Pressing Rayo seharusnya mendorong permainan ke wilayah Celta de Vigo, tetapi celah di belakang pemain pertama yang menekan juga bisa terbuka. Celta sudah menunjukkan kemampuan melepas pelari ke ruang itu dan membangun serangan kedua dari sisi kanan. Hasil laga akan ditentukan oleh apakah tekanan Rayo dari sisi sayap berujung pada penyelesaian yang rapi sebelum Celta menemukan jalan keluar.
De Frutos dan Balliu bisa membuat sisi kanan Rayo aktif, dengan Álvaro García menyusup ke kotak penalti. Namun, belakangan Rayo hanya mengubah banyaknya tembakan menjadi satu gol, sementara Celta menemukan Pablo Durán di belakang pertahanan Betis dan memanfaatkan Javi Rodríguez sebagai pengumpan terakhir sekaligus pencetak gol saat melawan Alavés.
Rayo kehilangan Ciss yang terkena skorsing setelah tampil penuh melawan Elche, sementara Rațiu absen dalam dua laga terakhir. Rombongan Celta yang bertandang mencakup Durán, Jutglà, Rodríguez, Álvarez, dan Radu; para pemain inti yang absen sudah tidak tampil sejak laga melawan Betis. Rayo juga baru melewati laga piala yang berlangsung lama, sedangkan Celta punya waktu pemulihan lebih panjang.
Rayo seharusnya menekan dan mengirim bola ke depan sejak awal. Begitu Celta melewati gelombang tekanan pertama, pergerakan Durán dan dukungan Rodríguez bisa mengubah lolosnya bola dari tengah menjadi peluang penentu. Karena itu, kami memilih Celta.