[26-27 Liga Champions AFC Fase liga] Pratinjau Analisis Port FC vs Beijing Guoan Kick-off: 3 November 19.15 WIB
Port FC bisa menunda kebobolan lewat pertahanan blok rendah. Kunci bagi Beijing Guoan saat menghadapi pertahanan tersebut adalah seberapa sering mereka mampu menciptakan peluang di dalam kotak penalti melalui umpan silang dan bola mati.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Terkini Kedua Tim
Sejak Bozidar Bandovic ditunjuk sebagai pelatih, Port FC memenangi seluruh 4 laga resmi domestik, tetapi menelan kekalahan pada ketiga pertandingan antarklub internasional. Di kompetisi ini, mereka juga selalu kalah dalam 3 laga dengan catatan 2 gol dan kebobolan 10 gol sehingga tertahan di posisi ke-15. Saat menghadapi Johor Darul Ta'zim, pertahanan zona mereka membuat skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum, tetapi mereka hanya melepaskan 2 tembakan tanpa ada yang tepat sasaran (Pusat Data, 27 Oktober). Pelatih Bandovic juga mengakui bahwa timnya tertekan sejak babak pertama dan lawan tampil lebih baik (goalsiam, 31 Oktober). Port FC gagal membawa bola maju ke depan setelah merebutnya kembali sehingga lebih banyak bertahan pada babak kedua. Setelah kebobolan 2 gol dari umpan silang dari sisi kanan, mereka kembali kebobolan lewat serangan balik di pengujung laga ketika mencoba meningkatkan serangan.
Pelatih Bandovic menyatakan mengincar poin perdana dan terus melakukan rotasi pemain (ballthai, 2 November). Bek Matheus Lins dan Kaka Mendes belum siap untuk tampil (ballthai, 2 November). Meski masih memiliki pemain pengganti berpengalaman di lini belakang, antisipasi umpan silang yang berulang kali bermasalah pada laga sebelumnya akan kembali diuji hari ini. Satu-satunya momen gol Port FC di ajang ini yang prosesnya terkonfirmasi berasal dari sundulan Manuel Bihr memanfaatkan sepak pojok melawan Kashiwa Reysol. Agar bisa mendapatkan situasi bola mati di kandang, mereka harus terlebih dahulu lebih sering masuk ke area permainan lawan.
Beijing Guoan menempati peringkat ke-5 di kompetisi ini dengan 2 kemenangan dan 1 hasil imbang, serta mencatat rekor tak terkalahkan dalam 21 pertandingan terakhir (Jingbao Wang, 2 November). Catatan tak terkalahkan saja tentu belum cukup untuk memastikan keunggulan mereka di laga tandang. Saat bertandang ke markas Buriram United, mereka menang 1-0 meski nilai ekspektasi gol (xG) mereka hanya 0,64, lebih rendah dari milik lawan sebesar 1,0. Namun, ada perbedaan pola serangan jika dibandingkan dengan Port FC. Beijing Guoan kerap mencetak gol lewat sundulan Zhang Yuning, duel udara Uroš Spajić dalam situasi bola mati, serta memanfaatkan bola liar setelah tembakan. Mereka bahkan mencetak 6 gol dalam laga melawan Henan FC dan Jeonbuk Hyundai Motors setelah Fabio Abreu mengalami cedera (Pusat Data, 24 dan 27 Oktober), dan pelatih Nick Montgomery memastikan kembalinya Yongjing Cao (Zhibo Ba, 2 November). Kedua tim sama-sama memiliki waktu istirahat 7 hari, sehingga faktor pembeda bukan pada jadwal melainkan skema penyerangan dan pertahanan.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah pertahanan blok rendah Port FC melawan serangan udara Beijing Guoan. Port FC mampu menjaga area depan kotak penalti sepanjang babak pertama melawan Johor Darul Ta'zim, tetapi di babak kedua gagal membendung umpan silang dari sisi sayap yang masuk ke kotak penalti. Beijing Guoan memiliki Zhang Yuning yang menuntaskan umpan silang Lin Liangming dengan sundulan, serta Uroš Spajić yang meneruskan bola udara dalam situasi bola mati hingga berbuah gol rekan setimnya. Sekalipun Port FC mampu menyapu umpan silang pertama, penyerang Beijing Guoan siap menyambar bola liar menjadi tembakan. Para bek Port FC harus tetap mewaspadai pergerakan lanjutan lawan di depan gawang sesaat setelah menyapu bola.
Duel kedua adalah umpan pertama Port FC setelah merebut bola. Jika Noboru Shimura dan Peeradol Chamrasamee di lini tengah bisa menerima bola dan mengalirkannya ke Jude Soonsup-Bell, Port FC dapat keluar dari posisi bertahan rendah dan mendapatkan waktu menyerang. Jika alur ini terputus, Beijing Guoan akan kembali menguasai bola dan melancarkan umpan silang. Situasi inilah yang menjelaskan mengapa Port FC hampir tidak menciptakan peluang menyerang pada babak pertama kontra Johor Darul Ta'zim meski tidak kebobolan. Makin lama Beijing Guoan menguasai bola, makin sulit pula bagi Port FC untuk memaksimalkan skema gol lewat bola mati.
Masalah lain akan muncul jika Port FC kebobolan lebih dulu. Mereka harus menambah jumlah pemain yang menyerang demi mengamankan poin perdana di kandang, tetapi saat maju menyerang seperti itu di menit ke-86 melawan Johor Darul Ta'zim, mereka justru terkena serangan balik. Sementara itu, Beijing Guoan melakukan pergantian 4 pemain sekaligus pada menit ke-66 melawan Jeonbuk Hyundai Motors, dan para pemain pengganti di babak kedua juga turut berkontribusi dalam terciptanya gol saat melawan Henan FC. Sekalipun Port FC mampu bertahan pada babak pertama, di babak kedua mereka harus meredam kombinasi serangan baru lawan sambil tetap berusaha menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Kami memperkirakan Beijing Guoan akan mencetak gol pembuka lewat umpan silang serta bola mati, lalu menambah gol pada babak kedua saat Port FC mulai keluar menyerang, sehingga menang dengan selisih 2 gol atau lebih. Meski Port FC bisa menunda kebobolan pertama dengan pertahanan blok rendah, mereka minim sarana untuk merangsek ke area lawan setelah merebut bola kembali. Catatan 2 tembakan tanpa ada yang tepat sasaran saat melawan Johor Darul Ta'zim memperlihatkan keterbatasan tersebut (Pusat Data, 27 Oktober). Gol diperkirakan hanya akan lahir dari kubu Beijing Guoan.
Pasaran memang mengakui keunggulan Beijing Guoan, tetapi sejak dibuka cenderung menilai kecil kemungkinan terjadinya skor berselisih besar. Di sinilah letak perbedaan penilaiannya. Meski tanpa Fabio Abreu, Beijing Guoan tetap mampu mencetak 6 gol dalam 2 laga (Pusat Data, 24 dan 27 Oktober), dan Yongjing Cao juga telah kembali (Zhibo Ba, 2 November). Sekalipun pertahanan rendah Port FC bisa bertahan beberapa saat, mereka harus maju demi mengejar poin setelah kebobolan. Jika Port FC sanggup menjaga clean sheet lebih dari 60 menit dan peluang Beijing Guoan minim seperti saat bertandang ke markas Buriram United, laga ini bisa saja berakhir dengan selisih satu gol tipis.
[Kesimpulan Akhir · Per Pasaran] Hasil Akhir: Kalah (Port FC) — Port FC tidak memiliki umpan pertama untuk bergerak maju setelah merebut bola, sedangkan Beijing Guoan punya banyak variasi untuk membongkar pertahanan rendah lewat umpan silang, sundulan, dan bola mati. Handicap +1: Kalah (Port FC) — Jika Port FC menaikkan garis pertahanan setelah kebobolan, risiko kebobolan tambahan akan menyusul, sementara Beijing Guoan adalah tim yang mampu menyusun ulang lini serang lewat pergantian pemain di babak kedua. Over/Under 3.5: Under — Port FC tidak bisa cukup sering masuk ke area permainan lawan untuk mendapatkan bola mati sehingga tertahan tanpa gol, dan pertahanan blok rendah mereka akan menunda kebobolan pertama sehingga torehan gol Beijing Guoan diperkirakan tertahan di angka 2 hingga 3 gol.