[26-27 Liga Champions UEFA Fase liga] Preview Analisis Atlético Madrid vs Bayern Munich Kick-off: 4 November pukul 03.00 WIB
Tekanan tim tuan rumah dan build-up dari lini belakang tim tamu akan langsung berbenturan sejak awal laga. Kedua tim sama-sama punya catatan kebobolan sesaat setelah kehilangan bola baru-baru ini, sehingga pihak mana yang mampu melewati pressing pertama akan memegang peran penting.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Atlético Madrid menyapu bersih 4 laga kandang resmi mereka sejak September dengan kemenangan. Namun, catatan 7 gol dan 1 kebobolan dalam 5 laga terakhir belum cukup menjadi bukti bahwa pertahanan mereka sudah stabil. Saat menghadapi Levante, Deportivo La Coruña, dan VfB Stuttgart, mereka menciptakan peluang lebih sedikit dibanding lawan, dan Jan Oblak harus melakukan penyelamatan dari tembakan jarak dekat demi mengamankan laga ketat tersebut. Di lini serang, skema saat Pablo Barrios lepas dari pressing lalu mengalirkan bola ke Álex Baena, yang diteruskan dengan tusukan Giuliano Simeone ke belakang garis pertahanan lawan, berbuah gol saat melawan Levante. Pelatih Simeone dan Baena menjelaskan bahwa mereka memang telah menyiapkan transisi ini (Mundo Deportivo, 31 Oktober).
Kini komposisi lini tengah yang bertugas melepaskan umpan pertama tersebut mengalami perubahan. Morten Hjulmand terkena sanksi larangan bertanding dan Johnny Cardoso juga absen. Koke sudah melahap porsi latihan tim, tetapi masih dalam tahap pemulihan cedera. Opsi menempatkan Marcos Llorente di samping Barrios juga sempat dibahas, namun hal itu akan mengubah susunan bek kanan (Mundo Deportivo, Best Eleven, 3 November). Pelatih Simeone menyatakan akan menerapkan pressing tinggi (Fútbol Fantasy, 2 November). Tim tuan rumah memang bisa merebut bola di area lawan, tetapi jika pressing tersebut gagal, lini tengah baru ini harus menutup celah di depan garis pertahanan.
Bayern Munich belum terkalahkan dalam 10 laga resmi terakhir dan mencetak 19 gol dalam 5 pertandingan terkini. Meski demikian, keunggulan penciptaan peluang tidak selalu berujung kemenangan bagi mereka. Saat melawan Dortmund dan Viking, mereka meraih hasil imbang meski banyak membuat peluang, bahkan kebobolan lewat serangan balik setelah kehilangan bola saat bersua Dortmund. Waktu kembalinya pelatih Vincent Kompany belum diumumkan, sehingga asisten pelatih Aaron Danks yang memimpin tim (Sportschau, 28 Oktober; t-online, 2 November).
Tim tamu tidak bisa menurunkan Ismael Saibari, Serge Gnabry, Jamal Musiala, dan Luis Díaz (ran, DAZN, 2 November). Alphonso Davies dan Nathaniel Brown belakangan ini menunjukkan potensi sebagai pelapis lewat torehan gol dan assist, tetapi apakah mereka mampu menduplikasi dribel di ruang sempit dan umpan akhir seperti yang biasa diperagakan Musiala adalah hal lain. Michael Olise berlatih dengan perban di lututnya dan status starter-nya belum diputuskan (t-online, 2 November). Bayern Munich harus kembali bertanding setelah jeda hanya 3 hari, tetapi pada 3 laga sebelumnya dengan interval 3 hari mereka mengemas 2 kemenangan dan 1 hasil imbang. Alasan jadwal semata belum cukup untuk menyimpulkan adanya penurunan daya gedor mereka.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah momen saat Atlético Madrid mengalirkan bola ke depan dari area sendiri. Saat melawan VfB Stuttgart, Marc Pubill kehilangan bola akibat pressing depan lawan yang langsung berujung kebobolan. Sebaliknya, saat menghadapi Levante, Barrios berhasil keluar dari pressing lalu menyalurkan bola lewat Baena dan Giuliano Simeone hingga berbuah gol. Pelatih Simeone juga mewaspadai pressing Bayern Munich tepat setelah kehilangan bola (Infobae, Kantor Berita EFE, 2 November). Jika lini tengah tanpa Hjulmand dan Cardoso mampu menjaga umpan pertama, tim tuan rumah bisa mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan tinggi lawan. Sebaliknya, jika kehilangan bola di area ini, Bayern Munich lewat Kane dan para pemain lini kedua akan langsung memulai serangan dari jarak dekat.
Duel lainnya terletak pada posisi Harry Kane saat turun menjemput bola dan ruang di belakang bek sayap Atlético Madrid. Kane tidak hanya melepaskan tembakan langsung, tetapi juga membagi bola bagi rekan setimnya yang merangsek ke kotak penalti. Jika tim tuan rumah memajukan bek sayap mereka untuk menekan, Bayern Munich bisa merespons lewat pemain yang menusuk ke belakang setelah menerima umpan Kane. Absennya Hjulmand dan Cardoso turut memengaruhi kombinasi lini tengah yang bertugas memotong jalur umpan di depan Kane. Hanya saja, perkiraan susunan lini kedua tim tamu memiliki perbedaan dalam kualitas umpan akhir di ruang sempit dibanding pemain yang absen, sehingga memperoleh ruang dan menyelesaikannya menjadi gol harus dipandang secara terpisah.
Situasi bola mati juga akan memengaruhi ketatnya babak kedua. Bayern Munich memiliki skema dari tendangan Joshua Kimmich yang diteruskan sundulan Kane lalu diselesaikan menjadi gol oleh Dayot Upamecano. Atlético Madrid bisa melesat cepat ke depan setelah lolos dari pressing lawan, tetapi jika mereka menambah jumlah pemain bertahan demi mempertahankan keunggulan, mereka harus menghadapi bola atas di kotak penalti dan ruang di depan pertahanan tanpa kehadiran Cardoso. Sebaliknya, jika Oblak kembali mementahkan peluang-peluang jarak dekat seperti baru-baru ini, gol balasan tim tamu bisa tertunda meski mereka menambah durasi penguasaan bola.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Skenario hasil imbang terlihat paling potensial, dengan Atlético Madrid mencetak gol lebih dulu lewat transisi serangan setelah melewati pressing, lalu Bayern Munich menyamakan kedudukan lewat koneksi Kane dan bola mati. Tim tuan rumah kesulitan menjaga pertahanan lini tengah setelah unggul akibat sanksi larangan bertanding Hjulmand, absennya Cardoso, serta Koke yang masih tahap pemulihan (Infobae, Kantor Berita EFE, 2 November). Di sisi lain, tim tamu memiliki kombinasi serang yang terbatas untuk membalikkan keadaan setelah menyamakan skor, mengingat absennya 4 pilar lini kedua dan belum pastinya Olise tampil sejak menit awal (ran, DAZN, t-online, 2 November).
Pasaran sedikit lebih mengunggulkan Bayern Munich. Penilaian ini mencerminkan tren tak terkalahkan dan banyaknya peluang serang belakangan ini, namun saat melawan Dortmund dan Viking mereka gagal mengonversi peluang tersebut menjadi kemenangan. Terlebih lagi, opsi lini kedua mereka saat ini lebih terbatas dibanding laga-laga itu. Inilah alasan mengapa kami mengakui serangan transisi tim tuan rumah tanpa memprediksi kemenangan bagi tim tamu.
Kondisi yang bisa mengubah prediksi ini adalah skenario turunnya Olise. Jika ia tampil sebagai starter dan menyuplai umpan akhir di ruang sempit, tim tamu bisa lebih sering menuntaskan peluang yang dibuka Kane saat turun menjemput bola menjadi tembakan. Pelatih Danks menyatakan masih mempertimbangkan apakah akan memainkan Olise sejak awal atau sebagai pengganti (t-online, 2 November).
[Kesimpulan Akhir · Per Pasaran · Berdasarkan Pembukaan Betman] Hasil Akhir: Seri — Dalam alur Atlético Madrid unggul lebih dulu lewat serangan transisi dan Bayern Munich mengejar lewat bola mati serta umpan silang, tim tuan rumah kekurangan amunisi lini tengah untuk mempertahankan keunggulan, sedangkan tim tamu minim kreativitas lini kedua untuk membalikkan keadaan Handicap +1: Menang — Jalur gol pembuka tim tuan rumah cukup konkret, sementara tim tamu kekurangan opsi pencetak gol tambahan untuk berbalik unggul setelah menyamakan kedudukan Handicap +2: Menang — Agar tim tamu bisa menang dengan selisih 2 gol atau lebih, dibutuhkan kehilangan bola sejak awal di lini tengah tim tuan rumah yang berlanjut pada kebobolan beruntun, namun penyelamatan Oblak serta bertambahnya personel bertahan tim tuan rumah di babak kedua akan meredam skenario tersebut Over/Under 3.5: Under — Gol tim tuan rumah bertumpu pada segelintir momen transisi dan tim tamu kehilangan beberapa opsi penyelesaian akibat absennya pemain lini kedua, sehingga jalur terciptanya total 4 gol tergolong tipis