Performa kandang Toyama membuat duel mereka melawan Vegalta Sendai terasa sedikit berbeda dari yang terlihat di klasemen. Toyama mampu mencari posisi untuk menembak, tetapi belakangan mereka hanya meraih hasil imbang dan kalah saat bermain di kandang, sementara kemenangan justru datang di laga tandang. Sendai datang setelah menelan dua kekalahan, tetapi mereka tetap melepaskan lebih banyak tembakan daripada lawan di kedua laga tersebut. Kami ingin melihat tim mana yang bisa mengamankan bola liar setelah tembakan atau umpan silang sebelum lawan sempat kembali bertahan.
Catatan laga terbaru kami menunjukkan Toyama belum menang dalam enam pertandingan kandang terakhir, meski mereka menang saat bertandang ke markas Albirex Niigata, Omiya, dan Kofu. Mereka melepaskan 17 tembakan saat melawan Sapporo dan kalah, lalu mencatat 15 tembakan di Niigata dan menang. Sendai melepaskan 15 tembakan saat kalah dari Omiya dan 13 saat kalah di Niigata; lawan mereka hanya mencatat sembilan tembakan di masing-masing laga. Angka-angka itu menunjukkan Sendai mampu masuk ke area berbahaya, tetapi belum menjawab apakah sentuhan berikutnya di kotak penalti sudah cukup baik.
Dalam duel ini, kami akan mengamati bola liar pertama setelah tembakan atau umpan silang. Jika Toyama bisa menguasainya, tekanan mereka di kandang mungkin akhirnya berubah menjadi serangan beruntun. Jika Sendai yang merebutnya lalu keluar dari tekanan dengan rapi, Toyama bisa saja banyak menguasai bola tanpa mendapat peluang berulang yang mereka butuhkan.