Frosinone bisa beralih dari merebut bola di lini tengah ke menerima bola di depan tanpa perlu lama-lama menguasai bola. Atalanta punya jalur serangan dari umpan rendah lewat Bellanova dan Krstović, sementara lini belakang tengah yang dirombak harus mengawal permainan di belakangnya. Sentuhan pertama dan bola liar berikutnya bisa menentukan bentuk pertandingan ini.
Semua kiriman · halaman 83
Pola terbaru Bournemouth yang paling berguna dimulai dari tekanan yang terkoordinasi, lalu berlanjut lewat permainan menahan bola Evanilson. Manchester United menunjukkan serangan balik yang berbahaya lewat Tielemans dan para penyerang mereka yang punya kecepatan. Kuncinya adalah apakah United bisa menyambungkan transisi berikutnya sebelum Bournemouth pulih dan menyerang lagi.
Serangan langsung Hull membuat bola kedua setelah sentuhan pertama McBurnie menjadi sangat penting. Brentford punya beragam cara kreatif untuk membongkar blok pertahanan tuan rumah, sementara lini tengah yang berubah akan bertugas merebut bola-bola kedua. Di Anfield, tekanan dan kombinasi dari dalam Brighton akan menghadapi Liverpool yang belakangan mampu membangun serangan panjang sekaligus kehilangan bola di area berbahaya.
Bek sayap NEC yang rajin maju dan umpan-umpan dari sisi lapangan membuat Groningen harus bekerja keras menghadapi mereka. Groningen juga punya jalur langsung dari kombinasi lini tengah menuju penyerang tengah. Laga Genoa vs Venezia sepertinya akan berjalan dengan bentuk permainan yang lebih rapat, dengan penerimaan bola di tengah dan kualitas peluang berikutnya lebih menentukan daripada penguasaan bola.
Tekanan Athletic di area lawan dan umpan langsung Getafe membuat penerima bola pertama jadi pusat pertandingan ini. Penguasaan bola belum konsisten memberi Athletic penyelesaian bersih lewat tengah. PSV vs Feyenoord ditentukan oleh duel serupa: apakah penerima bola pertama bisa berbalik sebelum tekanan menutup ruangnya.
Jalur tercepat Fortuna adalah umpan langsung ke para penyerang, yang dilanjutkan dengan pergerakan menusuk atau umpan silang ke kotak penalti. Excelsior belakangan ini kerap menguasai bola tanpa menghasilkan cukup tembakan yang berbahaya. Pertemuan Inter dengan ACF Fiorentina memiliki ritme berbeda, dibangun dari pasokan lini tengah yang kembali tajam dan para pemain yang menusuk dari kedua sayap.
Hull bertahan dengan garis belakang yang rapat dan mencari bola kedua setelah merebut bola. Brentford mampu terus menekan lewat Damsgaard dan Thiago, bahkan saat penguasaan bola diperebutkan. Umpan pertama dari lini tengah akan menentukan seberapa sering masing-masing tim bisa membentuk pola permainan yang diinginkan. Perlindungan Hull di kandang dan perubahan Brentford di lini tengah membuat duel ini sangat berpengaruh.
Atalanta bisa menciptakan peluang berulang di kandang lewat Éderson dan suplai bola dari sayap. Frosinone bisa menekan agresif saat umpan pertama dan menemukan Raimondo dari perebutan bola tinggi. Hoffenheim menekan tinggi dan mengubah perebutan bola menjadi suplai cepat untuk Kramarić dan Prass. Leverkusen bisa melewati gelombang pertama dan menjangkau Maza dengan Schick di depannya.
Bournemouth menekan penerima bola pertama dan lekas menyambungkannya ke arah Evanilson. Manchester United memiliki jalur mencetak gol langsung lewat Tielemans dan Mbeumo. Pola serangan terbaik Palace bergerak dari lini tengah menuju umpan silang mendatar dari sisi sayap. Newcastle dapat menjangkau Wissa lewat Hall dan Barnes setelah memenangi bola kedua (second ball).
Penguasaan bola Atalanta di kandang akan menghadapi pressing Frosinone yang menyasar operan pertama mereka dari tengah. Hoffenheim dan Leverkusen menghadapi pertarungan yang berbeda: keduanya bisa menciptakan peluang lewat perebutan bola di area tinggi maupun ruang di belakang pressing lawan. Kunci di masing-masing laga adalah kualitas tembakan bersih pertama dan bola pantul berikutnya.
Liverpool bisa mengalirkan bola ke Wirtz dan Isak setelah keluar dari tekanan lewat tengah dengan rapi. Brighton berusaha mencegahnya dengan pressing agresif. Monaco memanfaatkan perebutan bola tinggi untuk cepat mengirim bola kepada Brunner. Lille terus menciptakan peluang dari lini tengah dan sayap meski hasilnya belum konsisten.
NEC menerapkan pressing tinggi dan mengalirkan bola ke para penyerang dari area sayap. Groningen bisa meresponsnya lewat umpan pertama yang lebih panjang dan penerima bola di sisi kanan. Genoa menginginkan kontrol lebih, tetapi belakangan ini tidak banyak mencatatkan tembakan tepat sasaran. Lini tengah Venezia yang rapat mampu mengarahkan umpan pertama ke Adams.
Suplai bola dari sisi sayap Manchester United di awal laga akan bertemu tekanan Bournemouth pada umpan pertama. Pemain sayap Newcastle yang sudah beristirahat juga bisa menguji Palace, yang baru pulang dari perjalanan tandang yang berat. Di kedua laga, gol pembuka tidak terlalu penting dibanding apakah pencetak gol mampu menutup fase bertahan berikutnya.
Tekanan tinggi Nijmegen dari sisi sayap akan menyulitkan Groningen saat melepas umpan pertama dan menghalau bola untuk kedua kalinya. Liverpool juga bisa menekan Brighton sejak lini depan, sementara Brighton dapat menyerang ruang yang ditinggalkan setelah Liverpool gagal mengalirkan bola dengan baik. Di kedua laga, kuncinya adalah apakah tim yang ditekan bisa mengawali serangan dengan bersih, lalu menuntaskan penguasaan bola saat bertahan.
Serangan cepat Sittard memberi Excelsior banyak waktu untuk membangun serangan lewat lini tengah dan sektor sayap. Umpan silang berulang dari Inter akan menguji apakah ACF Fiorentina mampu menyapu tembakan pertama dan mengamankan bola muntah berikutnya. Bilbao juga bisa menguasai teritori permainan, tetapi skema langsung Getafe memberi mereka jalur tersendiri untuk menembus kotak penalti. Di ketiga laga ini, efektivitas penyelesaian akhir dan cara mempertahankan penguasaan bola setelah transisi bertahan lebih penting daripada sekadar dominasi penguasaan bola.
Athletic mencari umpan silang dari sisi sayap berulang kali setelah memenangi bola kedua. Getafe berusaha mengubah duel udara menjadi serangan langsung. Pressing PSV bisa menjebak umpan pertama Feyenoord. Namun, Feyenoord punya jalur lewat lini tengah untuk keluar dari tekanan dan mengalirkan bola ke sisi kanan.
Japan Series Game 2 mempertemukan dua tim yang sama-sama menciptakan peluang dalam laga pembuka yang ketat. DeNA banyak menempatkan pelari di base, sementara SoftBank punya batting order yang lebih dalam; pergantian pitcher pertama bisa menjadi titik balik. Inter bisa mengalirkan bola dari tengah ke umpan wingback. Fiorentina juga sering masuk ke kotak penalti meski belakangan menelan kekalahan.
Tekanan tinggi PSV membuat umpan pertama Feyenoord menjadi ujian utama. Feyenoord tetap bisa melepas Read dan Hadj Moussa ke ruang di belakang sisi kiri PSV. Hasil laga ini akan ditentukan oleh apakah penguasaan wilayah di awal berubah menjadi tembakan bersih, dan apakah keunggulan pertama bisa bertahan menghadapi serangan sayap berikutnya.
Pertahanan awal Tokyo akan menghadapi tim Nagoya yang piawai mengubah kesalahan saat bola hidup menjadi poin cepat. Tokyo bisa membalas lewat Hawkinson dan dukungan di area dalam saat menjalankan serangan setengah lapangan. Penentuannya mungkin ada pada apakah Tokyo mampu merespons dengan rebound bertahan dan menghentikan serangan lawan.
United vs Bournemouth akan diwarnai perebutan umpan pertama di bawah tekanan. Palace vs Newcastle berpeluang saling berbalas umpan dari sayap dengan penerimaan bola langsung di tengah. Atalanta vs Frosinone mempertemukan tim yang sama-sama merebut bola tinggi dan cepat masuk ke kotak penalti. Di ketiga laga ini, peluang lanjutan setelah tembakan pertama diblok jadi ujian utamanya.