Cincinnati dan D.C. sama-sama datang membawa hasil akhir yang buruk pada laga terakhir mereka, tetapi cerita di balik pertandingan tersebut terasa aneh dengan cara yang bertolak belakang. Cincinnati menciptakan banyak peluang saat melawan Columbus namun gagal berbuah hasil; D.C. justru menciptakan peluang-peluang terbaiknya di awal laga saat bertandang ke markas Orlando, lalu perlahan mengendur. Pertemuan keduanya bisa ditentukan oleh apakah tekanan Cincinnati tetap mampu menghasilkan peluang bersih setelah kegagalan sebelumnya, serta apakah ancaman serangan awal D.C. bisa bertahan lebih lama dari sekadar satu babak serangan. Papan skor saja bukanlah tolok ukur yang tepat di sini.
Catatan sementara kami menunjukkan Cincinnati kalah 0–2 dari Columbus kendati unggul tembakan 23–3 dan mencatatkan xG 2,19–0,30. D.C. kalah 1–4 di Orlando dengan catatan xG yang hampir berimbang, 2,59–2,58, di mana sebagian besar angka milik D.C. tercipta sebelum turun minum. Hal ini menyisakan tanda tanya nyata untuk laga ini: mampukah Cincinnati mengubah dominasi penguasaan wilayah menjadi gol tanpa memberi celah bagi D.C. untuk lolos, atau justru D.C. yang mampu terus menebar ancaman setelah gelombang serangan pertama?