Frosinone bisa beralih dari merebut bola di lini tengah ke menerima bola di depan tanpa perlu lama-lama menguasai bola. Atalanta punya jalur serangan dari umpan rendah lewat Bellanova dan Krstović, sementara lini belakang tengah yang dirombak harus mengawal permainan di belakangnya. Sentuhan pertama dan bola liar berikutnya bisa menentukan bentuk pertandingan ini.
Tekanan tinggi Masini dan penyelesaian Calò saat menghadapi Sassuolo menunjukkan kemampuan tim tamu mengubah tekanan menjadi peluang dalam sekejap. Ghedjemis dan Kvernadze bisa memasok bola dari sisi sayap untuk Raimondo, dengan Schmid mendukung serangan tengah. Peran-peran itu memberi Frosinone beberapa cara untuk menjangkau bola berikutnya.
Atalanta kesulitan membangun serangan dari tengah saat menghadapi Milan, sementara duet bek mereka membutuhkan dukungan untuk mengatasi umpan langsung Ajax. Frosinone bisa menguji kedua fase itu dengan tetap dekat dengan penerima bola pertama dan mengikuti perebutan awal hingga ke kotak penalti. Kelanjutan serangan dari sepak pojok melawan Sassuolo juga menunjukkan bahwa mereka bisa terus menyerang setelah sapuan pertama.
Daftar pemain absen Atalanta mencakup empat bek tengah, sementara duet Kristensen-Obrić diperkirakan kembali bermain setelah laga Eropa. Skuad resmi Frosinone masih memuat Masini, Calò, Schmid, kedua pemain sayap, dan Raimondo; absennya Grillitsch sudah terjadi pada pemilihan skuad terakhir. Kembalinya Calvani menambah opsi di lini belakang setelah berlatih selama sepekan.
Waktu pemulihan yang lebih panjang memberi tim tamu persiapan ekstra untuk mengulang tekanan dan pergerakan pemain pendukung. Atalanta bisa membangun serangan lewat Éderson dan mencari Bellanova di sisi luar, sementara Frosinone tetap punya rangkaian penerima bola untuk membalas dengan serangan mereka sendiri. Karena itu, kami memilih Frosinone untuk meraih hasil.