[26-27 KOVO Putra] Pratinjau Analisis KEPCO Vixtorm vs Woori Card WooriWON Waktu pertandingan: 3 November pukul 17.00 WIB
Musim lalu, kedua tim hanya berjarak 1 poin dalam perebutan tiket ke babak playoff musim semi. Kini, mereka langsung saling berhadapan pada laga pembuka musim baru. Pada pertemuan di turnamen piala pramusim, KEPCO Vixtorm mencatatkan kemenangan comeback, tetapi saat itu Woori Card WooriWON tidak memainkan Rafael Araujo.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Sejak ditangani pelatih Seok Jin-wook, KEPCO Vixtorm mengemas 2 kemenangan dan 1 kekalahan dalam 3 pertandingan turnamen piala. Sang pelatih menyatakan bakal memanfaatkan putaran ke-1 dan ke-2 untuk mematangkan cara mengantisipasi servis keras lawan serta serangan bola-bola tinggi (high ball) yang melibatkan para pemain asing (Sports World, 24 Oktober). Ketajaman serangan Sharone Vernon Evans, pencetak poin terbanyak musim lalu, memang menjadi senjata andalan, tetapi waktu untuk membangun chemistry dengan setter anyar Min Kyu Lee terbilang mepet karena jadwal tim nasional (MyDaily, 30 Oktober). Pelatih Seok sempat bergantian menurunkan Min Kyu Lee dan Seung Woo Ha di tengah laga. Saat menghadapi KB Insurance Stars pada 19 Oktober, mereka menang 3-1 berkat servis yang mengacaukan receive lawan lalu mengandalkan Sharone Vernon Evans serta Ha Jun Yoon. Kendati demikian, set ke-3 lepas setelah skor 15-15 akibat serangkaian kesalahan sendiri (unforced errors). Lalu pada 24 Oktober melawan Hyundai Capital Skywalkers, mereka takluk 1-3 karena buntu membongkar ritme serangan usai lawan merombak formasi receive.
Di kubu Woori Card WooriWON, duet pelatih Park Chul-woo, setter Tae Jun Han, dan opposite Rafael Araujo telah bersama sejak paruh akhir musim lalu. Pada laga kontra KEPCO Vixtorm tanggal 22 Oktober ketika Araujo diistirahatkan, pelatih Park memasukkan Dong Young Kim untuk mempercepat tempo serangan dan berhasil merebut dua set awal (MyDaily, 22 Oktober). Namun, saat memimpin 18-16 di set ke-3, kesalahan servis dan quick attack justru memberi celah lawan membalikkan keadaan (Newsis, 22 Oktober). Ketika bersua Korean Air Jumbos pada 24 Oktober, Araujo menyumbang 24 poin, tetapi timnya tetap kalah 0-3; set ke-2 bahkan lepas di kedudukan 35-35 akibat kesalahan serangan serta kebobolan poin dari blok lawan. Ji Han Kim belum sempat tampil di turnamen piala akibat keluhan nyeri pinggang, dan kepastian bermainnya hari ini pun belum diumumkan (Money Today, 30 Oktober). Jika ia absen, opsi pelatih Park untuk meramu ketinggian blok di posisi outside hitter menjadi terbatas. Kedua tim sama-sama menikmati jeda istirahat 10 hari sejak 24 Oktober. Sejauh mana kebugaran Usman Faryad Ali dan kondisi fisik Araujo pulih, serta apakah koneksi antara Sharone Vernon Evans dan Min Kyu Lee sudah membaik selama masa rehat ini, akan memengaruhi performa awal laga.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah servis Araujo melawan receive KEPCO Vixtorm. Araujo finis di posisi ke-3 pencetak servis terbaik musim lalu, sementara pelatih Seok mengakui skema timnya dalam merespons servis keras masih dalam tahap pembenahan. Apabila Usman Faryad Ali dan Ha Jun Yoon gagal mengirimkan umpan pertama yang stabil ke setter, umpan quick attack untuk Yung Suk Shin akan sulit berjalan dan Sharone Vernon Evans bakal lebih sering dipaksa mengeksekusi bola-bola tinggi yang sulit. Sebaliknya, KEPCO Vixtorm juga memetik kemenangan pada 19 Oktober berkat servis bertenaga yang disusul variasi serangan tengah dan sayap. Jika receive Woori Card WooriWON kokoh, Tae Jun Han bisa leluasa mengalirkan variasi serangan tengah lewat Matin Ahmadi maupun menyodorkan bola ke sayap. Pada akhirnya, kunci laga terletak pada seberapa efektif servis kedua tim mampu menekan serangan tengah lawan.
Faktor kedua mempertemukan para spiker kanan kedua kubu dengan barisan blok lawan. Dalam rotasi serangan Araujo, Usman Faryad Ali yang bertinggi badan 188 cm akan berhadapan langsung dengannya, sehingga keterlibatan blok Yung Suk Shin menjadi faktor krusial. Di sisi seberang, kombinasi outside hitter Woori Card WooriWON untuk membendung Sharone Vernon Evans bakal menentukan. Pelatih Park menjelaskan bahwa ia bisa menurunkan Si Mon Lee dan Sung Jeong Han saat butuh memperkuat receive dari servis keras, atau memasang Ji Han Kim dan Hyung Geun Kim saat memerlukan keunggulan tinggi badan (Money Today, 30 Oktober). Mengingat kondisi Ji Han Kim masih tanda tanya, memilih kombinasi yang condong ke receive berisiko menurunkan ketinggian blok untuk meredam Sharone Vernon Evans. Pada 22 Oktober lalu, KEPCO Vixtorm membalikkan ketertinggalan 0-2 setelah mengganti Sharone Vernon Evans dengan Tae Ho Lee serta merotasi kombinasi setter dan penyerang. Kendati demikian, momentum kebangkitan itu berawal dari rentetan kesalahan lawan, jadi faktor pergantian pemain saja belum tentu menjamin hal serupa. Woori Card WooriWON juga dapat menyuntikkan kecepatan dengan memainkan Dong Young Kim, tetapi opsi itu mengharuskan Araujo ditarik keluar.
3. Prediksi dan Kesimpulan Akhir
Kami memperkirakan KEPCO Vixtorm akan mengamankan kemenangan lewat pertarungan 5 set. Woori Card WooriWON berpotensi mengamankan set-set awal berkat kekompakan trio pelatih-setter-ujung tombak yang sudah terbiasa bersama serta servis mematikan Araujo. Namun, KEPCO Vixtorm diprediksi akan merespons dengan merotasi setter dan penyerang guna membenahi pola serangan, lalu mengandalkan ketajaman Sharone Vernon Evans bersama quick attack serta blok Yung Suk Shin pada momen krusial akhir laga. Laga diprediksi berjalan panjang dengan jumlah set bertambah sehingga total poin pun ikut membengkak. Pelatih Seok menegaskan siap mengganti setter bila performanya goyah (MyDaily, 22 Oktober), dan strategi merombak komposisi tersebut terbukti sukses membalikkan kedudukan dari tertinggal 0-2 pada pertemuan di hari yang sama (MyDaily & Newsis, 22 Oktober).
Pasaran sedikit mengunggulkan KEPCO Vixtorm dan kami sepakat dengan arah kemenangan tersebut. Kendati demikian, keunggulan hari ini tidak bisa semata-mata disandarkan pada catatan poin Sharone Vernon Evans musim lalu maupun kemenangan comeback di turnamen piala. Pasalnya, saat itu Araujo tidak bermain dan titik balik kebangkitan berawal dari kesalahan sendiri kubu Woori Card WooriWON. Alasan yang lebih berbobot untuk laga ini adalah kebimbangan Woori Card WooriWON antara memilih kombinasi receive atau ketinggian blok di tengah ketidakpastian tampilnya Ji Han Kim, berbanding fleksibilitas KEPCO Vixtorm dalam merombak komposisi serangan di tengah pertandingan. Jika receive KEPCO Vixtorm langsung goyah sejak awal sementara Hyung Geun Kim mampu membagi beban poin dengan baik, Woori Card WooriWON berpeluang menyudahi laga dalam 4 set.
[Kesimpulan Akhir · Berdasarkan Pasaran Betman] Menang/Kalah: Menang — Woori Card WooriWON harus mengorbankan salah satu antara receive atau ketinggian blok, sedangkan KEPCO Vixtorm memiliki lebih banyak opsi rotasi dan variasi mendulang poin di fase akhir set. Over/Under 186.5: Over — Jika duel berlanjut hingga set ke-5, total poin berpeluang melampaui batas garis kendati terselip satu atau dua set dengan skor timpang. Handicap Set -1.5: Kalah — KEPCO Vixtorm merupakan tim yang kerap menemukan ritme setelah kecolongan set lalu merotasi pemain, sementara Woori Card WooriWON punya servis dan kontinuitas organisasi permainan untuk merebut setidaknya 2 set.