Kunci laga ini ada pada operan pertama Tai Po setelah sapuan bola. Pathum bisa merebut bola tersebut dan menyerang kotak penalti dengan cepat, sementara barisan penyerang Tai Po lebih aktif daripada yang terlihat dari hasil mereka di kompetisi Asia saja. Sentuhan berikutnya setelah tembakan yang diblok atau bola mati semestinya berpengaruh di kedua ujung lapangan.
Tai Po bertahan cukup dalam saat menghadapi Lion City dan Adelaide, tetapi sapuan bola mereka saat melawan Adelaide terus-menerus kembali ke wilayah pertahanan. Pathum punya jalur tengah yang jelas menuju kotak penalti lewat Chanathip dan Andersen, dengan Jurina melepaskan lima tembakan saat melawan Adelaide. Tekanan mereka menciptakan peluang di sana tanpa membuahkan gol kedua.
Wallisson, Fernando, dan Chang dari Tai Po semuanya mencetak gol pada laga piala melawan Kitchee baru-baru ini, memberi mereka penerima bola saat ini untuk umpan keluar pertama dan bola berikutnya. Raniel dari Pathum tidak ikut bertandang, sehingga mereka kehilangan target bola atas di menit-menit akhir; Chanathip dan Andersen ikut dalam perjalanan, serta Nikolic bermain di laga terakhir Pathum. Pemain magang Tai Po yang kembali baru terlihat berlatih lagi, jadi serangan di laga ini bergantung pada pemain-pemain yang memang tampil menghadapi Kitchee.
Pathum kemungkinan akan lebih sering masuk ke kotak penalti di awal laga. Saya juga melihat Tai Po bisa menjangkau Wallisson atau Fernando setelah merebut bola dan melibatkan sisi seberang dalam skema serangan, dengan bola liar dari bola mati menjadi rute lainnya. Karena itulah saya berpihak pada Tai Po untuk membuat laga ini tetap berjalan ketat.