Dodgers memang sedang memimpin seri ini, tetapi duel pitching kali ini memberi dinamika tersendiri untuk laga berikutnya. Tyler Mahle menjadi sosok pitcher yang berbeda sejak Atlanta lebih mengandalkan splitter-nya, dan kemampuannya bertahan lama di mound memberikan transisi yang lebih rapi bagi para reliever akhir Braves. Laga-laga sebelumnya berjalan cukup ketat, sehingga urutan pergantian pitcher starter ke bullpen ini bagi saya lebih penting daripada skor serinya saat ini.
Mahle menahan Philadelphia dan hanya kebobolan satu run selama tujuh inning dalam penampilan perdananya di postseason. Performa yang lebih solid bersama Atlanta ini hadir setelah ia mulai meninggalkan cutter dan beralih ke splitter. Hal tersebut memberi Walt Weiss opsi untuk mencegah susunan pemukul Dodgers terlalu sering membaca lemparan dari deretan reliever yang panjang.
Kemenangan Atlanta di Game 2 memperlihatkan bagaimana staf pitching mereka mampu menuntaskan laga ketat. Ray Kerr tampil sebagai opener, Didier Fuentes menuntaskan sebagian besar out di fase akhir, dan Michael Harris II menyumbang sebuah triple serta sebuah double berbuah RBI. Kemampuan Mahle melempar banyak inning membuat rencana pitching seperti itu lebih mudah diulang di Truist Park.