[26-27 J2 League] Pratinjau Analisis Fujieda MYFC vs Jubilo Iwata Kick-off: 3 November pukul 12.00 WIB
Ini adalah duel derbi antara dua tim yang sama-sama menerapkan skema 3-4-2-1. Kunci laga ini terletak pada apakah Fujieda MYFC mampu mengonversi banyaknya tembakan menjadi gol, serta apakah Jubilo Iwata bisa kembali memaksimalkan skema sepak pojok yang belakangan terbukti efektif.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Fujieda MYFC mencatatkan 6 hasil imbang dan 4 kekalahan dalam 10 laga resmi terakhirnya, dengan rincian 8 laga liga dan 2 laga piala. Pada September lalu saat menghadapi Omiya Ardija dan Oita Trinita, mereka sempat memimpin pada babak pertama sebelum akhirnya sama-sama bermain imbang 1-1. Menghadapi Tochigi City FC pada 21 Oktober, mereka mencetak gol lebih dulu di babak kedua, sempat tertinggal, lalu menyamakan kedudukan sesaat sebelum laga usai. Tim ini memiliki catatan gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir, tetapi juga mampu mengejar saat tertinggal.
Dari segi jumlah serangan, mereka sebenarnya tidak kekurangan peluang. Pada laga terakhir melawan Montedio Yamagata, mereka melepaskan 20 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Saat berhadapan dengan Tokushima Vortis dan Blaublitz Akita, mereka juga masing-masing mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran. Gekisaka melaporkan bahwa mereka gagal memaksimalkan peluang saat melawan Tokushima Vortis (24 Oktober). Yusuke Kikui harus absen lama akibat menjalani operasi cedera bahu (Gekisaka, 16 Oktober). Namun, mengingat tim berhasil mencetak 3 gol dalam 5 laga liga setelah cederanya, persoalan penyelesaian akhir tidak bisa semata-mata dibebankan pada absennya pemain tersebut. Yuto Nakamura, yang mencetak 2 gol dalam 3 pertandingan terakhir, turut meringankan beban mencetak gol tim (situs resmi J.League, 2 November).
Pelatih Tomoaki Makino menjalani laga kedua dari masa skorsing di bangku cadangan (situs resmi J.League, 2 November). Head Coach Yoshiaki Ota yang memimpin pada laga sebelumnya melakukan pergantian pemain saat turun minum setelah tertinggal 0-1 di babak pertama, dan Fujieda MYFC menyamakan kedudukan pada menit ke-58. Saat itu ada laporan bahwa Blaublitz Akita sempat tertekan karena harus bermain melawan arah angin di babak kedua, sehingga peningkatan performa tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan faktor pergantian pemain saja (Gekisaka, Sakigake Shimpo, 31 Oktober). Fujieda MYFC melakoni laga kandang ini setelah kembali dari laga tandang ke Akita.
Jubilo Iwata mulai memakai formasi 3 bek sebagai taktik mula sejak 21 Oktober dan hanya kebobolan 1 gol dalam 3 laga. Seluruh 3 gol yang mereka ciptakan pada periode tersebut lahir dari situasi sepak pojok, tanpa ada gol dari skema open play (Chunichi Shimbun, Gekisaka, 31 Oktober). Pelatih Tadahiro Akiba merombak lini serang saat turun minum dalam 2 laga beruntun. Melawan Sagan Tosu, Matheus Peixoto yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol pada menit ke-58. Masa skorsing Takashi Inui juga sudah berakhir, tetapi kepastian apakah ia turun sebagai starter dan peran bermainnya belum diumumkan. Jubilo Iwata bertanding dalam satu prefektur yang sama setelah laga kandang sebelumnya. Pada pertemuan Mei lalu, Fujieda MYFC menang 3-0, tetapi saat itu Jubilo Iwata masih ditangani oleh pelatih yang berbeda.
2. Analisis Duel Antarlini
Pertarungan pertama terletak pada perebutan bola di lini tengah dan transisi serangan balik sesudahnya. Ketika kedua tim saling berhadapan dengan formasi 3-4-2-1 yang identik, duel ketat akan terjadi antarbak sayap serta antara gelandang serang dengan lini pertahanan lawan dalam jarak dekat. Pernyataan Shunnosuke Matsuki yang menekankan pentingnya bola kedua (second ball) dan serangan balik tampaknya ditujukan untuk mengantisipasi situasi ini (situs resmi klub Fujieda MYFC, 2 November). Jika Fujieda MYFC bisa menguasai bola liar lebih dulu, mereka dapat merangsek maju sebelum pertahanan Jubilo Iwata menata posisinya kembali. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Jubilo Iwata sejak beralih ke formasi 3 bek juga berawal dari lemparan ke dalam cepat lawan yang mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan (Chunichi Shimbun). Yuto Nakamura yang belakangan rajin mencetak gol serta Hayato Manabe yang menyumbang 2 gol pada duel Mei lalu menjadi opsi serangan ini, namun Fujieda MYFC masih kesulitan mengarahkan tembakan setelah menusuk ke depan hingga benar-benar memaksa kiper bekerja keras. Meski unggul dalam perebutan bola, penyelesaian akhir harus lebih efektif agar berbuah gol.
Aspek kedua adalah sepak pojok Jubilo Iwata menghadapi antisipasi pertahanan Fujieda MYFC di depan gawang. Ketiga gol yang dicetak Jubilo Iwata di bawah taktik baru semuanya lahir dari sepak pojok. Sebaliknya, Fujieda MYFC pada laga terakhir melawan Blaublitz Akita kebobolan setelah lawan bereaksi lebih cepat terhadap bola muntah di depan gawang menyusul situasi tendangan bebas (Sakigake Shimpo, 31 Oktober). Karena berasal dari situasi bola mati yang berbeda, kebobolan serupa tidak bisa dipastikan akan terulang. Namun, seberapa cepat barisan pertahanan Fujieda MYFC membaca posisi bola setelah duel pertama menjadi poin pengamatan yang jelas. Jubilo Iwata pun harus memenangi perebutan lini tengah terlebih dahulu untuk menembus wilayah lawan sebelum bisa mendapatkan sepak pojok.
Kendati Fujieda MYFC mampu menghasilkan tembakan lewat perebutan bola dan serangan balik di babak pertama, jika Jubilo Iwata dapat membatasi tembakan tepat sasaran, keputusan pergantian pemain di babak kedua akan menjadi penentu. Pelatih Akiba terbukti mencetak gol setelah melakukan pergantian pemain akhir-akhir ini, sementara Head Coach Ota juga langsung mengganti pemain sejak awal babak kedua pada laga sebelumnya. Siapa yang lebih lama menekan di area pertahanan lawan pada babak kedua akan menentukan peluang sepak pojok sekaligus kans serangan balik.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Kami memperkirakan Jubilo Iwata akan unggul lewat situasi sepak pojok di babak kedua dan mengunci kemenangan dengan selisih satu gol. Kedua tim saling berhadapan dalam struktur yang membuat ruang open play sulit didapat, tetapi Jubilo Iwata memiliki jalur bola mati yang belakangan konsisten berbuah gol. Pergantian lini serang di babak kedua oleh Pelatih Akiba, bila mampu menambah intensitas serangan ke depan, akan membuka peluang untuk mencoba skema itu kembali. Fakta bahwa Jubilo Iwata tidak mencetak gol dari skema open play dalam 3 laga terakhir sejak memakai formasi 3 bek memperkecil potensi terjadinya skor dengan selisih besar.
Pasaran sedikit mengunggulkan Jubilo Iwata sekaligus memperhitungkan probabilitas hasil imbang yang cukup tinggi. Penilaian ini mudah dipahami jika hanya melihat catatan Fujieda MYFC yang tanpa kemenangan dalam 10 laga resmi dan Jubilo Iwata yang tak terkalahkan dalam 5 laga liga. Catatan Jubilo Iwata yang tanpa kemenangan dalam 4 laga tandang liga terakhir memang perlu dipertimbangkan, namun 3 di antaranya terjadi sebelum beralih ke formasi 3 bek. Saat ini mereka membatasi kebobolan berkat perubahan struktur pertahanan, dan potensi gol sepak pojok mereka berkaitan erat dengan kebobolan bola mati Fujieda MYFC di laga sebelumnya, sehingga kami lebih mengunggulkan kemenangan tandang ketimbang hasil imbang.
Kondisi yang bisa mengubah penilaian ini adalah jika Fujieda MYFC mampu menembus ruang di belakang 3 bek lawan lewat serangan cepat lalu menghasilkan tembakan tepat sasaran. Mereka memang punya pengalaman menang pada pertemuan Mei lalu, namun pelatih lawan saat ini sudah berganti. Pada laga ini, mereka harus mampu mengonversi serangan tersebut menjadi gol nyata agar bisa menggoyahkan strategi paruh kedua Jubilo Iwata.
[Kesimpulan Akhir · Berdasarkan Pasaran] Hasil akhir: Away — Jalur sepak pojok yang menghasilkan seluruh gol Jubilo Iwata sejak beralih ke formasi 3 bek berkaitan langsung dengan antisipasi bola liar Fujieda MYFC dalam situasi bola mati, ditambah rendahnya konversi serangan balik Fujieda MYFC menjadi penyelesaian akhir yang berbahaya. Handicap +1: Seri — Gol Jubilo Iwata hanya lahir dari sepak pojok sehingga gol kedua sulit didapat, dan mereka cenderung beralih fokus bertahan menjaga keunggulan setelah mencetak gol pembuka. Over/Under 2.5: Under — Laga diperkirakan berjalan minim peluang bagi kedua tim, seiring berlanjutnya penurunan efektivitas penyelesaian akhir Fujieda MYFC dan mandeknya gol open play Jubilo Iwata.