[26-27 UEFA Europa Conference League Fase liga] Pratinjau Analisis Twente vs Pafos FC Kick-off: 6 November 03.00 WIB
Twente yang mengantongi 2 kemenangan di UEFA Conference League diperkirakan tidak akan banyak mengubah susunan pemain inti mereka. Pafos FC menyatakan hasil imbang pun merupakan hasil yang bagus, tetapi pemain yang memborong seluruh gol tim di kompetisi Eropa harus absen.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Pelatih John van den Brom mengatakan tidak akan ada banyak perubahan di susunan pemain starter selain Daouda Weidmann (1Twente, 4 November). Weidmann kembali bermain setelah menyelesaikan sanksi larangan bertanding di liga. Tumpuan serangan berada pada Sondre Ørjasæter dan Wout Weghorst. Dalam kemenangan 9-0 atas Excelsior Rotterdam, umpan silang Ørjasæter dari sisi kiri berulang kali diselesaikan lewat sundulan Weghorst. Namun, karena lawan terkena kartu merah pada menit ke-5, torehan gol laga tersebut tidak bisa dijadikan patokan langsung untuk hari ini. Saat melawan Lincoln Red Imps, umpan terobosan Weghorst berbuah gol pembuka, sementara ketika menghadapi AZ Alkmaar, mereka bertahan ke dalam lalu mencetak gol tambahan lewat serangan balik. Twente memiliki variasi alur serangan, baik saat menguasai bola maupun saat lawan menekan ke depan.
Pelatih Pafos FC, Ricardo Sa Pinto, menyatakan bahwa hasil imbang adalah hasil yang bagus dan telah mempelajari perubahan sistem Twente di tengah laga serta umpan-umpan panjang ke belakang pertahanan (Twente Insite, 4 November). Rentetan 4 hasil imbang beruntun di laga resmi terakhir mencakup 3 laga liga dan 1 laga kompetisi Eropa. Saat menghadapi Riga FC, progresi bola dari lini belakang mereka macet di babak pertama akibat pressing tinggi lawan, dan setelah kebobolan di babak kedua, Gabriel Teixeira menyamakan kedudukan usai menerima umpan Ken Sema. Pada laga tandang melawan Atalanta BC, mereka kehilangan bola di posisi tinggi hanya 1 menit selepas kick-off hingga kebobolan, dan menutup babak pertama dengan tertinggal 0-3. Mengalirkan bola ke depan secara aman saat menghadapi pressing ketat kembali menjadi faktor penentu kali ini.
Kali ini Gabriel Teixeira harus absen. Hasil pemeriksaan menyebutkan ia menepi selama 3–4 pekan (Twente Insite, 3 November), padahal dialah sosok yang memborong 2 gol Pafos FC di fase liga. Anderson Silva dan Lele harus bergantian menuntaskan peluang, tetapi kinerja serangan Pafos FC tanpa Gabriel Teixeira belum teruji dalam laga sesungguhnya. Bek tengah David Goldar juga absen dan kepastian tampilnya David Luiz masih diragukan. Samy Mmaee telah pulih dan ikut dalam perjalanan tandang (Match, 4 November). Meski Twente dihadapkan pada duel kontra AFC Ajax di akhir pekan, sang pelatih menegaskan lebih memprioritaskan susunan pemain untuk laga ini, apalagi Weghorst dan Ørjasæter sudah ditarik keluar pada menit ke-63 saat unggul telak atas Excelsior Rotterdam.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah umpan silang Ørjasæter menghadapi bek tengah Pafos FC. Jika Pafos FC menurunkan garis pertahanan demi mengamankan hasil imbang, efektivitas umpan panjang ke belakang Weghorst akan berkurang. Sebagai gantinya, Twente akan memiliki lebih banyak peluang mengirim umpan silang dari sisi sayap, sementara Weghorst bertarung di udara melawan para bek di dalam kotak penalti. Lini pertahanan tanpa Goldar harus menentukan kombinasi dengan menyertakan Mmaee yang sudah pulih. Namun, Goldar juga tidak masuk skuad saat melawan Riga FC, dan 4 bek yang tampil saat itu terdaftar untuk laga ini. Dasar anggapan bahwa lini belakang Pafos FC bakal runtuh hanya karena absennya satu bek tergolong minim.
Duel lainnya terjadi pada momen ketika Twente kehilangan bola saat menyerang. Pelatih John van den Brom menilai bahwa para penyerang Pafos FC jarang ikut bertahan, namun sangat berbahaya dalam menyerang (1Twente, 4 November). Jika Bart van Rooij dan Aske Adelgaard naik membantu serangan, penyerang lawan yang bertahan di posisi tinggi dapat melancarkan serangan balik ke ruang di belakang fullback. Inilah alasan Ramiz Zerrouki dan Weidmann harus memutus umpan pertama lawan. Sebaliknya, ketika Twente berhasil merebut bola kembali, ruang terbuka muncul di belakang para penyerang Pafos FC yang tidak turun membantu pertahanan. Pafos FC harus mencari penyelesaian akhir dari serangan balik tersebut tanpa Gabriel Teixeira.
Seiring berjalannya waktu, arti gol pertama menjadi kian penting. Jika Pafos FC kebobolan lebih dulu, skema defensif yang membidik hasil imbang harus diubah. Twente dapat memasukkan Thomas Van den Belt yang mencetak 3 gol dalam 3 laga terakhir di babak kedua, serta memiliki Lucas Vennegoor of Hesselink sebagai opsi serangan pengganti. Sebaliknya, jika skor 0-0 bertahan lama, efektivitas penyelesaian peluang kandang Twente menjadi variabel penguji. Dalam laga kontra FC Thun dan SC Telstar, mereka masing-masing mencatatkan 22 tembakan tetapi hanya mampu mencetak 1 gol di tiap laga.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Kami memperkirakan Twente akan mengendalikan permainan melalui umpan silang Ørjasæter dan penyelesaian akhir Weghorst. Peluang tampilnya kedua pemain ini sebagai starter didukung pernyataan pelatih (1Twente, 4 November), sedangkan Pafos FC harus merancang serangan balik tanpa Gabriel Teixeira yang mencetak seluruh 2 gol tim di kompetisi Eropa (Twente Insite, 3 November). Jika Twente unggul lebih dulu, Pafos FC terpaksa bermain lebih terbuka, sehingga peluang memperlebar jarak melalui serangan balik dan pemain pengganti di babak kedua menjadi terbuka lebar. Pernyataan pelatih Sa Pinto yang memandang hasil imbang sebagai hasil bagus juga mencerminkan pendekatan awal tim tamu (Twente Insite, 4 November).
Kecenderungan kemenangan tuan rumah dan potensi jumlah gol yang tidak bertambah besar sejalan dengan pandangan pasar. Kendati demikian, kami tidak melihat absennya bek Pafos FC sebagai alasan utama melebarnya selisih gol. Hal ini lebih didasari pada alur laga: setelah Twente mencetak gol pertama, Pafos FC harus menaikkan garis pertahanannya, dan momen itulah yang membuka ruang bagi umpan-umpan panjang serta opsi penyerang pengganti Twente. Skenario akan berubah jika gol pembuka datang terlambat. Apabila Twente hanya mampu mencetak 1 gol meski banyak melepas tembakan seperti pada laga kandang sebelumnya, laga ini akan mendekati hasil imbang yang dibidik Pafos FC.
[Kesimpulan Akhir · Berdasarkan Pasaran Betman] Hasil Akhir: Menang (Twente) — Umpan silang Ørjasæter dan penyelesaian Weghorst tetap mengisi susunan starter, sementara Pafos FC melakoni laga tandang tanpa Gabriel Teixeira yang memborong seluruh gol di fase liga Handicap -1: Menang (Twente) — Begitu tim tamu kebobolan dan harus menekan ke depan, ruang serangan balik terbuka di belakang penyerang yang minim membantu pertahanan, serta kedalaman pemain pengganti di babak kedua memperlebar margin skor Over/Under 3.5: Under — Tim tamu hanya menyisakan serangan balik sebagai opsi mencetak gol tanpa Gabriel Teixeira, sementara Twente memiliki efektivitas penyelesaian akhir yang naik-turun di kandang saat menghadapi lawan yang bertahan rapat