Tekanan Shabab memberi Azmoun jalan cepat ke kotak penalti, sementara Esteghlal punya cover di tengah dan opsi untuk membalas. Frankfurt bisa masuk ke kotak penalti lewat lebih dari satu penyerang saat menghadapi HSV yang kekurangan opsi di tengah. Koneksi lini tengah Como akan menghadapi Torino yang sedang menyesuaikan umpan pertama dan perlindungan pertahanannya.
Saat melawan Shabab, Ashurmatov, Fallah, dan Cheshmi dari Esteghlal bermain penuh dalam laga-laga terakhir dan bisa bersaing untuk menyambut bola pertama Azmoun. Asani dan Hardani memberi opsi serangan langsung ketika Shabab maju. Ghandipour, yang memberi assist setelah masuk menggantikan Bala saat melawan Al Ittihad, kini dilaporkan cedera; Bala sendiri meninggalkan laga itu lebih awal. Perkiraan susunan pemain Esteghlal masih sebatas proyeksi, tetapi poros tengah yang belakangan mereka andalkan dan kerja pertahanan saat tandang memberi mereka peluang untuk tetap bersaing. Karena itu, kami memilih Esteghlal.
HSV bisa bermain rapat dan mencari Moffi lewat umpan Muheim, tetapi Burkardt dan Ebnoutalib dari Frankfurt sama-sama mampu masuk ke kotak penalti, bahkan dalam laga sulit melawan Dortmund. Frankfurt juga mencetak gol kemenangan atas Köln lewat umpan pendek untuk mengembalikan bola. Pelatih HSV telah memastikan Vieira, Nadir, Poulsen, dan Remberg yang berperan sebagai pelindung lini tengah akan absen; tiga nama pertama sempat bermain melawan Paderborn sebelum kabar ini. Tangvik dipastikan menjadi penjaga gawang. Frankfurt bisa menerima bola di lini depan dan kembali mengirim umpan ke kotak penalti, sehingga pasokan bola HSV yang berkurang di area tengah akan terus mendapat tekanan sepanjang laga. Karena itu, kami memilih Eintracht Frankfurt.
Torino bisa mengirim bola langsung kepada Simeone dan Adams melalui Belghali, tetapi Como sudah teruji dengan koneksi Paz ke Douvikas serta umpan-umpan terpisah dari sisi kiri. Mandragora cedera pada laga terakhir Torino dan kini dipastikan absen, sehingga pemain pengganti di posisi gelandang bertahan harus mengawal Paz di antara lini. Paz diistirahatkan saat melawan Sassuolo, sementara Douvikas mencetak 2 gol di laga itu dari dua skema umpan berbeda, meski Como juga masih kehilangan beberapa pemain. Como lebih sering mendapat sentuhan di kotak penalti, jadi mereka punya jalur lebih kuat untuk mencetak gol penentu. Karena itu, kami memilih Como.