Derbi ini mempertemukan pressing Milan yang mendadak dengan cara Inter yang lebih konsisten untuk masuk ke kotak penalti. Milan bisa menciptakan peluang berbahaya dengan merebut bola di area tinggi atau menemukan ruang di belakang garis pertahanan Inter yang maju. Inter punya lebih banyak cara untuk terus menciptakan peluang setelah serangan pertama mereka terhenti.
Pulisic dan Ramos bisa bekerja sama setelah Milan merebut bola di area tinggi, sementara Modric bisa mengirim bola langsung ke ruang di belakang pertahanan. Inter biasanya melindungi proses membangun serangan dengan baik, lalu memanfaatkan Thuram dan Esposito untuk menerima bola di balik pressing, sementara Barella dan Calhanoglu menjaga gelombang serangan berikutnya. Inter berkali-kali masuk ke kotak penalti saat melawan Fiorentina, bahkan ketika mereka sedang tertinggal. Sebaliknya, Milan banyak menguasai bola melawan Bologna, tetapi hanya sedikit melepaskan tembakan.
Tomori ditarik keluar saat melawan Bologna dan kini tercatat absen, sementara Gabbia juga tidak tersedia. Gila, Rabiot, dan Moreira sudah kembali tersedia setelah absen di laga itu, meski perkiraan mereka menjadi starter masih sebatas prediksi. Inter kehilangan Lautaro dan beberapa opsi di lini belakang, tetapi tiga bek yang diproyeksikan menjadi starter serta suplai bola dari lini tengah mereka tetap tersedia.
Rebutan bola pertama Milan di area tinggi bisa membuka peluang paling berbahaya, tetapi serangan dari sayap dan gelombang kedua Inter seharusnya terus datang seiring berjalannya laga. Karena itu, kami memilih Inter.