[Serie A Italia 2026/27] Bologna vs AC Monza: Analisis dan Pratinjau Kick-off: 31 Oktober 2026, 21.00 WIB
Performa Bologna belakangan ini sedang menanjak, tetapi mereka masih punya masalah yang belum teratasi di kandang. Ketajaman AC Monza yang konsisten dan kesalahan berulang di lini belakang akan menguji masalah itu sekaligus.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Sejak Raffaele Palladino mengambil alih, Bologna mencatat 3 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 5 laga liga. Namun, semua kemenangan itu diraih di kandang lawan. Di kandang sendiri, mereka bermain imbang dengan Torino dan kalah dari Internazionale Milano. Dari 11 tembakan saat menghadapi Torino, hanya 1 yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, saat tandang ke AC Milan, Bologna hanya menguasai bola 34%, tetapi melepaskan lebih banyak tembakan daripada lawan dan mencetak 4 gol lewat bola mati serta serangan cepat. Palladino mengatakan bahwa timnya juga menyiapkan pendekatan bertahan lebih dalam agar tidak memberi AC Monza banyak ruang (TuttoMercatoWeb, 30 Oktober). Bermain di kandang bukan berarti Bologna harus terus menguasai bola.
Ada tanda tanya di lini depan. Piccoli dan Enem, yang sempat menggantikannya, tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil (TuttoBolognaWeb, 30 Oktober). Dovbyk bisa bermain, tetapi menurut Palladino, kondisinya belum memungkinkan untuk tampil selama 90 menit. Jika AC Monza menumpuk pemain di kotak penalti, Bologna perlu mengandalkan penyerang yang mampu menahan bola di tengah sekaligus pergerakan pemain lini kedua. Miranda berpeluang menjadi starter. Ia terlibat dalam gol lewat sepak pojok saat melawan Cagliari dan tendangan bebas saat menghadapi AC Milan.
AC Monza mencetak gol dalam semua 9 laga liganya. Varela mengemas 8 gol dalam 8 pertandingan pertama, termasuk lewat sundulan dari umpan silang dan gol setelah merebut bola dari kesalahan lawan di lini belakang (Eurosport, 30 Oktober). Masalah mereka saat tandang bukan karena serangan yang mandul. Dalam 5 laga tandang, mereka mencetak 7 gol, tetapi kebobolan 14 gol dan hanya meraih 1 poin. Juric diperkirakan tetap memakai formasi 3-4-2-1 (Calciodangolo, 30 Oktober). Kedua tim sama-sama punya waktu pemulihan yang singkat setelah laga terakhir. Namun, Bologna mengganti 3 pemain pada menit ke-58 hingga 59, sementara AC Monza juga melakukan pergantian pemain pada babak kedua. Karena itu, sulit menentukan salah satu tim lebih lelah hanya berdasarkan jadwal.
2. Analisis pertandingan
Duel pertama akan terjadi antara Miranda dan pertahanan AC Monza saat menghadapi sepak pojok. AC Monza sudah kebobolan 6 gol dari sepak pojok di liga musim ini, termasuk sundulan tanpa kawalan dari situasi sepak pojok saat melawan Napoli (dikutip Opta, Eurosport, 30 Oktober). Bologna mencetak gol ke gawang Cagliari melalui Casale yang menyambut sepak pojok Miranda. Sekalipun Bologna kembali kesulitan mengubah penguasaan bola menjadi tembakan tepat sasaran seperti saat melawan Torino, satu peluang di kotak penalti dari bola mati bisa mengubah hasil. Jika Miranda menjadi starter, Bologna tak perlu menunggu hingga babak kedua untuk memasukkannya seperti saat menghadapi AC Milan.
Duel lain akan muncul dari pergerakan bek sayap AC Monza ke depan dan posisi bertahan wing-back Bologna. Palladino menilai bek sayap AC Monza bergerak maju dari belakang untuk mengisi kotak penalti (TuttoMercatoWeb, 30 Oktober). Jika Zortea dan Miranda sama-sama maju lalu Bologna kehilangan bola, Casale dan Theate harus menghadapi umpan silang Robinson dan sundulan Varela. Bologna bisa mengurangi ancaman itu dengan bertahan lebih dalam, tetapi jarak yang harus ditempuh para penyerangnya setelah merebut bola akan lebih jauh. Sebaliknya, saat AC Monza mencoba membangun serangan pendek dari belakang, Bologna bisa mengincar momen seperti ketika Miranda merebut bola lewat tekanan tinggi saat melawan Internazionale Milano. AC Monza kebobolan setelah membuat kesalahan saat mengolah bola dari belakang dalam laga melawan Torino dan Napoli.
3. Kesimpulan dan prediksi
Pasaran mengunggulkan Bologna dengan melihat kemenangan mereka belakangan ini dan banyaknya gol yang kebobolan AC Monza. Namun, jika melihat catatan kandang Bologna, penilaian itu patut dipertanyakan. Meski begitu, Bologna tidak harus selalu menguasai bola untuk menghadapi lawan ini. Saat bek sayap AC Monza maju, Bologna bisa merebut bola lalu menyerang cepat seperti dalam kemenangan tandang mereka. Tendangan Miranda juga mengarah ke celah yang berulang kali dimanfaatkan lawan. Kami belum melihat alasan kuat untuk memilih hasil yang berbeda dari pasaran.
Gol AC Monza juga sulit diabaikan. Umpan silang yang ditujukan kepada Varela bisa menjadi ancaman saat wing-back Bologna maju. AC Monza juga mencetak 7 gol dalam 4 pertandingan liga yang mereka jalani setelah tertinggal saat turun minum. Jika Bologna unggul lalu bertahan lebih dalam, ruang untuk menambah keunggulan akan terbuka, tetapi Varela masih punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Sebaliknya, jika Varela mencetak gol lebih dulu dan Bologna harus mengejar sambil menguasai bola, kurangnya peluang di kotak penalti seperti saat melawan Torino bisa kembali menjadi masalah.
Kami memperkirakan Bologna akan menang tipis, dengan keunggulan dari bola mati dan serangan cepat, tetapi AC Monza juga akan mencetak gol.
[Kesimpulan akhir · Tiap pasaran · Berdasarkan pilihan Betman] 1X2: Menang — Pertahanan lebih dalam dan serangan transisi Bologna bisa mengulang pola yang membawa mereka meraih 3 kemenangan tandang. Tendangan Miranda juga menjadi senjata melawan tim yang paling sering kebobolan dari sepak pojok di liga. Handicap -1: Seri — Serangan AC Monza yang mencetak gol dalam 9 laga liga bisa memberi mereka jalan untuk membalas. Tanpa Piccoli dan Enem, Bologna belum punya cukup alasan untuk diperkirakan mencetak 3 gol. Over/under 2.5: Over — Bola mati dan serangan transisi Bologna, ditambah umpan silang dari sisi sayap AC Monza dan penyelesaian Varela, bisa sama-sama menghasilkan gol. Rencana bertahan lebih dalam Bologna juga belum teruji dalam pertandingan.