-golnya tercipta. Laga terakhir melawan Veres Rivne berakhir 3-0, tetapi setelah gol pembuka, pemain lawan mendapat kartu merah pada menit ke-37. Dua gol berikutnya tercipta saat Shakhtar unggul jumlah pemain. Di awal laga itu, Shakhtar juga sempat terancam kebobolan setelah kurang rapi mengantisipasi sepak pojok dan bola dari bek tengah. Sebaliknya, pada satu-satunya laga Liga Champions mereka musim ini, di markas PSV Eindhoven, Shakhtar menjaga jarak antarlini dengan formasi 4-1-4-1 lalu bergerak cepat ke depan setelah lawan kehilangan bola di sekitar garis tengah untuk mencetak gol pembuka. Kemampuan menyesuaikan penguasaan bola dan cara menyerang sesuai lawan lebih relevan untuk laga ini dibandingkan selisih gol dalam rentetan kemenangan mereka.
Hasil AEK belakangan ini juga perlu dipisahkan dari isi permainannya. Saat melawan LASK, mereka melepaskan 18 tembakan, termasuk 10 dari dalam kotak penalti, tetapi hanya mencetak gol lewat tendangan bebas langsung. Tiga gol dalam laga terakhir melawan OFI Crete semuanya berasal dari sepak pojok, dan dua di antaranya tercipta setelah lawan kehilangan pemain karena kartu merah. Namun, AEK mencatat 3 kemenangan dan 3 hasil imbang dalam 6 laga play-off liga musim lalu melawan tiga tim teratas Yunani, serta tidak kalah saat bertandang ke Olympiacos, Panathinaikos, dan PAOK. AEK mampu membatasi kebobolan saat menghadapi lawan kuat, tetapi kemenangan besar belakangan ini belum cukup menjadi dasar untuk menganggap mereka akan mencetak gol dengan mudah di laga ini.
Stadion kali ini tidak memberi Shakhtar keuntungan kandang seperti biasanya. Mereka sudah menjalani laga kandang di kompetisi Eropa di luar Ukraina, tetapi ini adalah kali pertama mereka menjamu lawan di Stamford Bridge. Sebanyak 6.000 tiket yang dialokasikan untuk pendukung AEK telah terjual habis. Ada laporan bahwa jumlah suporter tandang bisa mendekati 10.000, tetapi itu masih perkiraan. Tribun kemungkinan tidak akan dipenuhi dukungan untuk satu tim saja. Ini juga akan menjadi pertemuan resmi pertama kedua tim, jadi rekor pertemuan sebelumnya tak bisa dijadikan acuan untuk menilai pola permainan.
Komposisi starter AEK masih memiliki beberapa tanda tanya di posisi kiper dan lini depan. Kiper Thomas Strakosha tidak masuk daftar pemain untuk laga tandang, tetapi Alberto Brignoli yang diperkirakan akan menggantikannya berhasil menepis ketiga tembakan tepat sasaran LASK. Dereck Kutesa tidak dapat bermain karena namanya tidak tercantum dalam daftar pemain untuk kompetisi UEFA. Pencetak gol terbanyak tim, Barnabás Varga, masuk dalam daftar pemain yang dibawa, tetapi menit bermainnya perlu dibicarakan dengan tim medis. Jika ia tidak menjadi starter, AEK akan mengganti pemain yang biasanya bergerak menembus ruang di belakang garis pertahanan bersama Luka Jović. Bek Shakhtar yang cedera, Irakli Azarovi, Alaa Ghram, dan Marlon Santos, tidak masuk starter dalam dua laga terakhir. Pedrinho, yang absen saat melawan PSV Eindhoven, kembali menjadi starter di laga liga terakhir dan mencetak gol.
Jadwal kedua tim juga berbeda. Shakhtar akan memainkan laga liga tiga hari setelah pertandingan ini sebelum bertandang ke Inter. AEK menunda laga melawan Atromitos, sehingga tak punya pertandingan domestik lagi sebelum bertandang ke Manchester City. Shakhtar tiba di London empat hari sebelum pertandingan, jadi perjalanan itu sendiri tak bisa dianggap sebagai penyebab turunnya performa. Namun, jadwal berikutnya bisa memengaruhi waktu pergantian pemain selama laga.
2. Analisis matchup
Jalur paling jelas bagi AEK untuk mencetak gol adalah bola mati. Gol penentu kemenangan melawan LASK tercipta lewat tendangan bebas langsung Răzvan Marin. Saat menghadapi OFI Crete, gol Filipe Relvas, Harold Moukoudi, dan Mijat Gaćinović berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Marin dan Marco Mayer. Shakhtar sempat memberi lawan peluang berbahaya dari sepak pojok di awal laga melawan Veres Rivne, sementara gol penyama kedudukan PSV Eindhoven juga berawal dari serangan yang dimulai melalui lemparan ke dalam. Jika AEK mendapat tendangan bebas di dekat kotak penalti atau berkali-kali memperoleh sepak pojok, umpan Marin dan Mayer akan memberi tekanan langsung kepada pertahanan Shakhtar. Sebaliknya, jika Shakhtar mengurangi pelanggaran di area itu dan mampu mengamankan bola pertama maupun bola pantul, AEK harus mencari gol lewat serangan terbuka.
Di lini tengah, formasi 4-4-2 AEK akan berhadapan dengan 4-1-4-1 Shakhtar. Jović dan satu penyerang lainnya akan menghadapi dua bek tengah. Jika Mayer dan Aboubakary Koita bergerak ke dalam, opsi umpan di sekitar gelandang bertahan Oleh Ocheretko akan bertambah. Shakhtar bisa membatasi koneksi itu dengan meminta pemain lini kedua turun, seperti yang mereka lakukan melawan PSV Eindhoven. Jika itu terjadi, AEK mungkin lebih mengandalkan umpan silang dari sisi sayap dan bola mati. Sebaliknya, saat Shakhtar menguasai bola cukup lama, dua penyerang AEK bisa menekan jalur umpan di antara bek tengah dan Ocheretko. Shakhtar kebobolan gol pembuka melawan Polissya Zhytomyr setelah kehilangan bola di dekat gawang sendiri. Apakah AEK akan menerapkan tekanan setinggi itu masih belum pasti.
Shakhtar bisa mencari peluang tepat setelah AEK kehilangan bola saat menyerang. Melawan PSV Eindhoven, saat Isaque Silva merebut bola, ia langsung mengumpan kepada Eguinaldo di sisi kiri, yang kemudian masuk ke dalam dan mencetak gol. Pelatih Arda Turan mengatakan timnya akan bermain menyerang. Jika Mayer dan Koita bergerak ke tengah lalu bek sayap Lazaros Rota dan Stavros Pilios ikut maju, Eguinaldo dan Alisson dapat berlari ke ruang yang ditinggalkan di belakang mereka. Jika AEK membatasi pergerakan maju bek sayapnya, peluang serupa akan berkurang. Kecepatan Shakhtar mengalirkan bola ke sayap setelah merebutnya akan menjadi salah satu kunci.
Peran Varga juga akan memengaruhi duel ini. Jika ia menjadi starter bersama Jović, bek tengah Shakhtar, Bondar dan Matviyenko, harus mengawasi Jović di kotak penalti sekaligus Varga yang bergerak menembus ruang di belakang garis pertahanan. Jika Varga hanya masuk sebagai pemain pengganti, serangan AEK sejak awal kemungkinan lebih bergantung pada penyelesaian Jović dan bola mati. Namun, meski Zini bermain di samping Jović, ancaman lari ke ruang belakang tetap ada. Karena itu, absennya Varga bukan berarti AEK tak bisa mencetak gol lewat serangan terbuka.
Pergantian pemain kedua pelatih dalam laga terakhir mereka akan menarik untuk dicermati di babak kedua. Arda Turan mengganti pemain sayap dan penyerang sekaligus pada menit ke-66 melawan PSV Eindhoven. Marko Nikolic baru melakukan pergantian pertama pada menit ke-82 saat melawan LASK. Jika skor masih imbang setelah menit ke-60, Shakhtar mungkin lebih dulu memasukkan penyerang baru untuk menghadapi bek sayap AEK. Bahkan jika AEK unggul, periode itu bisa memberi Shakhtar peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, catatan pergantian dari satu laga saja tak memastikan waktu pergantian hari ini. AEK masih bisa mencetak gol lewat sepak pojok atau tendangan bebas di babak kedua. Jika Nikolic melakukan pergantian lebih awal, keunggulan Shakhtar dari sisi kebugaran juga bisa berkurang.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
Prediksi skor: Shakhtar Donetsk 1-1 AEK Athens. Jika AEK lebih dulu mencetak gol lewat eksekusi Marin atau Mayer, Shakhtar bisa mengejar melalui penyerang pengganti di babak kedua dan tendangan Pedrinho yang kembali bermain. Jika Shakhtar unggul setelah memanfaatkan kehilangan bola lawan, AEK masih punya jalur untuk menyamakan kedudukan lewat sepak pojok atau tendangan bebas di dekat kotak penalti. Kami memperkirakan kedua tim masing-masing mencetak satu gol, tetapi akan kesulitan menambah gol.
Prediksi ini didukung oleh benturan langsung antara pertahanan Shakhtar dalam situasi bola mati dan kualitas tendangan AEK. Serangan balik Eguinaldo dan Alisson bisa berbahaya saat bek sayap AEK maju, tetapi peluang itu akan berkurang jika AEK membatasi pergerakan mereka. Pada babak kedua, pergantian penyerang oleh Turan, dibandingkan dengan kecenderungan Nikolic mempertahankan starter dalam waktu lama, bisa meningkatkan peluang Shakhtar untuk menyamakan kedudukan.
Pasaran menilai kedua tim hampir seimbang, dengan mempertimbangkan kecilnya keuntungan kandang Shakhtar di London dan hasil terbaru AEK yang lebih baik. Perbedaan pandangan kami ada pada peluang hasil imbang. Dalam laga terakhir, Turan menjaga jarak antarlini setelah timnya unggul, sementara Nikolic terlambat melakukan pergantian meski timnya berada di depan. Jika pola itu terulang, tim yang tertinggal akan tetap punya peluang menyamakan kedudukan, entah lewat bola mati atau serangan dari pemain pengganti. Jika Nikolic lebih cepat mengganti pemain sayap setelah unggul untuk mengurangi selisih kebugaran, jalur Shakhtar untuk mengejar di babak kedua akan melemah dan prediksi ini bisa berubah.