Atlanta dan Houston sama-sama punya lebih dari satu cara untuk mencetak poin setelah serangan pertama mereka dihentikan. Tekanan Atlanta bisa mengubah penguasaan bola, sementara Houston bisa memperlambat tempo lewat Sengun, Durant, dan lemparan bebas. FC Dallas dan San Jose menghadirkan duel berbeda dalam menembus kotak penalti: Dallas bisa membangun serangan dengan penguasaan bola terbatas, sedangkan San Jose bisa menembus pertahanan lewat pemain sayapnya. Respons setelah gol pembuka sama pentingnya dengan fase awal saat menguasai permainan.
Tekanan Daniels akan menguji lini belakang Houston yang tampil tanpa VanVleet, yang bermain pada laga sebelumnya sebelum dipastikan absen kali ini; Sheppard melewatkan laga itu dan statusnya masih belum pasti. Houston tetap punya Sengun dan Durant sebagai opsi kuat untuk menyerang di setengah lapangan, tetapi pemain intinya mendapat menit bermain lebih banyak daripada pemain Atlanta pada laga sebelumnya. Johnson dan Alexander-Walker sudah membantu Atlanta kembali mengendalikan permainan setelah Orlando bangkit. Kami memperkirakan tekanan Atlanta dan kreasi serangan dari pemain pelapis yang lebih segar kembali berpengaruh pada kuarter tengah dan akhir. Karena itu, kami memilih Atlanta untuk finis di depan.
Dallas bisa mengalirkan bola kepada Musa dan melibatkan Job atau Moreno di ruang-ruang sekitar lima bek San Jose, meski tanpa menguasai bola dalam waktu lama. Judd dari San Jose mencetak gol pada laga terakhirnya sebelum menjalani skorsing yang masih berlangsung, sementara Werner masih diragukan; Farrington dari Dallas sudah absen dalam dua laga terakhir mereka. San Jose mampu membalas pada menit-menit akhir, jadi Dallas perlu terus mengandalkan pemain yang datang dari lini kedua dan tetap masuk ke kotak penalti setelah unggul lebih dulu. Opsi serangan Dallas yang beragam lebih meyakinkan daripada kreasi serangan San Jose di laga tandang belakangan ini. Karena itu, kami memilih FC Dallas untuk menang.