[Serie A Italia 2026-27] Juventus vs SSC Napoli: Analisis dan Preview Kick-off: 2 November pukul 02.45 WIB
Kedua tim sama-sama mengoleksi 14 poin, tetapi pilihan pemain yang bisa mereka siapkan berbeda. Juventus kehilangan pemain-pemain sayap, sementara SSC Napoli harus menyusun ulang lini di depan pertahanan dan duet bek tengah.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengatakan timnya membutuhkan pilihan berbeda dari laga melawan Genoa dan keseimbangan tim (Juventus, 31 Oktober). Skenario yang dipertimbangkan adalah memulai dengan tiga bek untuk menjaga kestabilan lini tengah pada babak pertama, lalu memasukkan Zhegrova dan Jérémie Boga setelah turun minum. Yıldız, Conceição, dan Nicolás González sama-sama absen, sehingga pilihan untuk melewati lawan dalam situasi satu lawan satu dari sisi sayap sejak awal berkurang (TuttoJuve, 30 Oktober). McKennie dan Douglas Luiz mencetak gol saat melawan Lecce, sedangkan menghadapi Genoa Juventus menambah penyerang begitu babak kedua dimulai. Pergantian Spalletti bisa mengubah jalannya laga, tetapi absennya pemain sayap akan memengaruhi cara Juventus menyerang pada awal pertandingan.
Total xG kebobolan Juventus di liga adalah 5,38, tetapi mereka sudah kebobolan 10 gol. Saat melawan Lazio, Genoa, dan Stade Rennais di Liga Europa, mereka kebobolan setelah bola dialihkan dari satu sisi ke sisi lain dan gagal diantisipasi di depan gawang. Memakai tiga bek menambah pemain di tengah pertahanan, tetapi Juventus tetap harus menentukan siapa yang mengawal pemain lawan di belakang wing-back dan siapa yang menjaga tiang jauh. Ada pula laporan bahwa kondisi Bremer kurang baik, sehingga komposisi bek tengah masih menjadi tanda tanya (Sofascore, 30 Oktober).
Bagi SSC Napoli, pola pergerakan McTominay masuk ke kotak penalti menyambut umpan silang kanan Politano terlihat jelas. Sundulan McTominay saat menghadapi AS Roma dan FK Bodø/Glimt sama-sama berawal dari situasi tersebut. Di depan pertahanan tanpa Lobotka, Napoli bisa memainkan De Bruyne atau Gilmour. Allegri mengatakan De Bruyne bisa dimainkan, tetapi Gilmour merupakan pengganti yang lebih alami (TuttoNapoli, 31 Oktober). Jika De Bruyne turun lebih dalam, ia bisa membantu lewat umpan ke depan, tetapi perannya berbeda dari fungsi bertahan yang biasa dijalankan Lobotka. Rrahmani dan Anguissa masuk dalam skuad, tetapi kondisi mereka setelah terserang flu perlu dipertimbangkan. Allegri akan menyaksikan pertandingan dari tribun karena menjalani skorsing, sementara Landucci memimpin tim dari bangku cadangan (TorinoFree, 31 Oktober). Kedua tim juga akan bertandang untuk berlaga di kompetisi Eropa pada tengah pekan.
2. Analisis duel
Duel pertama adalah umpan silang Politano dan kemampuan Juventus menjaga area tiang jauh. Saat Politano mengirim umpan silang dari sisi Cambiaso, McTominay bergerak masuk di belakang atau di antara para bek. Juventus beberapa kali kebobolan belakangan ini dari bola yang dialihkan ke sisi jauh, jadi sekalipun memakai tiga bek, mereka membutuhkan pemain yang bisa mengawal McTominay sampai tuntas. Jika pemain tengah turun untuk membantu, posisi Juventus saat mulai melancarkan umpan ke depan setelah merebut bola juga akan lebih rendah. Di sisi seberang, Lang akan berhadapan dengan Kalulu. Napoli tidak harus mengandalkan umpan silang dari kanan saja.
Duel kedua adalah McKennie menekan De Bruyne di depan lini pertahanan Napoli. Jika punya waktu, De Bruyne bisa mengirim umpan ke depan untuk Højlund atau mencari pergerakan McTominay. Jika Juventus memotong umpan itu, mereka bisa merebut bola di depan bek tengah dan menghubungkannya dengan Vlahović serta Kolo Muani. Jika Gilmour menjadi starter, tugas di depan pertahanan akan berbeda dan De Bruyne bisa bermain lebih tinggi. Pada babak kedua, Juventus diperkirakan menambah daya serang dengan memasukkan Boga dan Zhegrova. Napoli dua kali gagal mempertahankan keunggulan melawan AS Roma, jadi mereka tetap harus menghadapi serangan Juventus yang bertambah setelah pergantian pemain meskipun lebih dulu mencetak gol.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
Pasaran sedikit mengunggulkan Juventus dengan mempertimbangkan keuntungan bermain di kandang serta absennya pemain Napoli di lini tengah dan pertahanan. Namun, Juventus juga kekurangan pemain sayap untuk starter dan diperkirakan baru memasukkan opsi serangan mereka pada babak kedua. Sebelum itu, Politano dan McTominay bisa mengeksploitasi pola yang beberapa kali membuat Juventus kebobolan. Kekosongan di pertahanan Napoli memang berisiko, tetapi duel di sisi ini membuat kami sulit begitu saja menerima keunggulan Juventus di kandang.
Kami memperkirakan Napoli akan unggul lewat umpan silang kanan dan pergerakan McTominay, lalu Juventus membalas dengan pemain pengganti dan bola mati. Kedua tim kemungkinan mencetak gol karena Napoli juga kesulitan mempertahankan keunggulan. Namun, kami memprediksi Napoli kembali mencetak gol di ruang yang terbuka setelah Juventus menambah pemain menyerang, lalu menang di kandang lawan. Prediksi ini bisa berubah jika tiga bek Juventus mampu menjaga area tiang jauh dengan baik dan McKennie terus membatasi pergerakan De Bruyne ke depan.
[Kesimpulan akhir · per pasaran · berdasarkan penerbitan Betman] 1X2: kalah — Umpan silang Politano dan pergerakan McTominay mengarah ke sisi jauh, tempat Juventus berulang kali kebobolan, sementara Juventus kehilangan tiga pemain sayap untuk starter Handicap -1: kalah — Jalur Juventus untuk menang dengan selisih dua gol melemah karena lini serang mereka mandul dan tanpa pemain sayap, sedangkan rangkaian serangan Napoli tetap tersedia dalam perkiraan susunan pemain Over/under 2.5: over — Pola umpan silang Napoli, kelemahan mereka setelah unggul, serta pergantian menyerang Spalletti pada babak kedua membuat kedua tim berpeluang mencetak gol