Dua laga NBA dengan karakter yang sangat berbeda. Di satu laga, tim tuan rumah yang sedang leluasa mencetak poin menjamu tim tamu yang rotasinya banyak terkikis dan baru saja kalah dalam dua laga tandang dengan selisih lebih dari 20 poin. Di laga lain, dua tim yang banyak mengandalkan tembakan tiga angka dan kerap lengah dalam bertahan di akhir kuarter bertemu, dengan salah satunya menjalani laga kedua secara beruntun.
Cleveland mencetak 136 poin saat bertandang ke Milwaukee terakhir kali dan menang di sebagian besar laga kandangnya. Oklahoma City kalah 96-120 di Dallas dan 98-119 di Houston, dengan absennya beberapa guard dan pemain big sudah terlihat dalam dua laga itu. Mereka hanya memasukkan 5 dari 32 dan 10 dari 32 tembakan tiga angka, serta membuat 13 dan 14 turnover. Guard andalan mereka masih produktif, tetapi pemain di belakangnya terbatas, sehingga serangan perimeter Cleveland seharusnya mendapat lebih banyak penguasaan bola. Karena itu, kami memilih Cleveland menang di kandang.
Laga Houston vs Boston punya cerita berbeda: rata-rata poin gabungan dalam laga-laga terbaru kedua tim jauh di atas 220. Houston kemasukan sekitar 30 poin di masing-masing kuarter ketiga dan keempat, sementara Boston melepas lebih dari 40 tembakan tiga angka. Boston menjalani malam kedua dari laga beruntun, dan center Houston, Adams, absen sementara Capela diragukan tampil. Ini mengarah pada laga cepat dengan banyak poin, jadi kami memilih over, termasuk overtime.