[26-27 UEL Liga Eropa UEFA Fase liga] Analisis & Preview Viktoria Plzeň vs Levski Sofia Kick-off: 23 Oktober pukul 02.00 WIB
Viktoria Plzeň dan Levski Sofia akan saling berhadapan di Doosan Arena, Plzeň, Ceko, pada matchday 3 fase liga Liga Eropa UEFA, 23 Oktober pukul 02.00 WIB. Mengawali turnamen dengan 2 kekalahan, Viktoria Plzeň sangat membutuhkan kemenangan perdana. Levski Sofia sendiri kerap tampil alot saat bermain tandang, tetapi mereka harus mampu membendung progresi cepat dan perebutan second ball dari Viktoria Plzeň.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Viktoria Plzeň takluk 0-3 di kandang saat menjamu Royale Union Saint-Gilloise dan kalah 1-2 di markas Ferencváros. Sementara itu, Levski Sofia kalah 0-1 di kandang melawan Salzburg, lalu bermain imbang 1-1 di kandang NEC Nijmegen. Pada fase liga yang diikuti 36 tim ini, masing-masing tim memainkan 8 laga, dengan 24 tim teratas melaju ke fase gugur. Viktoria Plzeň masih harus menghadapi laga kandang kontra Benfica serta laga tandang ke markas Bournemouth dan Real Sociedad, sehingga poin dari laga kandang kali ini sangat penting. Pelatih Kováč pun menuntut kemenangan penuh.
Fase Liga Liga Eropa (per 22 Oktober) Klasemen: Viktoria Plzeň peringkat 31 / Levski Sofia peringkat 24 Rekor: Viktoria Plzeň 2 kalah / Levski Sofia 1 seri 1 kalah Gol: Viktoria Plzeň 1-5 / Levski Sofia 1-2 Poin: Viktoria Plzeň 0 / Levski Sofia 1
Kondisi di kompetisi domestik berbanding terbalik. Viktoria Plzeň berada di peringkat 9 Liga Ceko dengan catatan 4 menang, 4 seri, 3 kalah (mencetak 23 gol, kebobolan 19 gol) dari 11 laga. Levski Sofia justru memuncaki Liga Bulgaria dengan 28 poin dari 10 laga, mencetak 23 gol dan hanya kebobolan 4 gol. Namun, Levski Sofia telah kebobolan 9 gol dari 10 pertandingan antarklub Eropa musim ini. Karena itu, catatan pertahanan di liga domestik sulit dijadikan patokan langsung untuk laga tandang kali ini.
Selepas jeda internasional, Viktoria Plzeň memetik 2 kemenangan beruntun di Liga Ceko, sementara Levski Sofia meraih 2 kemenangan beruntun di laga resmi. Viktoria Plzeň menang 3-2 di markas Jablonec pada laga terakhirnya. Mereka sempat unggul 3-0 hingga menit ke-53 sebelum kebobolan 2 gol, serta kalah dalam jumlah tembakan 11-23. Ketimbang efisiensi serangan di mana 3 tembakan tepat sasaran berbuah gol, laga tersebut memperlihatkan banyaknya peluang yang diberikan kepada lawan setelah unggul. Di sisi lain, Levski Sofia menang 2-0 di markas Cherno More dan Spartak Pleven. Meski level lawan dan kompetisinya berbeda, mereka mempertahankan komposisi 4 bek dan lini serang sejak melawan Salzburg serta menorehkan clean sheet di 2 laga tersebut.
Sejak Radoslav Kováč menjabat pelatih pada akhir Agustus, Viktoria Plzeň kerap merombak susunan bek di setiap laga Eropa. Untuk laga ini, ia berencana hanya mengubah sekitar 3 posisi starter dibanding laga sebelumnya. Namun, jika trio Pališčák, Vavro, dan Dweh benar-benar dipasang sebagai 3 bek, kombinasi ini akan menjadi yang pertama kalinya tampil bersama di kompetisi Eropa. Prince Adu, yang menjadi ujung tombak saat melawan Royale Union Saint-Gilloise, dicoret atas keputusan pelatih. Christophe Kabongo, yang mencetak gol ke gawang Jablonec, diperkirakan akan mengisi posisi striker utama. Kapten Matěj Vydra dikabarkan telah pulih dari cedera, tetapi tidak masuk dalam perkiraan starter.
Levski Sofia kehilangan Gašper Trdin yang mengisi lini tengah saat melawan Salzburg akibat cedera. Pelatih Julio Velázquez diperkirakan menurunkan formasi 4-2-3-1. Marko Grujić dan Moubarik akan mengisi pos gelandang bertahan, sementara Serginho bertugas menopang Reinaldo dari lini serang. Mengingat Grujić dan Moubarik harus mengantisipasi second ball setelah umpan-umpan panjang Viktoria Plzeň, absennya Trdin membawa dampak yang lebih besar dibanding rotasi biasa. Di lini belakang, kuartet Aldair, Kristian Dimitrov, Christian Makoun, dan Maicon diperkirakan tetap turun seperti saat menghadapi Salzburg.
Ini adalah pertemuan resmi pertama kedua tim. Satu-satunya rekor pertemuan yang tercatat adalah laga uji coba tahun 2013 yang berakhir 3-3, sehingga hasil itu tidak relevan untuk memprediksi pertandingan skuad saat ini. Dari sisi kebugaran, jadwal kedua tim relatif berimbang. Keduanya sama-sama melakoni laga tandang pada 18 Oktober, dan Levski Sofia tiba di Ceko dengan pesawat sewaan pada 21 Oktober. Oleh sebab itu, faktor pergantian pemain di babak kedua lebih berpengaruh dibanding jarak tempuh maupun hari istirahat. Viktoria Plzeň sempat kesulitan mempertahankan keunggulan 3 gol saat melawan Jablonec, sedangkan Velázquez kerap menambah striker ketika timnya dalam posisi tertinggal.
2. Analisis Matchup
Skema serangan Viktoria Plzeň lebih mengandalkan progresi cepat menuju area lawan ketimbang penguasaan bola lama. Velázquez juga menilai bahwa Viktoria Plzeň bergerak maju secara direct dan menempatkan pemain di posisi yang pas untuk merebut second ball. Dalam perkiraan formasi, jika Hrošovský, Souaré, dan Červ mampu memenangi perebutan bola setelah umpan panjang menghadapi Grujić dan Moubarik, Panoš, Višinský, dan Kabongo dapat bergerak cepat menekan lini belakang lawan. Dengan berubahnya susunan lini tengah Levski Sofia akibat absennya Trdin, duel di sektor ini berpotensi menentukan alur permainan sejak awal.
Jika Levski Sofia yang menguasai bola muntah tersebut, arah serangan akan langsung berbalik. Serginho bisa mengalirkan bola ke Reinaldo, atau Armstrong Oko-Flex dan Everton Bala menusuk dari sisi sayap ke ruang di belakang bek. Gol pembuka Levski Sofia di markas NEC Nijmegen berawal dari operan kiper Svetoslav Vutsov yang diteruskan Reinaldo melewati bek lawan sebelum menuntaskannya. Viktoria Plzeň sendiri kebobolan 3 dari total 5 gol mereka di Liga Eropa musim ini lewat situasi transisi, tepatnya setelah kehilangan bola di tengah atau saat membangun serangan. Ketika menghadapi Royale Union Saint-Gilloise, lini belakang mereka tertembus umpan panjang, dan mereka juga kebobolan setelah kehilangan penguasaan bola saat menyerang. Situasi yang diincar para penyerang Levski Sofia sangat cocok dengan celah kebobolan Viktoria Plzeň akhir-akhir ini.
Kendati demikian, kecocokan taktik ini tidak otomatis menjamin gol bagi Levski Sofia. Dalam 3 pertemuan kontra Salzburg dan AEK Athens, Levski Sofia gagal mencetak gol. Saat melawan NEC Nijmegen, meski mencetak gol pembuka, catatan expected goals mereka hanya 1,22, kalah dari sang lawan yang mencatatkan 2,08. Jika Viktoria Plzeň langsung memutus progresi lawan di titik kehilangan bola dan membatasi keterlibatan bek sayap dalam menyerang, suplai bola ke Reinaldo bisa ditekan. Namun, Viktoria Plzeň berada dalam situasi butuh kemenangan. Semakin lama mereka buntu mencetak gol, semakin banyak pemain yang dikerahkan ke depan, dan pertahanan pasca-kehilangan bola akan kembali diuji.
Kunci dari arah sebaliknya bertumpu pada umpan pertama Vutsov. Levski Sofia terbiasa membangun serangan lewat umpan-umpan pendek dari kiper untuk keluar dari tekanan lawan. Gol pertama kontra NEC Nijmegen lahir dari skema ini, tetapi di babak kedua laga yang sama, Vutsov justru kehilangan bola di depan gawang sendiri hingga berujung gol penyeimbang. Ancaman serupa juga muncul dari operan lini belakang saat bersua Salzburg. Jika Viktoria Plzeň mendorong Kabongo dan lini kedua untuk menekan kiper serta bek tengah, mereka bisa memetik peluang menembak dari jarak dekat.
Hanya saja, belum banyak bukti yang menunjukkan bahwa Viktoria Plzeň di bawah Kováč mampu menerapkan high pressing secara konsisten untuk merusak build-up lawan. Saat menghadapi Royale Union Saint-Gilloise, mereka memilih bertahan dengan garis rendah, dan di kandang Jablonec mereka hanya mencatatkan 37% penguasaan bola. Velázquez pun menyebutkan bahwa pendekatan man-to-man marking total milik NEC Nijmegen berbeda dengan cara bertahan Viktoria Plzeň. Memenangi perebutan second ball dan memaksa Vutsov berulang kali salah mengoper dari belakang adalah dua hal yang berbeda. Menaikkan garis pressing memang membuka kans memanfaatkan blunder Levski Sofia, tetapi di saat bersamaan meninggalkan ruang terbuka yang lebar bagi penyerang lawan yang lolos dari tekanan.
Perubahan susunan starter juga membawa dampak ganda bagi kedua kubu. Bagi Levski Sofia, menaikkan Serginho sebagai gelandang serang memberi sokongan lebih bagi Reinaldo di lini depan. Namun konsekuensinya, Grujić dan Moubarik harus berdua saja menanggung beban perebutan second ball dan menjaga ruang di depan para bek tengah. Di sisi lain, Viktoria Plzeň mengandalkan Kabongo untuk mencetak gol, tetapi respons trio bek baru mereka saat kehilangan bola terhadap pergerakan Reinaldo dan kedua winger lawan masih harus dibuktikan di atas lapangan. Perubahan susunan pemain di satu sisi justru memperbesar peluang menyerang bagi sisi lainnya.
Tim yang mencetak gol lebih dulu juga belum tentu bisa mengunci pertandingan hingga akhir. Levski Sofia sempat membuang keunggulan babak pertama saat melawat ke markas NEC Nijmegen dan Universitatea Craiova hingga laga berakhir imbang di babak kedua. Viktoria Plzeň pun melihat keunggulan 3-0 mereka terpangkas menjadi 3-2 saat melawan Jablonec. Sekalipun Levski Sofia memimpin, Viktoria Plzeň masih memiliki opsi serangan second ball, bola mati, dan menaikkan pressing. Sebaliknya jika Viktoria Plzeň unggul, Levski Sofia tetap berbahaya lewat penetrasi serangan balik cepat. Keputusan kedua pelatih dalam mengatur jumlah pemain serang pada fase pergantian pemain di babak kedua, serta kesigapan tim yang unggul tepat setelah kehilangan bola, akan menjadi penentu skor akhir.
3. Kesimpulan dan Prediksi Akhir
Prediksi skor untuk laga ini adalah Viktoria Plzeň 2-2 Levski Sofia. Sekalipun Viktoria Plzeň memimpin lebih dulu lewat skema second ball atau bola mati pada awal laga, Levski Sofia berpeluang menyamakan kedudukan melalui penetrasi Reinaldo dan para pemain sayap tepat saat Viktoria Plzeň kehilangan bola saat menyerang. Di babak kedua, ketika Viktoria Plzeň kembali menambah intensitas pemain menyerang, peluang bagi Levski Sofia untuk berbalik unggul akan terbuka, sementara Viktoria Plzeň pun tetap memiliki jalur membalas lewat pressing dan situasi bola mati.
Prediksi ini didasari oleh kecocokan langsung antara celah transisi yang berulang kali dialami Viktoria Plzeň di Liga Eropa musim ini dengan pola pergerakan para penyerang Levski Sofia. Lini tengah Levski Sofia yang dirombak seiring absennya Trdin harus menghadapi gempuran second ball Viktoria Plzeň. Kedua tim sama-sama punya riwayat kebobolan di babak kedua setelah memimpin, dan para pelatih kemungkinan tetap mempertahankan opsi menyerang pada laga ini. Peluang masing-masing tim mencetak 1 gol memang cukup kuat, tetapi kami melihat skenario saling berbalas gol dan berganti keunggulan sebagai alur yang lebih realistis.
Pasaran lebih mengunggulkan tuan rumah berkat faktor kandang, rekam jejak Viktoria Plzeň di kompetisi Eropa, serta perbedaan level kedua liga. Perbedaan level kompetisi memang menjadi alasan untuk berhati-hati menilai potensi gol Levski Sofia. Akan tetapi, catatan sejarah klub masa lalu tidak bisa menutupi rotasi lini belakang di era Kováč maupun rapuhnya pertahanan mereka saat menghadapi transisi belakangan ini. Mengingat keunggulan tuan rumah dinilai sulit bertahan di hadapan penetrasi Levski Sofia, pandangan kami berbeda dengan penilaian pasaran yang menjagokan tuan rumah. Jika para pemain pengganti Viktoria Plzeň mampu meredam laju serangan balik lawan di area kehilangan bola pada babak kedua, Viktoria Plzeň mungkin saja bisa mengamankan kemenangan tipis 1 gol di luar prediksi kami.