Laga ini mempertemukan tim peringkat 20 dan 21. Lini pertahanan kedua tim memang cukup rapuh, tetapi lini serang mereka sebenarnya jauh lebih tumpul daripada yang terlihat di klasemen. Poin penting dalam laga ini adalah apakah Watford sanggup mencetak gol di kandang lawan. Berkaca dari laga-laga terkini, mereka nyaris tidak mampu menciptakan peluang saat bermain tandang, apalagi sekarang harus kehilangan dua penyerang seniornya. Di sisi lain, serangan Norwich di kandang sendiri juga sedang meredup. Jadi, laga ini tampaknya akan menjadi pertandingan di mana salah satu atau kedua tim gagal mencetak gol.
Watford hanya mampu mencetak satu gol dari lima laga tandang terakhir mereka. Pada lawatan teranyar ke markas Wolves, mereka cuma melepaskan empat tembakan dengan angka expected goals (xG) yang nyaris menyentuh nol, dan kunjungan ke markas Bristol City pun tidak jauh lebih baik. Dionisi sudah memastikan Antonio absen, begitu pula Baah. Dengan demikian, lini depan mereka kemungkinan akan diisi kombinasi Doumbia, Kjerrumgaard, dan Boadu, sementara Vata serta Maamma kembali bermain melebar atau mengisi peran kreatif. Menghadapi Darling dan McConville, peluang realistis Watford hanyalah lewat bola mati atau memanfaatkan kesalahan build-up Norwich.
Sementara itu, Norwich mengandalkan pressing dan umpan silang. Saat bertandang ke Charlton, ketiga gol mereka tercipta berkat perebutan bola atau umpan silang ke Kvistgaarden. Namun di Carrow Road, mereka justru tumpul dan sangat minim kreasi peluang saat melawan Portsmouth dan Bolton dalam dua dari empat laga kandang terakhir. Toure harus menepi sampai Januari, Maghoma ditarik keluar akibat cedera saat melawan Charlton, dan kondisi Mattsson di lini tengah masih diragukan. Alhasil, opsi pemain nomor sepuluh maupun kontrol permainan di lini tengah mereka menjadi lebih tipis dari biasanya.
Saya memperkirakan Norwich bakal lebih banyak menguasai bola menghadapi blok pertahanan Watford yang bermain rapat di belakang. Jika Norwich unggul lebih dulu, Watford terpaksa keluar menyerang, dan rekor tandang mereka menunjukkan hal itu jarang membuahkan hasil. Mereka lebih sering drop setelah kebobolan ketimbang bangkit membalas. Jika skor masih imbang saat turun minum, minimnya kreasi serangan kandang Norwich mengarah pada laga alot yang bisa saja berakhir tanpa gol atau 1-0 untuk kemenangan salah satu tim.
Pasaran saat ini memperhitungkan kelemahan pertahanan kedua tim serta rekor pertemuan yang biasanya banjir gol. Padahal, pertemuan-pertemuan terdahulu dijalani dengan skuad yang berbeda. Hal yang luput dari perhitungan pasaran adalah betapa minimnya peluang yang diciptakan Watford saat melakoni laga tandang. Karena itulah, saya cenderung memilih opsi bahwa salah satu tim ini, kemungkinan besar Watford, akan pulang tanpa mencetak gol.