Al-Qadsiah bertandang ke Uzbekistan dan menghadapi tantangan kondisi serta perjalanan yang tidak mudah. Kualitas para pemain mereka setara level Eropa, tetapi waktu persiapan mereka sangat terbatas dan mereka harus bermain di kandang lawan yang sulit. Pakhtakor sudah menunjukkan organisasi pertahanan yang solid dan mampu merepotkan lawan-lawan elite.
Saat menghadapi lawan yang lebih kuat, Pakhtakor memilih bertahan rapat dan menyerap tekanan sebelum mengandalkan pemain pengganti untuk melancarkan serangan balik di akhir laga. Al-Qadsiah mengandalkan penguasaan bola dan kualitas pemain depan seperti Reijnders dan Retegui untuk membongkar pertahanan lawan. Duel kuncinya adalah para penyerang Al-Qadsiah yang tajam menghadapi lini belakang tengah dan kiper Pakhtakor. Tim tamu menjalani perjalanan berat pada Minggu dan hanya sempat berlatih sekali di stadion, sehingga risiko kurang padu secara taktik dan kelelahan saat hujan meningkat. Al-Qadsiah kemungkinan akan langsung menguasai bola, sementara Pakhtakor bertahan lebih dalam. Jika tim tamu mulai kelelahan di babak kedua, tuan rumah bisa menciptakan peluang berbahaya lewat serangan balik. Karena itu, kami memilih Pakhtakor untuk menjaga laga tetap ketat.
Burgos CF mengandalkan pertahanan kokoh yang efektif membatasi peluang berkualitas tinggi, meski harus rela kalah penguasaan bola dan jumlah tembakan. Granada lebih suka menguasai bola dan melepaskan banyak tembakan, tetapi terlihat rentan menghadapi serangan dari sisi sayap dan saat bertahan dalam transisi. Duel ini akan menguji garis pertahanan rendah Burgos menghadapi tekanan Granada yang terus-menerus di kotak penalti.
Burgos bermain disiplin dengan garis pertahanan rendah, membiarkan lawan menekan lalu mencari serangan balik yang efisien melalui pemain seperti Curro Sánchez. Kedua tim sama-sama mendapat waktu istirahat panjang, sekitar delapan hingga sembilan hari. Jeda seperti ini biasanya membuat permainan menyerang kurang lancar akibat kurangnya sentuhan pertandingan, sementara pertahanan yang terorganisasi cenderung lebih diuntungkan. Kembalinya bek andalan Grego Sierra juga memperkuat lini belakang Burgos. Granada kemungkinan akan lebih dulu mendominasi penguasaan bola, tetapi tempo lambat seharusnya menguntungkan pertahanan tuan rumah. Jika Burgos mencetak gol lebih dulu, mereka bisa bertahan lebih dalam dan meredam serangan Granada sambil memanfaatkan ruang untuk melancarkan transisi. Karena itu, kami memilih Burgos CF.