[La Liga Spanyol 26-27] Pratinjau Analisis Alaves vs Atletico Madrid Kick-off: 10 Oktober, 23.15 waktu Korea
Alaves dan Atletico Madrid akan saling berhadapan pada pekan ke-8 La Liga Spanyol di Mendizorrotza, Vitoria, pada 10 Oktober pukul 23.15. Alaves perlu menghentikan tren tiga laga tanpa kemenangan setelah start musim yang menjanjikan, sedangkan Atletico Madrid di posisi kedua terus memburu Barcelona di puncak klasemen. Laga ini mempertemukan tuan rumah yang berusaha mempertahankan kedalaman pertahanan dengan tim tamu yang sanggup merombak struktur serangannya di tengah pertandingan.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Alaves menempati peringkat ke-6 lewat koleksi 11 poin dari 7 pertandingan liga musim ini, dengan catatan 3 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan. Mereka mencetak 11 gol serta kebobolan 6 gol. Usai mengumpulkan 10 poin dari empat laga perdana, mereka takluk dari Racing Santander dan Valencia, lalu bermain imbang 0-0 kontra Athletic Bilbao. Walau hanya menorehkan 1 gol dalam 3 partai terakhir, pertahanan mereka tidak lantas rapuh. Saat menghadapi Racing Santander, mereka melepaskan 8 tembakan tepat sasaran meski akhirnya kalah 1-2. Menghadapi Athletic Bilbao, mereka fokus bertahan hingga memaksa lawan melancarkan 15 dari total 23 tembakannya dari luar kotak penalti. Namun, Alaves sendiri hanya mampu menciptakan 2 tembakan di pertandingan itu.
Atletico Madrid berada di peringkat ke-2 dengan 16 poin lewat 5 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan. Mencatatkan 16 gol dan 7 kebobolan, mereka mengantongi tiga kemenangan beruntun di liga atas Real Sociedad, Osasuna, dan Real Madrid. Kendati demikian, dominasi permainan mereka di lapangan tidak selalu konsisten seperti yang tercermin pada papan skor. Tiga gol saat bertandang ke markas Real Sociedad baru tercipta setelah menit ke-84, sementara dua gol kontra Real Madrid lahir setelah kubu lawan terkena kartu merah. Di sisi lain, kemenangan 4-0 atas Osasuna merupakan keunggulan mutlak dengan torehan tembakan 27 berbanding 3. Jika Alaves menumpuk pemain untuk bertahan, Atletico berpotensi butuh waktu cukup lama untuk mencetak gol seperti pada dua laga sebelumnya.
Catatan 7 Laga La Liga Musim Ini Posisi & Poin: Alaves ke-6 (11 poin) / Atletico Madrid ke-2 (16 poin) Hasil Akhir: Alaves 3 menang, 2 imbang, 2 kalah / Atletico Madrid 5 menang, 1 imbang, 1 kalah Gol & Kebobolan: Alaves 11 gol, 6 kebobolan / Atletico Madrid 16 gol, 7 kebobolan Kandang & Tandang: Alaves kandang 4 laga (3 menang, 1 kalah) / Atletico Madrid tandang 3 laga (2 menang, 1 kalah)
Alaves di bawah asuhan pelatih Quique Sanchez Flores menyesuaikan penguasaan bola dan skema bertahan sesuai lawan yang dihadapi. Ketika menundukkan Villarreal 1-0 di kandang, penguasaan bola mereka hanya 25%, di mana umpan silang panjang dari Antonio Blanco mengarah ke Angel Perez di sisi kanan sebelum mengirim assist untuk gol penentu Lucas Boye. Saat bertandang ke Athletic Bilbao, mereka membentuk formasi 5-3-2 saat bertahan demi mengamankan skor 0-0, meski praktis hampir tidak menciptakan peluang menyerang. Kunci kemenangan Alaves bukan terletak pada pilihan bertahan tanpa bola itu sendiri, melainkan kemampuan mereka menyalurkan bola ke Perez dan barisan penyerang setelah merebutnya kembali.
Atletico Madrid asuhan pelatih Diego Simeone menyerang lewat pertukaran posisi para pemain depannya. Alejandro Grimaldo memulai pergerakan dari sisi kiri dan ikut menusuk ke tengah, sementara Lee Kang-in serta Alejandro Baena menerima bola di area sentral. Jonathan David dan Giuliano Simeone aktif berkontribusi mencetak gol melalui tusukan ke belakang garis pertahanan. Pelatih Simeone juga mengubah ketinggian garis pressing di tiap pertandingan. Bila skema awal buntu, ia kerap melakukan pergantian beberapa pemain sekaligus di sekitar menit ke-60 demi mengubah alur umpan di lini tengah dan dinamika lini depan.
Kedua kesebelasan baru saja beristirahat sekitar tiga pekan akibat jeda internasional. Dari Atletico Madrid, 17 pemain dipanggil memperkuat tim nasional, dan tiga hari setelah laga ini mereka sudah ditunggu Manchester United di Liga Champions. Untuk kali pertama musim ini, Atletico membawa skuad tandang tanpa pemain yang cedera atau terkena sanksi, namun pembagian menit bermain antara susunan pemain inti dan pengganti menjadi persoalan tersendiri. Lee Kang-in sempat ditarik keluar saat turun minum pada laga tim nasional karena merasakan ketidaknyamanan pada engkelnya, meski kemudian sudah mengikuti sesi latihan tim. Status Pablo Barrios dan Alexander Sorloth yang diperkirakan bisa tampil juga belum dipastikan, baik dari segi starter maupun menit bermainnya.
Bagi Alaves, kebugaran dua sosok kunci memegang peranan krusial. Bek tengah Ville Koski sempat mengalami cedera paha kanan bersama tim nasional, tetapi telah melahap seluruh porsi latihan tim pada 9 Oktober dan kepastian tampilnya ditentukan pada hari pertandingan. Jika Koski absen, Nicolas Valentini kemungkinan besar akan menggantikannya. Koski punya peran penting tidak hanya saat menggalang pertahanan, melainkan juga dalam mengirimkan umpan pertama dari lini belakang untuk memulai serangan. Boye dilaporkan tidak merampungkan sesi latihan di hari yang sama, kendati pihak klub belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait cedera. Jika Boye yang sudah mencetak 4 gol liga musim ini terpaksa absen, Alaves harus mengandalkan Mariano Diaz atau Toni Martinez untuk menahan bola di depan sekaligus menyambut umpan-umpan silang Perez.
Di Mendizorrotza, Atletico Madrid membukukan 2 hasil imbang dan 2 kekalahan serta hanya melesakkan 1 gol dari empat lawatan terakhir sejak kemenangan pada Januari 2021. Namun, catatan tersebut terbentang dalam rentang lima musim, dan pada pertemuan terakhir di sana Alaves belum ditangani oleh Quique Sanchez Flores. Barisan serang Atletico Madrid saat ini pun berbeda. Fakta bahwa tim tamu sempat kesulitan mencetak gol di stadion ini bisa menjadi bahan rujukan, tetapi tidak menentukan ketajaman lini serang mereka saat ini.
2. Analisis Pertandingan
Di awal laga, Atletico Madrid diperkirakan akan lebih banyak mendominasi penguasaan bola, sementara Alaves bertahan rapat dengan tiga bek tengah yang dipadukan dengan barisan gelandang di depannya. Pelatih Quique memandang raihan poin sebagai hasil yang positif dan mewaspadai potensi lawan mengubah alur laga lewat pergantian sejumlah pemain pada menit ke-60 hingga 65. Alaves tidak punya banyak alasan untuk menambah jumlah pemain menyerang secara gegabah dalam posisi imbang. Di depan tembok pertahanan tersebut, Atletico Madrid harus mengandalkan Lee Kang-in atau Baena untuk menerima bola, memutar badan, dan menyambungkannya ke pergerakan menusuk David.
Menghadapi formasi tiga bek tengah berpotensi menyulitkan pertukaran posisi para penyerang Atletico Madrid. Sekalipun satu bek tengah Alaves terpancing maju mengikuti pergerakan penyerang, masih ada dua bek lain yang menjaga area belakang. Saat bersua Real Sociedad, Lee Kang-in kerap menerima bola dengan posisi membelakangi gawang, dan pelatih Simeone mengakui kubu lawan berhasil meredam koneksi antara Lee Kang-in dan Baena. Apabila Atletico Madrid gagal melepaskan umpan progresif di celah antara lini tengah dan lini belakang Alaves, peluang emas di dalam kotak penalti akan minim tercipta meski para pemain terus bertukar posisi.
Pergerakan Grimaldo memberi variasi tersendiri. Ketika ia bergeser dari sisi kiri ke tengah, bek kanan Alaves dipaksa mengantisipasi ancaman operan ke area dalam sekaligus ruang di sisi sayap luar. Tusukan Giuliano Simeone menyambut umpan panjang Hancko dari lini belakang juga menjadi salah satu skema andalan. Namun, jika Alaves bertahan dengan garis rendah, ruang di belakang bek akan menyempit. Ancaman tusukan semacam ini biasanya jauh lebih berbahaya jika Alaves kebobolan lebih dulu dan terpaksa keluar menyerang. Bila Atletico Madrid mampu unggul cepat, ruang terbuka bagi David dan Giuliano Simeone untuk menambah gol bakal terbuka seperti pada fase akhir laga kontra Real Sociedad.
Dari arah berlawanan, duel di sektor sayap antara Angel Perez dan Grimaldo menjadi titik krusial. Begitu Atletico Madrid kehilangan bola setelah Grimaldo naik membantu serangan, Alaves bisa segera mengalirkan bola ke Perez lewat pergantian arah serangan dari Blanco. Skema inilah yang membuahkan gol kemenangan saat membungkam Villarreal. Akan tetapi, jika tekanan dari Grimaldo dan Baena memaksa Perez berlama-lama bertahan di area sendiri, Perez tidak akan punya cukup waktu untuk merangsek ke wilayah pertahanan lawan meski timnya berhasil merebut bola. Duel di sisi sayap ini secara langsung memengaruhi efektivitas serangan Atletico Madrid sekaligus skema serangan balik Alaves.
Dalam duel ini, ketersediaan Boye lebih berpengaruh terhadap kesinambungan serangan ketimbang bentuk pertahanan Alaves. Kehadiran Boye memungkinkan Alaves menahan bola lambung ke depan untuk memberi waktu bagi rekan-rekannya naik, di samping perannya menyelesaikan umpan silang Perez di dalam kotak penalti. Jika Boye absen, Mariano Diaz dan Toni Martinez memang bisa mengisi pos depan, tetapi belum ada jaminan mereka mampu menjalankan kedua fungsi tersebut pada level yang sama. Jika Alaves terus-menerus kehilangan bola sesaat setelah merebutnya, lini pertahanan mereka akan lebih sering digempur oleh Atletico Madrid.
Kondisi Koski juga memengaruhi titik awal proses tersebut. Tanpa kehadiran Koski, Alaves berpotensi menemui kendala dalam melepaskan umpan pertama yang akurat dari lini belakang. Bila Atletico Madrid menaikkan intensitas pressing dan sukses memotong jalur umpan itu, mereka dapat langsung mengancam gawang dari jarak dekat tanpa harus merancang serangan panjang. Saat mengalahkan Osasuna, Lee Kang-in merebut bola secara langsung sebelum berkombinasi dengan rekan setimnya untuk menghasilkan gol. Sekalipun Koski bermain, kebugarannya pascapulih dari cedera masih menjadi tanda tanya untuk tampil konsisten sepanjang 90 menit.
Komposisi starter Atletico Madrid juga akan menentukan pola penciptaan gol di babak pertama dan kedua. Apabila Lee Kang-in bermain sejak awal, kombinasi umpan progresif darinya, umpan silang Giuliano Simeone, dan penyelesaian akhir David yang berulang kali terlihat saat menghadapi Real Madrid bisa langsung dicoba sejak menit pertama. Mengistirahatkan Lee Kang-in atau Julian Alvarez dari daftar starter mungkin sedikit mengurangi keterhubungan serangan di awal, tetapi memberi opsi pembeda saat dimasukkan di babak kedua. Masuknya Sorloth juga akan menambah target bola-bola atas di dalam kotak penalti, meski menit bermain dan performanya masih harus dipantau mengingat ia belum mencatatkan penampilan musim ini.
Alaves pun menyimpan ancaman lewat bola mati. Pelatih Simeone secara terbuka mewaspadai duel udara lawan, dan Alaves tetap berpotensi menciptakan kemelut di kotak penalti melalui sepak pojok maupun tendangan bebas meski fokus bertahan sepanjang laga. Atletico Madrid sempat kebobolan gol sundulan dari situasi tendangan bebas di menit-menit akhir kontra Real Madrid. Jika Alaves mampu memimpin lebih dahulu, mereka bisa menjaga keunggulan dengan menumpuk pemain di lini belakang. Sebaliknya, bila skor 0-0 bertahan lama, Alaves harus terus menahan gempuran para amunisi pengganti Atletico Madrid sembari menjalankan rencana pertahanannya demi mengamankan poin.
3. Analisis Akhir dan Kesimpulan
Pasaran lebih mengunggulkan kemenangan tim tamu dengan menimbang posisi Atletico Madrid di peringkat kedua, catatan tiga kemenangan beruntun di liga, serta kelengkapan skuad tandang mereka. Pertimbangan tersebut memang didasari rekam jejak nyata, tetapi selisih gol pada dua dari tiga kemenangan itu baru melebar di pengujung laga atau setelah lawan bermain dengan sepuluh orang. Komposisi skuad yang lengkap pun lebih berpeluang difokuskan untuk memperkuat babak kedua ketimbang menit awal, mengingat agenda krusial melawan Manchester United sudah menanti. Karena itu, ketajaman mencetak gol tim tamu belakangan ini diprediksi sulit langsung terlihat di awal laga saat Alaves mempertahankan kedalaman pertahanannya.
Jika Boye dapat bermain normal, kami memprediksi skor 1-1. Skenario yang paling mungkin adalah Alaves mengincar satu gol lewat umpan silang Perez dari sisi kanan atau situasi bola mati, sementara Atletico Madrid merespons dengan mengubah variasi serangan melalui pergantian pemain di babak kedua. Mengingat pelatih Quique berpeluang tetap mempertahankan disiplin pertahanan dalam kondisi imbang, serta pertukaran posisi Atletico Madrid baru efektif jika sanggup mengalirkan bola melewati adangan tiga bek tengah, kami melihat potensi terjadinya hujan gol sejak awal pertandingan relatif kecil. Masuknya amunisi cadangan tim tamu memang mendongkrak peluang gol, namun jika Alaves mampu mengalirkan bola dari pertahanan ke depan, sulit bagi salah satu tim untuk memaksakan kemenangan penuh.
Apabila Boye absen, kami memperkirakan hasil akhir 0-1. Sekalipun Boye turun namun dalam kondisi fisik yang belum bugar sepenuhnya, laga cenderung mengarah ke hasil ini. Pertahanan Alaves mungkin sanggup mengimbangi permainan di fase awal, tetapi melemahnya kemampuan menahan bola di lini depan akan membuat durasi mereka dipaksa bertahan di babak kedua semakin panjang. Dalam situasi tersebut, Atletico Madrid lebih berpeluang mencuri satu gol penentu lewat masuknya barisan penyerang segar. Prediksi ini bisa bergeser signifikan bila Lee Kang-in tampil sebagai starter dan Koski absen, yang membuka peluang pressing serta serangan sisi kanan tim tamu membuahkan gol sebelum menit ke-60. Jika Alaves tertinggal dan terpaksa keluar menyerang, peluang Atletico Madrid untuk menambah keunggulan pun akan semakin terbuka lebar.