[Liga Champions AFC 2026-27] Analisis dan Pratinjau Al-Qadsiah vs Al Sadd SC Kick-off: 27 Oktober, 01.15 WIB
Al-Qadsiah dan Al Sadd SC akan bertanding pada putaran ketiga fase liga wilayah Barat Liga Champions AFC Elite 2026-27, 27 Oktober pukul 01.15 WIB di Prince Mohamed bin Fahd Stadium, Dammam. Setelah 32 tahun absen dari kompetisi antarklub Asia, Al-Qadsiah belum terkalahkan dalam 2 laga pertamanya. Al Sadd SC, juara Liga Qatar dalam 3 musim beruntun, membutuhkan poin dan gol pertamanya di turnamen ini.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Al-Qadsiah menang 2-1 atas Al Wasl pada laga pembuka turnamen, lalu bermain imbang 1-1 saat bertandang ke Pakhtakor. Di liga Arab Saudi, mereka berada di peringkat ketiga dengan 25 poin setelah 11 putaran. Catatan 10 laga resmi terakhir mereka juga impresif: 7 menang, 2 imbang, 1 kalah. Namun, pada laga terakhir melawan Al Hilal, mereka kalah 2-3 meski mencetak 2 gol, setelah kebobolan dengan xG 2,84. xG kebobolan mereka sepanjang Oktober mencapai 7,75 dalam 5 laga, lebih tinggi per pertandingan dibandingkan 3,83 dalam 4 laga pada Agustus-September. Catatan menyerang saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pertahanan mereka sudah solid.
Al Sadd SC menjuarai Liga Qatar dalam 3 musim terakhir dan kini berada di posisi kedua dengan 5 kemenangan dan 2 kekalahan setelah 7 putaran. Namun, mereka kalah 0-3 dari Esteghlal Tehran dan 0-2 dari Al Hilal di turnamen ini. Kedua lawan itu sama-sama memenangi 2 laga pertama mereka. Kekuatan lawan patut dipertimbangkan saat menilai kekalahan beruntun tersebut, tetapi Al Sadd SC tetap belum mencetak gol dalam 2 laga. Setelah kalah 4 kali beruntun di liga dan turnamen, mereka bangkit dengan mengalahkan Al Shahania 4-0. Akram Afif mencetak 2 gol dan Roberto Firmino menyumbang 1 gol, tetapi satu laga itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa serangan dan pertahanan mereka sudah pulih saat menghadapi tim papan atas Arab Saudi.
Tim Al-Qadsiah: 1 menang dan 1 imbang dalam 2 laga turnamen, 3 gol, 2 kebobolan / performa terkini: 7 menang, 2 imbang, 1 kalah dalam 10 laga resmi terakhir Al Sadd SC: 2 kekalahan dalam 2 laga turnamen, 0 gol, 5 kebobolan / performa terkini: menang 4-0 atas Al Shahania setelah 4 kekalahan beruntun
Al-Qadsiah asuhan Brendan Rodgers biasanya memakai formasi 3-5-2 dan menyesuaikan susunan pemain serta waktu pergantian dengan jadwal. Saat melawan Al Wasl, Mateo Retegui dan Christopher Bonsu Baah antara lain tidak menjadi starter, lalu dimainkan sejak awal babak kedua. Setelah itu, tim mencetak 2 gol. Rodgers mengatakan bahwa beberapa perubahan starter juga wajar untuk laga ini setelah pertandingan melawan Al Hilal (Al Sharq, 26 Oktober). Al-Qadsiah menghadapi Al Sadd SC 3 hari setelah laga Al Hilal, lalu bertandang ke markas Al Riyadh 3 hari kemudian untuk pertandingan liga.
Al Sadd SC asuhan Razvan Lucescu belakangan lebih sering menggunakan 4-2-3-1. Afif menjadi poros serangan, sementara Claudinho dan Firmino ikut membantu. Namun, di kompetisi Asia, mereka belum cukup mengalirkan bola ke depan dan menuntaskan serangan dengan tembakan di dalam kotak penalti. Saat melawan Esteghlal Tehran, mereka menguasai bola 74%, tetapi 8 dari 14 tembakan dilepaskan dari luar kotak penalti dan hanya 4 dari 28 umpan silang yang tepat sasaran. Melawan Al Hilal, hanya 4 dari 11 tembakan mereka berasal dari dalam kotak penalti. Pola serangan dalam 2 laga itu memang berbeda, tetapi keduanya berakhir tanpa gol.
Ada laporan mengenai beberapa pemain yang absen dari kedua tim. Al Riyadiyah melaporkan bahwa Nández, Nacho Fernández, dan Ali Diabate tidak akan bermain untuk Al-Qadsiah (26 Oktober). Belum diputuskan siapa yang akan mengisi salah satu posisi di tiga bek yang biasanya ditempati Nacho. Al Sadd SC juga dikabarkan tidak memasukkan Marcelo Brozović, Alessio Romagnoli, Agustín Soria, dan Muhammad Muntari ke dalam daftar pemain tandang (Al Riyadiyah, 25 Oktober). Brozović juga absen saat melawan Al Hilal, sementara absennya Romagnoli akan mengubah duet bek tengahnya bersama Boualem Khoukhi.
Kedua tim belum pernah bertemu dalam laga resmi. Laga terbaru mereka melawan lawan yang sama, Al Hilal, juga tidak cocok dijadikan perbandingan langsung lewat skor saja. Al-Qadsiah kalah 2-3 dan kebobolan dengan xG 2,84, sedangkan Al Sadd SC kalah 0-2 dengan xG 0,67. Pertahanan Al-Qadsiah dan duet serang serta bertahan Al Sadd SC akan berbeda dari laga-laga tersebut. Menjelang kick-off, prakiraan cuaca di Dammam menunjukkan suhu 29,8 derajat dan kelembapan relatif 66% (Open-Meteo, dicek 26 Oktober). Kedua tim akan bermain dalam kondisi panas dan lembap, tetapi Al-Qadsiah mendapat waktu istirahat sehari lebih sedikit setelah laga terakhir.
2. Analisis pertarungan
Jalur serangan utama Al-Qadsiah ada di kedua sisi lapangan. Dalam formasi 3-5-2, Muhammad Abu Al Shamat di kanan dan Bonsu Baah di kiri naik membantu menyalurkan bola, sementara Retegui dan Julián Quiñones menjadi penyelesai di tengah. Saat melawan Al Wasl, Quiñones menyundul masuk umpan silang dari kiri oleh Bonsu Baah, sementara Retegui mencetak gol dari umpan mendatar Abu Al Shamat di kanan. Bonsu Baah juga terlibat dalam gol pembuka melawan Pakhtakor. Terlepas dari lawan dan susunan starter, Al-Qadsiah terus memanfaatkan suplai bola dari sisi lapangan.
Dalam formasi 4-2-3-1 Al Sadd SC, para bek sayap akan menjadi pemain pertama yang menghadapi pergerakan ini. Duel Paulo Otávio di bek kiri melawan Abu Al Shamat sangat penting. Otávio mendapat kartu kuning saat melawan Esteghlal Tehran dan menyebabkan penalti akibat handball di kotak penalti saat menghadapi Al Hilal. Jika Al-Qadsiah mengirim umpan mendatar dari kanan ke tengah, duet bek tengah yang kehilangan Romagnoli juga harus mengawal pergerakan Retegui. Sebaliknya, jika Otávio mampu menghentikan laju Abu Al Shamat lalu mengirim bola ke ruang di belakangnya, Al Sadd SC bisa melancarkan serangan cepat.
Pertahanan Al-Qadsiah akan diuji ketika pemain di kedua sisi didorong naik. Saat melawan Al Hilal, Gabriel Martinelli bergerak antara sisi kanan dan tengah untuk menerima bola, sehingga menyulitkan pertahanan Al-Qadsiah (Gol.com edisi Arab, 23 Oktober). Ada juga laporan bahwa Nacho dan Diabate akan absen kali ini. Al Sadd SC bisa mendapatkan peluang jika Afif, Firmino, dan Claudinho mengirim bola dengan cepat ke ruang di belakang pemain sayap lalu menembak di dalam kotak penalti. Namun, belum ada contoh dalam turnamen ini bahwa para pemain tersebut mampu membongkar pertahanan seperti milik Al-Qadsiah dengan pergerakan yang sama seperti Martinelli. Jika Al Sadd SC terlalu lama menguasai bola sebelum mengakhiri serangan dengan tembakan dari luar kotak penalti atau umpan silang, perubahan di lini pertahanan Al-Qadsiah belum tentu langsung berujung pada kebobolan.
Jika Al Sadd SC kebobolan lebih dulu, serangan balik ke arah sebaliknya akan menjadi penting. Saat melawan Esteghlal Tehran, mereka maju untuk mengejar gol penyama kedudukan, lalu kebobolan lagi pada menit ke-47 lewat umpan terobosan. Al-Qadsiah mencetak gol tambahan lewat serangan balik dari kanan saat lawan maju menghadapi Al Wasl. Jika Al Sadd SC menambah pemain untuk menyerang karena membutuhkan poin, Retegui dan Quiñones bisa mendapat ruang untuk bergerak ke depan. Situasinya akan berbeda jika Al Sadd SC bertahan di depan kotak penalti seperti saat melawan Al Hilal. Al-Qadsiah mencatat 22 tembakan melawan Al Taawoun, tetapi baru mencetak gol penentu menjelang akhir laga. Kemampuan menciptakan peluang dan waktu terjadinya gol pertama perlu dinilai secara terpisah.
Pilihan starter Rodgers juga bisa mengubah intensitas serangan pada babak pertama dan kedua. Saat melawan Al Wasl, tim mencetak gol setelah penyerang utama masuk pada babak kedua, sedangkan babak pertama berakhir 0-0. Kali ini, jika Nández juga absen, pilihan pergantian di lini tengah ikut berkurang. Jika Rodgers mengistirahatkan sebagian pemain depan, Al Sadd SC akan punya peluang lebih besar untuk menuntaskan babak pertama tanpa kebobolan. Jika penyerang utama dimainkan pada babak kedua, Al Sadd SC harus menghadapi serangan itu dengan susunan bek tengah yang baru. Lucescu juga pernah memasukkan lebih banyak penyerang saat timnya tertinggal di turnamen ini, tetapi mereka tetap gagal mencetak gol dalam kedua laga.
Pada fase akhir, kemampuan Al-Qadsiah menjaga keunggulan akan menjadi perhatian. Mereka kebobolan pada menit ke-90+6 setelah unggul 2-0 atas Al Wasl dan kebobolan penalti penyama kedudukan pada menit ke-89 melawan Pakhtakor. Dalam 10 laga terakhir, mereka meraih 4 kemenangan dan 2 hasil imbang dari 6 laga ketika unggul saat turun minum, jadi mereka bukan tim yang berulang kali kalah setelah memimpin. Namun, kejadian ketika keunggulan mereka menipis perlu dipertimbangkan bersama perubahan lini pertahanan dan waktu istirahat yang singkat kali ini. Al Sadd SC juga punya contoh terbaru ketika Afif dan Firmino sama-sama mencetak gol melawan Al Shahania. Apakah keduanya bisa mengubah tekanan pada menit-menit akhir menjadi tembakan di dalam kotak penalti kemungkinan akan menentukan gol pertama Al Sadd SC di turnamen ini.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
Kami memprediksi Al-Qadsiah menang 2-1. Jika Rodgers mengatur menit bermain sebagian penyerangnya, gol pertama bisa datang terlambat. Namun, skenario Al-Qadsiah unggul 2-0 lewat suplai bola dari sisi lapangan dan pergantian pemain pada babak kedua lebih mungkin terjadi. Setelah itu, Al Sadd SC akan menambah penyerang, sementara Al-Qadsiah menarik pemain utama pada fase akhir dan kebobolan 1 gol.
Al-Qadsiah sudah mengubah suplai bola dari sisi lapangan menjadi gol dengan beberapa susunan pemain, dan kali ini mereka akan menghadapi lini tengah pertahanan Al Sadd SC yang kehilangan Romagnoli. Pergantian penyerang pada babak kedua yang dilakukan Rodgers saat melawan Al Wasl menunjukkan bahwa masih ada cara untuk menambah daya serang meski starter berubah. Di sisi lain, Al-Qadsiah kebobolan pada menit-menit akhir dalam kedua laga turnamen, dan laporan absennya Nacho serta Diabate mengurangi pilihan untuk memperkuat pertahanan.
Pasaran juga menilai kemenangan Al-Qadsiah sebagai hasil yang paling mungkin, tetapi pandangan soal selisih gol berbeda. Perbedaan hasil di turnamen dan absennya pemain Al Sadd SC mendukung keunggulan tuan rumah. Namun, hasil itu dicatat dengan susunan pertahanan yang berbeda dari yang akan turun hari ini. Al-Qadsiah juga pernah menarik pemain utama setelah unggul lalu kebobolan di menit-menit akhir; hal itu perlu dipertimbangkan saat menilai selisih gol. Karena itu, di antara hasil kemenangan Al-Qadsiah, keunggulan 1 gol lebih meyakinkan. Jika Rodgers menurunkan lini serang utama sejak awal dan Al-Qadsiah mencetak gol dalam 30 menit pertama, prediksi ini bisa berubah. Al Sadd SC harus maju lebih awal, sehingga Al-Qadsiah bisa menambah gol dan memperlebar jarak.