Dua laga, satu ide: percayai cara tim bermain, bukan posisi mereka di klasemen. Cordoba gemar menguasai bola dan melepaskan banyak tembakan, tetapi rapuh di lini belakang. Tenerife punya gaya yang tepat untuk menghukum kelemahan itu. Di Bucharest, Swedia tampil lebih baik dalam setiap laga pada periode ini, sementara Rumania yang nyaris tak menciptakan peluang kini kehilangan kedua bek tengah andalan.
Cordoba berada dekat zona bawah dengan lima kekalahan dari tujuh laga, tetapi angka-angka menunjukkan mereka bukan tim tanpa taji. Rata-rata penguasaan bola mereka sekitar 57% dan melepaskan 15 tembakan per laga. Angka expected goals mereka juga lebih baik daripada jumlah yang mereka kebobolan. Masalahnya ada di lini belakang: mereka selalu kebobolan setidaknya satu gol dalam 10 laga terakhir. Iván Ania mengakui timnya beberapa kali kebobolan di menit-menit akhir dan harus belajar mempertahankan keunggulan. Ia tetap memakai tiga gelandang meski Yussi Diarra absen.
Tenerife di bawah Álvaro Cervera adalah tim yang sabar dengan penguasaan bola rendah, nyaman bertahan lalu melancarkan serangan balik. Keseimbangan lini tengah mereka terganggu karena Jesús Álvarez absen dan Nacho Gil belum siap bermain penuh. Situasi itu turut menjelaskan kekalahan 0-5 dari Castellón. Cordoba yang gemar menekan dan menciptakan peluang akan menghadapi tim tamu yang mengandalkan serangan balik, tetapi sedikit lebih rapuh dari biasanya. Gol dari kedua tim terasa sebagai gambaran paling wajar untuk laga ini.
Berbeda dengan Cordoba, Rumania justru kesulitan menciptakan peluang. Expected goals mereka dalam tiga laga pada periode ini adalah 0,51, 0,95, dan 0,58, dengan hanya segelintir tembakan tepat sasaran. Setelah kalah 0-6 di Warsawa, mereka juga kehilangan Radu Dragusin yang mendapat kartu merah serta Virgil Ghiță yang terkena larangan bermain akibat akumulasi kartu. Gheorghe Hagi pun harus meracik pasangan bek tengah baru.
Sementara itu, Swedia menciptakan lebih banyak peluang daripada semua tim lain pada periode ini, termasuk di Zenica saat Bosnia hanya mencatat 0,11 expected goals. Viktor Gyökeres mencetak gol dalam enam laga Nations League beruntun dan kembali memimpin lini depan karena Isak absen. Catatan tandang buruk mereka selama setahun terakhir sebagian besar terjadi saat melawan tim kuat Piala Dunia seperti Prancis dan Belanda, bukan tim yang masih nol poin. Saya mengandalkan duel antara lini belakang Rumania yang darurat dan striker paling tajam di grup ini.