NEC menerapkan pressing tinggi dan mengalirkan bola ke para penyerang dari area sayap. Groningen bisa meresponsnya lewat umpan pertama yang lebih panjang dan penerima bola di sisi kanan. Genoa menginginkan kontrol lebih, tetapi belakangan ini tidak banyak mencatatkan tembakan tepat sasaran. Lini tengah Venezia yang rapat mampu mengarahkan umpan pertama ke Adams.
NEC mencetak empat gol di markas Zagreb tetapi kebobolan sepuluh tembakan tepat sasaran, lalu kembali dengan waktu pemulihan yang singkat. Skema permainan Groningen yang dipimpin Rente serta kombinasi Clement-Willumsson berhasil menghasilkan peluang, bahkan saat menghadapi Ajax. Absennya Tadić dan bek tengah NEC berlanjut sejak melawan Zagreb; pilar lini serang utama Groningen tampil saat melawan Ajax, sementara absennya pemain lain terutama hanya mengurangi kedalaman skuad. Saya memperkirakan NEC bakal menguasai penguasaan wilayah di beberapa periode laga dan Groningen akan menemukan umpan-umpan pelepas tekanan ke ruang di belakang garis pertahanan. Karena itulah saya memegang Groningen untuk meredam tekanan tuan rumah.
Gol-gol awal Fiorentina ke gawang Genoa berawal dari kesalahan lawan, dan upaya Genoa mengejar ketertinggalan di markas Roma hanya membuahkan satu tembakan tepat sasaran. Venezia menemukan jalur keluar dari Sohm ke Adams dalam formasi baru mereka, meski Napoli terus memberikan tekanan berat. Kembalinya pemain ke skuad kedua klub memberi opsi rotasi tambahan, bukan peningkatan terbukti untuk umpan penentu akhir. Saya memperkirakan Genoa akan memburu penguasaan wilayah sejak awal dan Venezia akan membawa bola keluar melewati garis pressing pertama. Karena itulah saya memegang Venezia untuk menghindari kekalahan.