Kekalahan Tajikistan dari Palestina terlihat lebih telak daripada jalannya pertandingan sebelum kartu merah keluar. Tiongkok sendiri menghadapi lawan yang sama di Chongqing dan berulang kali memberi ruang tembak lewat berbagai skema. Kontras tersebut, ditambah persiapan Tajikistan di kota ini, membuat laga ini berpotensi jauh lebih ketat daripada yang tersirat dari status tuan rumah Tiongkok.
Tajikistan sempat dua kali memimpin atas Palestina. Gol pembuka mereka lahir dari titik putih, dan mereka kebobolan gol penentu keunggulan sebelum pengusiran pemain terjadi, jadi kartu merah bukan satu-satunya alasan kekalahan mereka. Namun, hal itu menjelaskan mengapa skor akhir semata kurang mencerminkan sengitnya laga di fase akhir.
Kekalahan lima gol Tiongkok berawal dari umpan terobosan di belakang lini pertahanan, skema yang mematahkan pressing mereka, serta bola rebound setelah penyelamatan. Tiongkok memang menciptakan beberapa peluang, namun Palestina memperoleh posisi tembak yang jauh lebih matang dan mencatatkan sembilan tembakan tepat sasaran berbanding tiga milik Tiongkok. Skuad Tajikistan sendiri tetap berada di Chongqing dan berlatih di sana menjelang pertemuan ini.