Bentuk permainan Slavia yang kompak masih punya jalur aktif dari perebutan bola ke pemain yang berlari ke depan. Arsenal bisa mengurung lawan lewat progres bola Rice dan Ødegaard serta memaksimalkan sepak pojok melalui sentuhan kedua. Laga ini bergantung pada apakah Slavia bisa membawa bola berikutnya ke kotak penalti setelah gelombang tekanan pertama Arsenal. Serangan mereka akhir-akhir ini telah menunjukkan lebih dari satu cara untuk mengancam gawang lawan.
Ayaosi dan Suleiman menciptakan sekaligus menuntaskan peluang saat melawan Jablonec, dan Ayaosi ikut andil membidani gol penyeimbang di menit-menit akhir di kandang Fenerbahçe. Umpan sepak pojok Arsenal ke Gabriel tetap menjadi senjata ampuh, meski serangan tandang mereka baru-baru ini kerap berakhir dengan satu peluang penyelesaian saja. Chory dari Slavia absen dan Provod kemungkinan hanya bisa turun sebagai pemain pengganti dalam durasi singkat, tetapi para starter saat kontra Jablonec tetap mampu menghidupkan serangan tanpa mereka; Saka juga absen di laga-laga terbaru Arsenal, sementara Madueke dan Havertz sudah bermain. Slavia semestinya bisa meredam tekanan awal Arsenal dan mencari Ayaosi pada umpan berikutnya. Itulah alasan saya memihak Slavia Prague.