Pola terbaru Bournemouth yang paling berguna dimulai dari tekanan yang terkoordinasi, lalu berlanjut lewat permainan menahan bola Evanilson. Manchester United menunjukkan serangan balik yang berbahaya lewat Tielemans dan para penyerang mereka yang punya kecepatan. Kuncinya adalah apakah United bisa menyambungkan transisi berikutnya sebelum Bournemouth pulih dan menyerang lagi.
Melawan Sunderland, Cook menemukan Evanilson di antara para bek, dan kemampuannya melindungi bola membuka jalan bagi Tavernier sebelum kartu merah. Bournemouth juga menerapkan tekanan awal yang bagus saat melawan Milan. Itu memberi serangan mereka fondasi dalam permainan dengan jumlah pemain normal, dengan striker yang menghubungkan bola hasil rebutan di lini tengah ke pemain yang datang menyusul.
Penampilan United melawan Leeds dan Como memperlihatkan kesulitan mempertahankan transisi seperti itu dan bertahan menghadapi serangan lanjutan. Tielemans masih bisa mengirim bola ke Mbeumo, sementara Amad menjadi ancaman lain di depan. Duet Adams-Christie yang diproyeksikan main untuk Bournemouth memberi tim tamu pijakan di lini tengah untuk duel pertama dan bola berikutnya.
Yoro dan Heaven kembali menjadi opsi bertahan bagi United, sementara beberapa pemain tengah dan sisi kiri masih absen. Bournemouth kehilangan Toth sebagai opsi gelandang serang lainnya, dan Scott sudah absen dalam kemenangan-kemenangan terakhir. Evanilson dilaporkan fit setelah cedera ringan, dan susunan pemain yang diproyeksikan tetap menempatkan Tavernier di dekatnya; starting XI ini masih berupa perkiraan.
Bournemouth bisa membuat penerimaan bola awal United tidak nyaman, menemukan striker mereka dengan cepat, dan menjaga para pelari tetap cukup dekat untuk melanjutkan serangan. Rangkaian yang berulang itu adalah kaitan paling kuat saat ini antara performa terbaru kedua tim. Itulah alasan kami memilih Bournemouth.