[26-27 UEL Liga Eropa UEFA Fase liga] Preview Analisis AZ Alkmaar vs Juventus Kick-off: 6 November pukul 03.00 WIB
AZ Alkmaar memiliki modal untuk menguasai bola, sementara Juventus diprediksi merespons dengan mempertahankan jumlah pemain di lini pertahanan. Kuncinya adalah seberapa banyak cara mencetak gol yang biasa dipakai kedua tim belakangan ini masih bisa diterapkan pada laga hari ini.
1. Ringkasan Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
AZ Alkmaar sudah mengoleksi 6 poin di Liga Europa, tetapi hanya mampu meraih 1 poin dalam 4 laga terakhir di liga domestik (VI, 4 November). Mereka gagal mencetak gol dalam 3 laga beruntun saat menghadapi Feyenoord, Twente, dan AFC Ajax. Menghadapi Ajax, mereka melepaskan 19 tembakan, namun kiper lawan mampu mementahkan kelima tembakan tepat sasaran (Pusat Data). Jordy Clasie mengungkapkan setelah laga melawan Twente bahwa sulit menemukan pemain yang bebas di depan lawan yang bertahan rendah (VoetbalPrimeur). Setelah menambah jumlah pemain untuk menyerang, mereka justru kebobolan lewat serangan balik. Masalahnya bukan karena tim ini sama sekali tidak mampu menciptakan peluang, melainkan kesulitan menuntaskannya menjadi gol ketika lawan menumpuk pemain di belakang.
Jalur serangan utama AZ Alkmaar ada di sisi kanan. Saat menghadapi Ararat-Armenia, Weslley Patati mencetak gol setelah menusuk ke dalam menerima umpan Seiya Maikuma, dan umpan silang Patati juga berbuah gol. Valdemar Andreasen turut mencetak gol lewat tendangan bebas langsung. Namun, lawan hari ini diprediksi turun dengan formasi 5 bek saat bertahan (Sky, Tuttosport, 4 November). Karena itu, masalah serangan saat melawan Twente menjadi bahan perbandingan yang lebih relevan ketimbang laga kontra Ararat-Armenia. Pelatih Leeroy Echteld menyatakan Kees Smit sudah kembali ke skuad tetapi sulit untuk tampil sebagai starter (VI, 4 November). Meski opsi di lini tengah bertambah untuk babak kedua, perubahan pada komposisi starter diperkirakan tidak akan banyak.
Juventus membidik tiket lolos langsung dengan torehan 7 poin di Liga Europa. Pada laga terakhir melawan US Lecce, Weston McKennie dan Douglas Luiz terlibat dalam dua gol mereka, sedangkan saat melawan SSC Napoli, umpan pemain pengganti Edon Zhegrova berujung pada gol. Namun, McKennie dicoret dari skuad akibat kelelahan otot adduktor (Goal.com Italia, 4 November), dan pelatih Luciano Spalletti menyatakan akan mengistirahatkan Douglas Luiz (Diretta Calciomercato, 4 November). Zhegrova juga tidak terdaftar di skuad UEFA (Goal.com Italia, 4 November). Skema penetrasi lini tengah dan serangan lewat pemain pengganti di babak kedua yang belakangan diandalkan Juventus akan sulit diulangi hari ini. Kedua tim harus memperhitungkan rotasi karena memiliki laga liga 3 hari setelah pertandingan ini, tetapi Juventus melakukan perubahan yang jauh lebih besar.
2. Analisis Matchup
Duel pertama mempertemukan serangan sisi kanan AZ Alkmaar dengan sektor kiri Juventus. Umpan Maikuma kepada Patati yang dilanjutkan dengan tusukan ke dalam atau umpan silang merupakan alur mencetak gol AZ Alkmaar. Juventus berencana menurunkan Andrea Cambiaso sebagai starter. Jika Cambiaso maju menyerang, Patati dapat mengeksploitasi ruang di belakangnya, tetapi jika ia fokus bertahan, frekuensi serangan Juventus dari sisi kiri bisa berkurang. Bila perkiraan Juventus memasang 5 bek terbukti, AZ Alkmaar tidak cukup hanya mengalirkan bola ke Patati, melainkan juga harus menemukan pemain yang bisa menyelesaikannya di dalam kotak penalti.
Duel kedua terjadi antara build-up lini tengah AZ Alkmaar dan lini tengah baru yang akan diramu Juventus. AZ Alkmaar memulai serangan dari belakang dengan 3 pemain sebelum mengalirkan bola ke tengah. Tanpa McKennie dan Douglas Luiz, Pape Matar Sarr dan Teun Koopmeiners harus memutus aliran tersebut. Jika pressing berhasil, AZ Alkmaar bisa terkena serangan balik setelah menaikkan banyak pemain, seperti pada menit-menit akhir laga kontra Twente. Sebaliknya, bila lini tengah Juventus memilih mundur, AZ Alkmaar akan memegang penguasaan bola lebih lama. Kendati demikian, penguasaan bola semata tidak menjamin gol. Umpan akhir dan penyelesaian yang buntu dalam 3 laga menghadapi tim kuat belakangan ini akan kembali diuji.
Bola mati juga menjadi faktor penting. Eksekusi tendangan bebas langsung Andreasen menjadi salah satu opsi mencetak gol AZ Alkmaar saat menghadapi lawan yang disiplin bertahan. Di kubu Juventus, tendangan bebas Teun Koopmeiners juga baru-baru ini membentur mistar gawang. Mengingat kedua tim memiliki ketidakpastian dalam penyelesaian peluang dari skema open play, momen bola mati seperti ini bisa memberi dampak besar.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Kami memprediksi pertandingan ini berakhir imbang. AZ Alkmaar bisa mendominasi penguasaan bola lebih lama, tetapi jika Juventus menumpuk 5 bek saat bertahan seperti perkiraan, tuan rumah akan kembali dihadapkan pada masalah penyelesaian akhir yang dialami di liga belakangan ini. Juventus dapat bertahan melewati periode tersebut untuk kemudian mengandalkan serangan balik dan tembakan jarak jauh, namun mereka tidak bisa memanfaatkan McKennie, Douglas Luiz, dan Zhegrova yang terlibat dalam gol-gol terkini dengan cara yang sama.
Pasaran lebih mengunggulkan tim tamu berdasarkan nama besar Juventus serta penurunan performa AZ Alkmaar di kompetisi domestik. Kami memiliki pandangan berbeda dari pasaran karena komposisi pemain Juventus hari ini menyulitkan mereka mengulang proses terciptanya gol pada kemenangan sebelumnya. Absennya McKennie dan rencana istirahat untuk Douglas Luiz berdampak langsung pada lini tengah utama, sementara tidak terdaftarnya Zhegrova memangkas variasi serangan di babak kedua (Goal.com Italia, Diretta Calciomercato, 4 November). Skenario yang bisa mengubah prediksi ini adalah lahirnya gol cepat dari umpan silang atau bola mati yang memaksa tim tertinggal menambah pemain menyerang. Dalam situasi tersebut, celah pertahanan terhadap umpan silang dan serangan balik yang sempat diperlihatkan kedua tim bisa berujung pada selisih skor yang lebih lebar.
[Kesimpulan Akhir · Per Pasaran · Dasar Penjualan Betman] Hasil Akhir: Seri — Serangan penguasaan bola AZ Alkmaar tertahan oleh 5 bek Juventus, sementara Juventus kehilangan pilar lini tengah dan opsi pengganti pencetak gol, sehingga kedua tim tidak memiliki jalur yang meyakinkan untuk menang Handicap +1: Menang AZ Alkmaar — Jalur gol Juventus tereduksi sehingga skenario kemenangan tim tamu sulit terwujud, ditambah minimnya opsi pemain pengganti yang mampu mengubah jalannya laga di babak kedua Handicap +2: Menang AZ Alkmaar — Kemenangan besar Juventus menuntut gol tambahan lewat serangan balik setelah unggul lebih dulu, padahal para pemain yang biasa menciptakan gol-gol tersebut absen Under/Over 2.5: Under — Alur pencetak gol andalan Juventus belakangan ini tidak tersedia di skuad hari ini, dan AZ Alkmaar kerap kesulitan membobol lawan yang menumpuk banyak pemain bertahan